Gadis Jebakan

Gadis Jebakan
Rindu Itu Berat


__ADS_3

Hari ini, hari kedua Kanaya menginjakkan kakinya kembali ke tanah airnya. Namun, sampai detik ini pun kekasihnya itu belum juga menghubungi dirinya. Bertanya pada Revald pun juga percuma. Karena jawaban pria itu tetap lah sama. Membuat Kanaya sampai hapal.


"Apa dia benar-benar sudah melupakanku, dan bersenang-senang dengan wanita itu?" gumam Kanaya yang tengah tengkurap di atas tempat tidur sembari melihat fotonya bersama Arkha pada saat dirinya tidur dipelukan pria itu.


Entah kenapa, mendengar permasalahan yang sedang dihadapi oleh Arkha, membuat Kanaya ingin cepat bertemu dengan kekasihnya itu. Memeluk serta memberinya dukungan agar kekasihnya itu kuat menghadapi semua masalah yang tengah menimpanya.


"Apa musti aku yang datang ke sana?" Tanya Kanaya pada dirinya sendiri. "Ternyata begini ya, merindukan seseorang? Padahal dulu waktu bersama pria tidak tahu diri itu aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini," Kanaya nampak memegang dadaanya yang kian terasa sesak. Baru kali ini dirinya merasakan perasaan yang lebih menyesakkan daripada saat putus dengan Aldirck. Seolah rindunya kepada Arkha bisa membuatnya lenyap dari dunia ini.


Terlalu fokus pada foto-foto mereka yang Arkha ambil tanpa sepengetahuan dirinya, hingga membuat Kanaya tidak tahan untuk memejamkan matanya. Karena rasa lelah seharian ini membersihkan apartemen guna mengalihkan perhatiannya, agar tidak terlalu memikirkan Arkha.


Tidak berselang lama, tanpa Kanaya tahu pintu apartrmen yang dia tinggali terbuka. Dengan langkah mengendap pelan, seseorang yang masuk ke apartemen Kanaya menutup kembali pintunya dengan sangat pelan dan tidak menimbulkan suara. Orang itu terus melangkah masuk ke dalam, hingga pada akhirnya sampai ke tempat tidur Kanaya.

__ADS_1


"Apa kamu lelah menungguku, Sayang?" Lirih Arkha sembari mengusap lembut rambut Kanaya.


Kemudian mata Arkha menangkap layar ponsel milik Kanaya yang masih menyala. Di sana, ada foto dirinya dengan Kanaya pada saat Kanaya membuat kue, dan Arkha menggoda kekasihnya itu dengan cara mengusap tepung ke pipi mulus Kanaya. Mengingat itu, bibir Arkha terangkat ke atas mengulas sebuah senyuman.


"Maafkan aku, Sayang. Aku telah mengecewakanmu dan menyiakanmu beberapa hari ini," lirih Arkha kembali.


Tanpa terasa bulir bening menetes membasahi pipinya. Buru-buru ia menyeka air matanya yang tidak tahu diri tersebut. Baru kali ini dirinya meneteskan air mata hanya karena seorang wanita. Mengingat wanitanya itu pasti merasa telah ia sakiti beberapa hari ini.


"Aku merindukanmu, Sayang," Arkha berucap sembari menelusupkan wajahnya di tengkuk leher Kanaya. Menghirup aroma alami yang menguar di hidungnya. Arlha berlama-lama dalam posisi tersebut, seolah tidak akan puas jika hanya sebentar saja.


Lama kelamaan, Kanaya merasa terusik juga dengan tindakan jahil Arkha yang berniat membangunkannya. Karena besok pagi Arkha sudah harus kembali ke apartemennya sendiri. Tidak menutup kemungkinan lawannya itu menaruh seseorang untuk memata-matai dirinya.

__ADS_1


"Emmhh..." lenguh Kanaya pada saat Arkha memainkan pipinya. Lalu wanita ini malah berbalik posisi, tepat menghadap dirinya. Tangan Kanaya malah melingkar erat di tubuhnya.


Arkha tersenyum karena kekasihnya itu tak kunjung membuka matanya. Lantas ide jahil pun melintas di kepalanya.


Mendekatkan wajahnya, lalu membisikkan sesuatu yang ia yakini akan bisa membangunkan kekasihnya itu dari tidurnya.


"Sayang, jika kamu tak kunjung membuka mata dan tidak menyambut kedatanganku, maka aku akan melakukannya tanpa ijin darimu terlebih dulu," tepat setelah mengatakan itu, Arkha menempelkan bibirnya ke bibir Kanaya. Menggodanya dari luar, namun tetap saja wanita itu tak kunjung membuka mata. Hingga membuat Arkha sedikit heran dengan cara tidur wanitanya ini.


Tak kehabisan akal, Arkha menyentuh benda bulat yang ada di bagian depan tubuh wanita tersebut. Meremasnya lembut, dan diwaktu bersamaan ia juga menyesap lebih dalam lagi bibir yang selalu ia rindukan beberapa hari ini.


Hayoloh.... ngapain mereka nanti😂

__ADS_1


__ADS_2