Gadis Jebakan

Gadis Jebakan
Penyelesaian 2


__ADS_3

"Apa kau hanya ingin pamer kemesraan dihadapanku?" Hardik Aldirck memicingkan matanya ke arah mereka berdua. Sangat kentara sekali raut tidak suka di wajah pria itu.


Arkha tertawa melihat Aldirck yang seperti itu. "Apa kau cemburu, hah? Kau bahkan tidak bisa menyicipi kelembutan Kanaya yang sangat membuat candu, dan ingin merasakannya lagi dan lagi," dengan sengaja Arkha menyindir Aldirck. Kemudian dengan isyarat tangannya, Arkha menepuk pelan bokoong Kanaya berharap wanita itu segera pergi dari sana.


Ternyata apa yang diharapkan tersalurkan juga. Kanaya mengerti maksud dari Arkha yang menepuk pelan bokoongnya. Semua itu Arkha lalukan agar tidak diketahui Aldirck. Tidak ingin menjadi beban kekasihnya, lantas Kanaya bergegas pergi dari sana meskipun dirinya merasa sangat khawatir.


"Kau tidak akan bisa pergi begitu saja, Kanaya!" Teriak Aldirck kemudian berniat mengejar Kanaya. Karena wanita itu bisa menjadi tamengnya untuk melawan Arkha. Ia tahu, jika Arkha sangat mencintai mantan kekasihnya ini. Maka dari itu, sebisa mungkin Aldirck harus bisa menahan Kanaya. Karena wanita itu juga bisa menjadi kelemahan Arkha, pikirnya.

__ADS_1


Namun, pergerakan Aldirck segera di blockade oleh Arkha. Tentu saja pria berparas asia itu tidak akan membiarkan Aldirck menyentuh Kanaya kembali dengan begitu mudahnya. "Kau lawanku, bajingaan." Geram Arkha yang kemudian memelintir tangan Aldirck ke belakang, serta sedikit mengangkat tubuh pria yang mempunyai postur tubuh yang hampir sama dengannya begitu mudah. Sehingga membuat Aldirck jatuh terjerembab ke belakang dengan begitu kerasnya. Karena memang gerakan Arkha begitu cepat, tanpa bisa dia prediksikan sebelumnya.


"Apa kau masih seorang pria? Yang ingin menyerang wanita? Aku meragukanmu, Snake." Sindir Arkha dengan sengaja memanggil nama julukan Aldirck di dunia hitam. Ia ingin memancing pimpinan dari kelompok Cobra yang selalu memeras anggota kelompok lain yang lebih lemah.


Rahang Aldirck mengatup keras. Tangannya pun mengepal dengan begitu eratnya. Matanya menatap tajam ke arah Arkha, seolah dengan tatapan matanya itu bisa mengkoyak tubuh lawan yang ada di hadapannya saat ini. Rupa-rupanya pria ini begitu mudah diprovokasi oleh Arkha.


Tanpa banyak kata yang terucap dari bjbir Aldirck, pria itu langsung bangkita dan segera melayangkan pukulan serta tendangan ke arah Arkha. Namun semua itu bisa Arkha tangkis dengan mudahnya. Bahkan tidak jarang juga Arkha membalas serangan Aldirck dengan pukulan yang lebih keras lagi. Rupanya pria itu tidak terlalu pandai dalam hal baku hantam. Membuat Arkha menyerang pria itu dengan mudah.

__ADS_1


"Jangan banyak cakap kau, Leon!" Teriak Aldirck tidak terima diremehkan seperti itu oleh lawannya.


Dengan gerakan cepat dan penuh emosi, Aldirck melayangkan pukulannya ke arah Arkha tanpa memperhitungkan terlebih dulu disetiap gerakannya. Dan hal itu malah membuat Aldirck dikalahkan oleh Arkha dengan begitu mudahnya.


Arkha mengunci tangan Aldirck yang diarahkan ke belakang tubuh pria itu. Kemudian berbisik kepada Aldirck. Saat ini posisi Aldirck bersimpuh duduk di lantai, dengan tangan yang dikunci oleh tangan Arkha ke belakang.


"Sudah aku peringatkan beberap kali, jangan sentuh orang-orangku. Apalagi mententuh milikku dengan tangan kotormu ini." Tekan Arkha pada kalimatnya. Lalu tanpa diduga oleh Aldirck sebelumnya, Arkha meremas dan menekuk pergelangan tangannya yang menyentuh bagian terdalam milik Kanaya tadi ke arah terbalik. Hingga berbunyi cukup keras dengan diiringi teriakan dari Aldirck.

__ADS_1


"Argghh!!" Teriak Aldirck yang merasakan sakit begitu luar biasa, karena tangannya dipatahkan oleh Arkha dengan begitu kejamnya.


"Ini balasan karena telah menyentuh sesuatu yang nggak boleh kau sentuh," bisik Arkha dengan seringai yang terbit di bibirnya.


__ADS_2