Gadis Jebakan

Gadis Jebakan
Tugasnya Selesai


__ADS_3

Arkha terkesiap kaget pada saat mendengar Rudy yang berbicara seperti itu. Itu artinya mereka bukanlah pengikut Aldirck, melainkan anak buah Gladio. Tidak heran jika Arkha tidak mengenali Rudy, karena memang yang pernah bertemu dengan Arkha ialah Mario, asisten Gladio jika berada di kantor. Dan Rudy menjadi asisten Gladio jika pria tua itu sedang berada di dalam kediaman Burrack.


Bukan tanpa alasan Rudy menyamar sebagai tukang kebun. Selain hobi, dengan penyamarannya yang seperti itu akan dengan mudah mengecoh lawan keluarga Burrack. Karena seperti kebanyakan tukang kebun ialah orang yang paling lemah. Jadi mereka akan menempatkan profesi itu sebagai incaran pertama mereka. Karena tukang kebun itulah sang pemegang kunci yang ada di rumah majikannya.


"Jika sampai dia lenyap, maka Tuan Gladio akan sangat berterimaksih kepada anda, Tuan Arkha," ucap Rudy dengan muka yaang datar. Sangat berbeda sekali pada saat dia di rumah. Yang selalu tersenyum ramah kepada siapa saja yang datang ke kediaman Burrack.


"Tentu saja itu tidak akan terjadi, Tuan. Karena saya masih memiliki hati nurani. Biarkan Kakek Gladio saja yang menghukumnya. Karena bagian saya sudah selesai," ucap Arkha seraya menatap penuh arti kepada Aldirck. Tentu saja tatapan itu sangatlah menyeramkan bagi Aldirck. Karena pria yang kini duduk dengan santai di hadapan dirinya itu, bisa berubah kapan saja.


Mendengar hal itu, lantas Rudy mendekat le arah Aldirck. Dengan tatapan yang tajam, seolah siap menghunuskan pedangnya kapan saja kepada lawan yang ada di hadapannya sekarang ini. Rudy berjongkok demi mensejajarkan posisinya dengan pria yang tengah terikat di bagian kaki.

__ADS_1


Rudy mengangkat tangannya, menyentuh dagu Aldirck dengan sedikit menekannya. Sehingga membuat pria muda tang tak berdaya tersebut menatap tepat ke arahnya. "Kau sudah salah memilih lawan, anak muda," ucap Rudy dengan seringai terbit di bibirnya.


Senyuman yang diperlihatkan oleh pria yang sudah tidak muda lagi ini, tak sedikit pun membuat Aldirck gentar. Karena memang Aldirck belum mengenal tabiat Rudy yang sebenarnya.


"Tidak usah menunggu waktu lebih lama lagi, Tuan Rudy. Segera bawa dia pergi, jika kalian ingin bermain dengannya. Asal jangan biarkan dia meninggal dengan begitu mudahnya," ucap Arkha yang merupakan bagaikan bom di terlinga Aldirck.


"Tentu saja, Tuan Arkha. Kami diberi wewenang penuh atas bajingaan cilik ini. Lagian, anak buahku yang lain juga sudah melenyapkan anggotanya," kalimat terakhir yang diucapkan oleh Rudy sungguh mengejutkan Aldirck. Bagaimana bis pria ini tahu tentang keberadaan anggotanya yang tersembunyi.


Melihat Aldirck yang gelisah, membuat senyum terukir kembali di bibir pria paruh baya tersebut. "Kenapa? Apa kau berpikir darimana kami tahu keberadaan anggotamu?" Tanya Rudy dengan senyuman tertahan. "Sudah aku bilang, anak muda. Kau salah memilih lawan," lanjutnya kemudian mengangkat sebelah tangannya, memberi isyarat kepada anak buahnya untuk segera membawa Aldirck pergi dari sini.

__ADS_1


"Kalau begitu kami pamit dulu, Tuan Arkha. Sebentar lagi pasti Nona akan datang. Karena dia sangat mengkhawatirkan keadaan anda," pamit Rudy.


"Silahkan, Tuan Rudy. Saya berterimakasih kepada anda, karena telah membantu saya untuk membersihkan ini semua," balas Arkha yang kemudian menganggukkan kepalanya.


Lalu Rudy membawa paksa Aldirck pergi dari sana. Karena masih ada tugas yang belum ia selesaikan. Sementara itu Aldirck menatap Arkha dengan penuh kebencian. Sedangkan Arkha membalas tatapan Aldirck yang seperti itu dengan senyuman menyeringai.


Sepeninggal mereka semua, kini Arkha duduk di ruang santai yang terdapat di unit apartemen kekasihnya ini. Ia merasa lega, karena sudah melaksanakan pesan dari Keanu yang tidak memeperbolehkan Arkha membunuh sepupunya itu. Karena kini tugas mengeksekusi Aldirck sudah berpindah orang. Entah apa yang akan dilakukan oleh Rudy nantinya. Arkha sudah tidak memperdulikannya lagi. Karena tugasnya sudah selesai.


Karena lelah setelah beradu fisik dengan Aldirck tadi, Arkha membaringkan tubuhnya di sofa yang ada di ruangan itu. Menutup matanya dengan sebelah lengan tangannya. Ia ingin istirahat sebentar. Namun, sebelum sempat Arkha terlelap, datanglah seorang wanita yang langsung berhambur memeluk dirinya.

__ADS_1


__ADS_2