Gadis Jebakan

Gadis Jebakan
Cara Yang Unik


__ADS_3

Hatinya merasa gusar, karena memikirkan hidupnya ke depan akan seperti apa setelah tidak memiliki pekerjaan. Meskipun tidak punya hutang lagi, tetapi dia harus mempunyai tabungan, setidaknya. Karena tidak mungkin baginya akan kembali ke keluarga Burrack, dan bertemu dengan mereka. Kanaya belum siap menggali luka lama tersebut. Bertemu dengan paman dan bibinya saja sudah membuatnya tidak tahan. Apalagi bertemu dengan kakenya juga. Tidak! Kanaya tidak akan mau.


Kanaya terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Arkha. Pria itu seenak jidatnya memberi syarat seperti itu. Panggilan itu hanya berlaku untuk orang terkasih, maupun pasangan mereka. Nah, nyatanya mereka berdua tidak ada di posisi dua-duanya. Bagaimana bisa Kanaya memanggil Arkha dengan sebutan tersebut. Cukup waktu di pesta pernikahan Shanaz saja.


"Panggil aku sayang," bisik Arkha tepat di dekat telinga Kanaya.


Lantas Kanaya ingin melayangkan protesnya. Kali ini ia tidak setuju. Apa nanti tanggapan orang terhadapnya. Mempunyai hubungan dengan pengusaha muda, tinggal bersama, dan satu lagi yang masih membuatnya kepikiran terus, yaitu tentang kehamilannya. Kanaya masih ingin memastikannya sendiri tanpa Arkha ketahui.


"Kamu mmpphhh--" ucapan Kanaya tercekat, karena Arkha segera membungkam mulut Kanaya. Sehingga wanita itu tidak bisa mengeluarkan kalimat sarkasnya.


Cukup lama Arkha menggoda Kanaya, akan tetapi wanita itu tidak merespon sama sekali sentuhannya. Hingga Arkha memutuskan menggigit bibir bawah Kanaya. Barulah Kanaya membuka mulutnya sedikit.

__ADS_1


Arkha tidak menyiakan hal itu. Ia masuk lebih dalam lagi, menggoda, saling merasakan sensasi yang dihasilkan dari pagutan tersebut. Sementara Kanaya memukul bahu Arkha. Mendorongnya dengan kuat, melepas diri dari pria itu.


"Kamu gila, Kak!" kesal Kanaya menatap tajam ke arah Arkha.


Kanaya tidak habis pikir dengan pria mesum ini. Kenapa dia selalu saja mencium dirinya tanpa permisi. Dan hal ini bukanlah yang pertama mereka lakukan. Tetapi tetap saja Kanaya merasa malu setelahnya. Jangan lupa pula, dia juga merasa sangat kesal pada Arkha.


"Aku hanya ingin menghiburmu, Nay. Aku nggak mau calon anakku juga ikutan sedih, jika kamu gelisah seperti tadi," elak Arkha menahan tawanya. Dia berusaha menjaga mimik wajahnya agar terlihat serius.


"Kaaaakkk!!!" teriak Kanaya hingga membuat Arkha menutup telinganya. Karena suara Kanaya menggema di dalam mobil. "Nggak begitu juga konsepnya, kalau mau menghibur orang!" Kanaya tidak bisa menahan rasa geramnya lagi pada Arkha. Ia juga tidak lagi memanggil Arkha dengan formal.


Kemudian langkah selanjutnya yang Kanaya lakukan untuk menyalurkan rasa kesalnya pada Arkha, ialah dengan mencubit lengan dan perut pria itu dengan sangat keras. Bisa-bisanya pria itu menghiburnya dengan cara memagut bibirnya. Sungguh, cara yang unik dan baru Kanaya ketahui.

__ADS_1


Arkha tergelak dengan reaksi Kanaya. Meski terasa sedikit panas di bagian yang dicubit Kanaya, tetapi Arkha puas setelah melihat Kanaya kembali ke dirinya semula. Yang selalu kesal dengan setiap tingkah Arkha.


"Iya, iya. Maaf," ucap Arkha. Lalu tangannya mencekal kedua tangan Kanaya dan ia lingkarkan di tubuhnya. Sehingga kini terlihat kalau Kanaya tengah memeluknya. "Lagian kamu gelisah seperti itu. Kalau yang kamu pikirkan tentang pekerjaan, aku bisa ngasih." Arkha menatap lekat netra kehijauan milik Kanaya yang selalu berhasil menenggelamkan dirinya.


"Lepasin dulu, Kak! Jangan ambil kesempatan terus menerus!" Tidak terhitung berapa kali sudah Kanaya dibuat kesal oleh Arkha hari ini.


"Kesempatan ada itu untuk dipergunakan dengan sebaik mungkin, Nay. Contohnya saja seperti sekarang ini," sanggah Arkha. Kemudian mengecup kembali kening, lalu beralih ke bagian bibir wanita yang tengah cemberut tersebut.????


"Dasar, mesuuumm!!!" teriak Kanaya penuh kesal.


Jangan lupa, like, komen, gift dan vote. Dukung ceritaku terus, agar aku tetap konsisten up banyak☺

__ADS_1


__ADS_2