
"Jangan bilang maksudmu menghabiskan waktu, itu tentang melewati malam bersama?" tebak Kanaya yang kemudian mengambil sikap waspada.
Arkha menahan senyumnya pada saat Kanaya terlihat panik seperti ini. Lantas dirinya berniat ingin menggoda wanita bulenya tersebut. Sengaja Arkha semakin memajukan wajahnya lebih dekat lagi dengan Kanaya. Meskipun wanita bulenya itu sekarang memundurkan posisi tubuhnya. Namun, dengan gerakan cepat ia raih pinggang Kanaya untuk kemudian ia tarik dengan lembut ke arahnya. Menempelkan hidung mereka.
"Kenapa? Apa kamu takut, Sayang? Bukannya waktu pertama kali kita melakukan itu, kamu yang berinisiatif duluan? Kamu terlihat sangat berani waktu itu. Lantas kenapa sekarang seperti kucing yang ingin dimandikan? Bukankah untuk yang kedua ini tidak akan terasa sakit?" Bisik Arkha dengan nada suara yang sangat lirih, namun tepat sasaran.
Mendengar Arkha yang mengungkit sejarah pertama mereka yang merupakan kebodohan dirinya, wajah Kanaya semakin merona. Bisa-bisanya pria itu berkata tidak mempertimbangkan perasaannya.
"E-enggak." Jawab Kanaya singkat dengan suara gemetar takut. Takut jika pria ini benar-benar mengulang lagi seperti malam itu.
"Kamu yakin? Nggak takut? Bagaimana kalau aku memintanya lebih dari malam itu?" Goda Arkha.
Arkha semakin ingin tertawa pada saat Kanaya memejamkan matanya, tangannya meremas baju yang sedang ia kenakan. Tercetak sangat jelas di wajah Kanaya, bahwa wanita itu sekarang merasa sangat takut kepada Arkha.
__ADS_1
Merasa kasihan, Arkha tidak tega untuk terus menggoda Kanaya. Lantas ia tarik tubuh Kanaya, lalu ia ajak untuk berbaring.
"Aku hanya ingin tidur bersamamu saja. Tifak untuk melakukan hal yang lain," ujar Arkha yang kemudian menyelimuti tubuh mereka. "Tapi jika kamu ingin memperkosaku lagi, aku mah pasrah aja. Akan aku terima dengan sangat terbuka," lanjutnya lagi.
Bukan Arkha namanya jika tidak menggoda wanita bulenya itu, satu menit saja. Karena menggoda Kanaya merupakan hobi barunya yang bisa meningkatkan mood-nya kembali naik. Rasanya bahagia sekali melihat wajah wanita bule itu kesal ataupun merona malu di hadapannya.
"Jangan macam-macam!" Ingat Kanaya. Membuat Arkha semakin terkekeh di posisinya yang memeluk dirinya. Kanaya semakin kesal saja dengan pria ini.
"Sayang," panggil Arkha dengan nada suara yang lembut dan lirih.
"Kenapa lagi?" jawaban Kanaya ternyata tidak sesuai ekspetasi pria Asia ini.
"Tidak bisakah kamu memanggilku dengan sebutan sayang? Misal, Honey, Beib, Sayang, atau paling nggak Suamiku, juga boleh," saran Arkha yang ingin dipanggil seperti itu.
__ADS_1
Kali ini giliran Kanaya yang menahan senyumnya. Bisa-bisanya pria berperawakan kekar ini bersikap manja seperti ini. Sangat tidak cocok dengan penampilannya. Lalu, apa-apaan itu, ia disuruh memanggil pria itu dengan sebutan yang menurutnya sangat menggelikan jika diucapkan.
"Apa-an, sih! Nggak lucu banget deh," timpal Kanaha seraya memukul dada Arkha. Setelah itu wanita bule ini tertawa lepas. Karena tidak tahan lagi untuk tidak melepaskannya.
Melihat Kanaya tertawa lepas seperti ini membuat Arkha merasa senang. Karena semenjak bersamanya, ia tidak pernah melihat Kanaya yang tertawa lepas seperti sekarang ini.
"Pokoknya aku mau dipanggil 'Suamiku' titik!" Putus Arkha dengan nada suara yang tidak ingin di bantah. Serta wajah yang dibuat kesal.
"Kalau aku nggak mau, lantas kamu mau apa?" Kini giliran Kanaya yang menggoda dirinya. Wanit itu berkata dengan memajukan wajahnya, menampilkan ekspresi kalau dirinya sedang menantang pria ini.
"Kalau nggak mau, aku akan melakukan ini," setelah mengucapkan kalimat itu, Arkha langsung menempelkan bibir mereka seraya menahan kepala Kanaya agar tidak bisa lepas darinya. Menyesapnya dengan begitu kuat, hingga menyebabkan Kanaya memukul dadaanya beberapa kali. Menggoda wanita itu, membuatnya terlena akan sentuhannya. Pada akhirnya Kanaya pun mengikuti permainan yang dimulai oleh Arkha. Saling mencecap, menikmati sensasi yang dihasilkan. Apa lagi dengan posisi mereka yang begitu intim.
Udaaahhh... jangan pada trapeling😅
__ADS_1