Gadis Jebakan

Gadis Jebakan
Hal Yang Ditakutkan


__ADS_3

Sore ini Arkha segera pulang ke apartemen yang di tempati oleh Kanaya. Setelah perbincangan perdamaian dengan Keanu, Arkha segera menghubungi para hidden member-nya. Menyuruh mereka untuk bersiap, karena akan ada sebuah pesta dalam waktu jarak dekat ini. Pesta ala mereka. Arkha juga tidak lupa untuk menyuruh Revald agar segera pergi dari negara ini dan bersiaga di markas yang ada di dalam negri.


Setelah mengendara lebih dari dua puluh menit, akhirya Arkha sampai di kawasan apatermen yang di tempati oleh Kanaya. Pria muda berparas tampan itu melangka menuju unit apartemen Kanaya. Arkha sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kekasihnya itu, setelah itu mengajaknya untuk bertemu dengan kakek Gladio.


Arkha masuk begitu saja ke dalam aprtemen Kanaya. Ia lihat ruangan utama nampak sepi. Lalu Arkha berniat membawa langkahnya menuju kamar Kanaya. Namun, pada saat dirinya hampir sampai di kamar Kanaya, Arkha medengar suara berisik dari arah dapur. Lantas Arkha membelokkan langkahnya menuju dapur yang terdapat di apartemen ini.


"Sayang, apakah itu kamu?" Arkha memanggilnya dengan nada suara yang begitu lembut. Namun, anehnya Kanaya tidak menyahuti panggilannya. Dan suara berisik itu semakin terdengar.

__ADS_1


Lantas Arkha mempercepat langkahnya agar segera sampai ke dapur. Karena memang jarak antara kamar Kanaya dan dapur cukup lumayan jauh. Arlha tidak akan membiarkan wanitanya tinggal di apatemen biasa-biasa saja. Ia akan selalu memberikan yang terbaik untuk wanitanya itu. Seperti apartemen ini yang berada di kawasan elit, di kota ini.


Arkha semakin gelisah tidak mendapat jawaban dari Kanaya, dan malah suara itu terdengar semakin keras. Suara benda jatuh yang semakin bertambah. Seperti barang dapur yang jatuh dan suaranya saling bersahutan.


Mendengar hal itu, Arkha memasang sikap waspada. Bersiap kalau-kalau ada orang yang menelusup ke dalam unit apartemen yang Kanaya tinggali. Meskipun ia menyuruh orang untuk menjaga Kanaya dari luar. Namun, Arkha melupakan sesuatu. Bahwa pada saat dirinya masuk ke dalam apartemen Kanaya, ia tidak melihat satu orang pun yang ia suruh untuk menjaga Kanaya.


"SAYANG!!!" Teriak Arkha sangat murka melihat apa yang terjadi kepada Kanaya saat ini.

__ADS_1


Benar saja apa yang ditakutkan oleh Arkha terjadi juga. Hal yang mampu membangkitkan sisi hitamnya kembali. Yang selalu Arkha tahan selama ini.


Satu jam yang lalu, Kanaya tengah menunggu kepulangan kekasihnya. Wanita itu nampak terlihat sangat bosan hanya berdiam diri saja. Lantas ia segera bangkit dari rebahannya, dan membawa langkahnya menuju arah dapur. Kanaya memeriksa bahan-bahan apa saja yang ada di dalam lemari, agar ia bisa membuat sesuatu. Mengingat nanti dirinya akan bertemu dengan kakeknya, untuk pertama kalinya setelah kematian kedua orang tuanya. Ia benar-benar ingin memperbaiki hubungannya dengan kakeknya.


"Kita lihat, ada bahan apa saja yang tersedia di lemari ini?" Gumam Kanaya sembari memeriksa beberapa bahan yang memang sudah Arkha siapkan untuk hobi baru kekasihnya.


Kanaya nampak memilah bahan mana yang akan ia buat. "Ah ... seingatku Kakek dulu sangat suka bolu buatan Mama. Apa aku buatkan itu saja, ya?" Kemudian Kanaya memilih bahan untum membuat kue bolu. Tepung, telur, pengembang kue, serta pewarna dan juga perasa untuk kue bolu itu nanti.

__ADS_1


Setelah semua bahan sudah siap, Kanaya memakai apron dan bersiap meng-eksekusi semua bahan itu tadi. Dengan bersenandung kecil, Kanaya nampak begitu senang berkutat di dapur. Hingga tanpa Kanaya sadari ada seseorang yang menyelinap masuk ke dalam apartemennya, dan menuju di mana dirinua berada sekarang ini.


__ADS_2