Gadis Jebakan

Gadis Jebakan
Taruhan Cinta


__ADS_3

Sementara itu di sisi lain terlihat Arkha tengah memijat pelipisnya. Beberapa hari belakangan ini sangatlah menguras tenaga dan emosinya. Bagaimana tidak, Arkha harus dengan rela menjalankan peran yang sekarang ia mainkan demi menguatkan praduganya terhadap seseorang yang dengan sengaja ingin menghancurkan karirnya.


Meskipun ini bukan perusahaannya sendiri, tetapi Arkha sudah diberi kepercayaan oleh Darren untuk memajukan salah satu cabang perusahaannya. Mempercayakan semua tentang perushaan ini di tangan Arkha. Sesungguhnya cukup berat beban yang harus ia emban. Tidak seperti apa yang terlihat diluar.


Orang berpikir akan beruntung sekali menjadi dirinya. Bukan seorang ahli waris, tetapi dipercaya begitu saja oleh keluarga Elajar untuk memimpin sebuah perusahaan. Membuat beberapa sanak keluarga Darren iri kepada dirinya.


Namun, semua itu Arkha hiraukan begitu saja. Karena baginya yang terpenting adalah membuat Darren bangga kepada dirinya, dan tidak akan mengecawakan papa angkatnya tersebut. Dirinya juga tidak dirugikan dalam hal ini. Ia bisa menyerap ilmu berbisnis dari Darren, guna untuk mendirikan sendiri perusahaan yang sesuai dengan kemauannya.


"Apa kau masih ingin melanjutkan rencana ini?" Tanya Joshep yang tidak tega melihat Arkha tertekan seperti sekarang ini. Harus berpura-pura menjalin kasih dengan wanita yang tidak dia sukai, demi mengungkap tabir kebenaran dari semua permasalahan yang menimpanya.


Semua itu berawal dari lima hari yang lalu. Pada saat itu, Arkha dan Joshep secara khusus mendatangi tempat pemotretan yang berlangsung di kawasan kota Y. Merela berencana menemui langsung Lena Smith di tempat kerjanya. Karena manajer model itu sangat susah untuk Joshep hubungi.

__ADS_1


"Jam berapa dia selesai pemotretan?" Tanya Arkha pada Joshep saat mereka berjalan memasuki gedung yang menjadi tempat pemotretan Lena Smith kali ini.


"Kalau dilihat dari jadwalnya, sepertinya lima menit lagi pemotretannya selesai, Tuan," jawab Joshep seraya membuka kembali jadwal Lena Smith di tablet pintarnya.


"Kalau begitu, kita harus bergegas menemuinya sebelum dia pergi dari sini," ujar Arkha kemudian.


Mereka merasa ada yang janggal di sini. Kenapa manajernya Lena susah sekali di hubungi. Padahal sebelumnya wanita itu sangatlah loyal kepada mereka. Mau membantu mereka jika mereka tidak menemukan model yang cocok untuk produk mereka. Meskipun jadwal Lena padat sekalipun.


"Iya, Tuan," kemudian mereka masuk ke dalam lift untuk menuju lantai lima, dimana berlangsungnya pemotretan itu terjadi.


Tidak lama berada di dalam lift, mereka keluar untuk kemudian menuju ruangan yang dijadikan pemotretan. Namun, pada saat mereka baru melangkahkan kakinya, tanpa sengaja mereka melihat orang yang sangat mereka kenal.

__ADS_1


Karena penasaran, Arkha memutuskan untuk mencuri dengar pembicaraan mereka dari jarak lebih dekat lagi tanpa diketahui oleh mereka. Detik berikutnya tangannya mengepal pada saat mendengar dengan jelas apa yang sedang mereka bicarakan.


"Ternyata begini cara mainnya," gumam Arkha menahan geramnya. Ingjn sekali ia menghampiri orang itu dan melayangkan pukulannya.


"Bagaimana selanjutnya, Tuan? Apa kita masih tetap memakai Nona Lena untuk menjadi model kita? Lalu apa yang akan kita lakukan pada mereka?" tanya Joshep yang juga merasa geram kepada orang yang sedang ia intai.


"Kita ikuti saja permainan mereka. Kita akan bersikap seolah memohon pada Lena untuk menjadi model kita, dan pada saat waktunya tiba. Aku akan memanggil Kanaya untuk menjadi model kita yang sesungguhnya. Meskipun kita nanti akan melalui sedikit halangan yang menanti kita di depan mata. Terlebih lagi ini mempertaruhkan hubunganku dengan Kanaya," ujar Arkha.


Situasi seperti ini tidak pernah sekalipun terbayang dipikiran Arkha. Maka dari itu, ia tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan. Mengikuti alur permainan dari lawan, dan mencari kelemahan lawan adalah pilihan yang tepat saat ini.


"Maafkan aku, Sayang. Mungkin setelah ini aku akan menyakiti perasaanmu," gumam Arkha mengepalkan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2