
De dan Cyara masuk ke dalam ruangan Andrew, dan ternyata Clarissa masih ada di sana. Saat itu Andrew sedang disuapi oleh Clarissa, membuat Cyara mengulum senyum. Dia terus menggandeng tangan De, hingga mereka berdiri tepat di sisi brankar.
Melihat siapa yang datang, Andrew langsung mengangkat wajahnya, dia melihat Cyara yang tersenyum ceria, juga kedua tangan yang saling bertaut itu.
Andrew langsung menghentikan kunyahannya, menatap sepasang kekasih yang baru saja resmi jadian. "Cia, apa maksudnya?" tanya Andrew to the point, dia bahkan menunjuk sesuatu yang sedang dia tanyakan.
Cyara semakin melebarkan senyum, dia melepaskan genggaman tangan De, lalu berdiri di sisi tubuh Andrew. Dia bergelayut manja di lengan ayahnya sambil berkata. "Kenalkan, itu pacarku Daddy, calon menantumu." terang gadis manis itu, De langsung tersenyum malu-malu saat Cyara memperkenalkan dirinya pada Andrew.
Dia persis remaja yang baru saja mengenal kata cinta.
Mendengar itu, Clarissa pun turut merasa bahagia, karena akhirnya mereka berdua berhasil mengungkapkan perasaan satu sama lain. Dia sangat yakin, Cyara akan sangat beruntung karena memiliki seseorang seperti De di hidupnya.
Andrew langsung menatap De dengan bola matanya yang membulat sempurna. Jadi benar, ada sesuatu di antara dokter tampan itu dengan putrinya. Akan tetapi Andrew merasa tidak percaya. "Cia, jangan bicara yang tidak sopan. Cepat minta maaf!"
Bukannya merasa bahagia karena anak gadisnya sudah memperkenalkan sang pacar, Andrew malah menganggap Cyara sedang berbohong. Sebab tidak mungkin orang seperti De mau dengan putrinya yang pecicilan.
Cyara langsung mencebikkan bibir melihat reaksi Andrew. Kenapa ayahnya malah bicara seperti itu?
"Ish, Daddy ini yang bicara apa?! Jelas-jelas dia adalah pacarku, iya 'kan, Poo?" Cyara meminta dukungan dari De, agar Andrew percaya bahwa mereka memang benar-benar pacaran.
__ADS_1
"Aaa—"
"Tidak usah mengikuti kemauan anak ini, Dok, dia memang suka kurang ajar. Tolong maafkan dia yah."
"Tapi saya memang pacar anak anda, Tuan, hari ini kami baru resmi jadian," ujar De, memperkenalkan dirinya pada sang calon mertua. Bahkan De langsung membungkukkan badan dan menyalimi tangan Andrew dengan sopan. "Maaf, Tuan, kalau saya lancang, tapi saya juga berniat untuk menjadikan Cyara istri saya."
Tak hanya Andrew yang menganga, tetapi Clarissa juga melakukan hal yang sama. Dada Andrew terasa sesak mendengar itu semua. Apa yang sudah dilakukan oleh Cyara saat dia koma, sampai-sampai gadis itu bisa mendapatkan pria yang begitu sempurna di matanya.
"Dokter De, apa anda sedang bercanda?" tanya Andrew dengan terbata, dia terus menelan ludah, sementara otaknya berpikir keras kenapa bisa, kenapa bisa?
De tersenyum tipis dan memasang wajah serius, tidak ada tanda-tanda bercanda yang terbaca. "Tidak, Tuan, saya benar-benar ingin meminang Cyara, kalau boleh secepatnya."
Glek!
"Tuan, tapi apa anda tidak salah? Cyara itu tidak seperti yang ada dalam bayangan anda."
"Memangnya Tuan Andrew tahu apa yang saya bayangkan?"
"Tidak juga, tapi—"
__ADS_1
"Daddy! Kenapa berbelit-belit sekali? Cia itu sudah besar, sudah bisa jadi istri. Asal Daddy tahu, aku juga sudah pandai berciuman, iya 'kan, Poo?" Lagi-lagi Cyara meminta dukungan dari De. Kini pria itu yang terlihat gelagapan, dia sedikit memejamkan matanya dengan kepala yang mendadak pusing, kenapa juga Cyara menyebutkan bagian itu.
"Berciuman? Berciuman dengan siapa kamu?" tanya Andrew dengan mata yang memicing, selama ini Andrew tidak pernah melihat Cyara dekat dengan seorang pria. Mana mungkin Cyara melakukan hal-hal seperti itu, sebab dia benar-benar menjaga putrinya.
"Tentu saja dengan—"
Hap! Tangan De lebih dulu hinggap di mulut Cyara. Jangan sampai gadis itu berbicara yang tidak-tidak tentang mereka. Mau ditaruh di mana wajahnya kalau Andrew sampai tahu?
"Tuan Andrew, saya dan Cyara benar-benar berpacaran, saya ingin mengajaknya menikah. Jadi, maksud dan tujuan saya datang untuk meminta restu anda," ucap De untuk mengalihkan pembicaraan mereka.
Pria itu melirik Cyara, dan memberi kode agar tidak bicara sembarangan. Gadis cantik itu mengangguk kecil, dan entah kenapa interaksi itu terlihat menggemaskan. Dari sana, akhirnya Andrew percaya bahwa Cyara tidak berbohong.
"Baiklah, Dokter De, jika anda memang benar-benar mencintai putri saya, saya tidak bisa melarangnya, aku merestui kalian, memangnya kapan rencana kalian menikah?"
Mendengar itu De langsung tersenyum lega. "Secepatnya."
*
*
__ADS_1
*
"Besok juga tidak apa-apa," timpal Cyara.