
Kanaya tidak tinggal diam saja. Ia tidak mau sampai pria ini mengambil apa yang selama ini ia jaga, meskipun sudah pernah ia berikan kepada Arkha. Namun Kanaya bukanlah gadis penganut pergaulan bebas yang dengan mudahnya melakukan hal seperti itu dengan sembarang orang, asal sama-sama merasa terpuaskan. Kanaya bukanlah gadis yang seperti itu.
"Kenapa terlalu bersusah payah seperti ini, Sayang? Sementara aku tahu jika kamu suda tidak suci lagi," ucap Aldirck dengan tatapan yang meremehkan.
Tatapan itu sangatlah menyeramkan di mata Kanaya. Benar apa yang dikatakan Aldirck, sekuat apa pun dirinya berusaha untuk melawan, namun tetaplah ia kalah tenaga dengan pri ini. Lantas haruskah dirinya berpasrah saja diperlakukan seperti binatang oleh mantan kekasihnya ini? Tidak! Kanaya tidak mau seperti itu.
"Aku tidak akan memaafkanmu jika sampai kau benar-benar melakukannya," Kanya berkata seraya menatap tajam ke arah Aldirck, meskipun sebenarnya dirinya juga takut jika Alrdirck benar-benar memperkosa dirinya.
"Memangnya kamu mau apa?" Ejek Aldirck seraya mengarahkan tangannya masuk lebih dalam lagi. Bahkan dengan sengaja Aldirck mengusap sedikit kasar bagian terdalam Kanaya dengan jemarinya dari luar kain yang membungkus area itu.
__ADS_1
Tentu saja hal itu membuat Kanaya memekik seketika. Namun, dengan segera Aldirck membungkamnya sembari masih tetap memainkan jemarinya di bawah sana. Lantas Kanaya mencoba meraih apapun yang bisa tangannya raih. Namun semua barang itu tidak benar-benr bisa ia pegang dan hanya malah jatuh ke lantai.
Pada saat yang bersamaan, dirinya mendengar sebuah suara pintu yang terbuka. Kanaya yakin jika orang yang datang itu adalah Arkha. Lantas ia dengan sengaja menjatuhkan barang yang ada di sebelahnya. Hingga menimbulkan suara yang bising. Berharap Arkha cepat menyadari keberadaannya sekarang ini.
Dan sesuai dugaan Kanaya, Arkha menyadari keveradaannya di saat mendengar suara langkah mengarah ke arah dapur. Dengan mengumpulkan tenaga yang masih tersisa, Kanaya menggigit serta memukul Aldirck dengan sangat kuat. Sehingga mau tak mau pria itu melepaskan pagutannya.
"SAYANG!!" teriak Arkha. Pantas saja dirinya merasa ada yang tidak beres. Ternyata kekasihnya ini berada dalam bahaya.
Tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi, lantas Arkha dengan sigap berllari ke arah Aldirck dan langsung menendang pria itu yang masih mengunci tubuh kekasihnya. Arkha bertambah geram di saat melihat tangan Aldirck yang sempat masuk ke dalam bagian terdalam kekasihnya.
__ADS_1
"Dasar, pria sialaaan!!" Pekik Arkha dengan amarah yang tidak bisa dia bendung lagi. Kali ini kesabarannya sudah habis. Lantas ia melayangkan sebuah pukulan lagi ke arah Aldirck, namun sayang. Pria itu kali ini menangkis pukulan dari Arkha.
"Memangnya kau bukan pria sialan?" Dengan mudah Aldirck menghempaskan tangan Arkha dari wajahnya. "Dengan keji kau menyiksa saudaraku hingga tewaas, apa kau lupa? Pria bajingaan!!" Bentak Aldirck menatap tajam ke arah Arkha. Ia juga melayangkan sebuah pukulan yang lebih keras ke bagian perut Arkha. Membuat Kanaya menjerit seketika. Karena tubuh Arkha sampai terpental ke belakang. Dengan cepat, Kanaya menolong kekasihnya itu untuk berdiri.
"Kak," lirih Kanaya sembari mengusap lembut perut Arkha yang kena pukulan dari Aldirck.
Arkha menggelengkan kepalanya. Isyarat bahwa dirinya tidak apa-apa. "Aku nggak apa-apa, Sayang," ucap Arkha seraya mengusap lembut satu sisi wajah Kanaya. "Kamu pergilah dari sini, agar aku bisa lebih leluasa bergerak. Jangan lupa, hubungi polisi dan Kakek Gladio. Tinggalah besama dia, aku ingin menyesaikan semua permasalahanku yang belum tuntas dengannya," pesan Arkha yang lebih terdengar seperti berbisik. Karena Arkha mengatakannya dengan nada suara yang sangat lirih. Hingga membuat Aldirck tidak sabar.
Maaf, ya. Sekarang jadwal update-nya lebih seringan sore sama malam🙏🏻
__ADS_1