Gadis Kecil Om Dokter

Gadis Kecil Om Dokter
Aku Mencintaimu


__ADS_3

Setelah acara makan malam itu selesai, De membawa Cyara untuk mengelilingi mansion milik keluarganya. Pria berjambang lebat itu senantiasa menggandeng tangan kekasihnya hingga mereka sampai di tepi kolam renang.


De menatap ke arah Cyara, dia sedikit merapikan surai kecoklatan gadis itu dan menyelipkannya di belakang telinga, sementara pucuknya bergerak lembut karena tertiup angin.


Cyara semakin tersipu, dia tersenyum tipis dan membiarkan De melakukan apa yang dia suka.


"Apa kamu merasa senang malam ini?" tanya De, Cyara yang semula menunduk kini mengangkat wajahnya. Dia sedikit mengusap lengan karena merasa kedinginan.


Malam itu Cyara memang memakai baju tanpa lengan, alhasil pori-pori kulitnya tertampar dinginnya udara malam.


De yang paham akan hal itu segera membuka jas lalu memakainya di tubuh mungil Cyara. Hingga kedua bahu mulus itu tenggelam tertutup kehangatan yang De berikan.


"Tentu saja aku senang, gadis mana yang tidak senang saat dikenalkan pada keluarga pacarnya?" Cyara lantas balik bertanya, dia melihat De yang tersenyum, terlihat sangat cerah seperti rembulan yang menggantung di atas sana.


Cyara suka melihatnya.


"Benar juga, maafkan mereka yang kadang asal bicara, jangan diambil hati mereka memang suka bercanda," timpal De, dia mengusap pipi Cyara menggunakan ibu jarinya.


Gadis itu terlihat cantik sekali malam ini, bahkan De hampir tidak mengenali sosok yang ada di hadapannya. Di mata pria itu, Cyara berubah menjadi sosok wanita dewasa, dan itu semua membuat getaran di dadanya semakin menggila.

__ADS_1


"Kamu cantik malam ini, aku suka." De sudah mengapit dagu runcing Cyara di antara ibu jari dan jari telunjuknya.


Pipi gadis itu semakin bertambah memerah, dia membuang pandangan matanya ke sisi lain, yang penting dia tidak bersitatap dengan pria di hadapannya.


"Jangan menatapku seperti itu!" cetus Cyara, De semakin maju ke depan, satu tangannya meraih pinggang Cyara hingga tubuh mereka menempel satu sama lain.


"Kenapa?"


"Itu tatapan mesyum!"


Cyara sedikit menekan dada De lalu melengos, tetapi cengkraman di dagunya malah semakin terasa kuat. Dia bisa mendengar pria berjambang lebat itu terkekeh, entah menertawakan apa.


"Bukankah kamu menyukainya? Dulu, pertama kita bertemu kamu yang selalu punya cara untuk mendekatiku, dan sekarang, aku juga punya cara untuk selalu ingin dekat denganmu." De semakin merapatkan tubuhnya, Cyara reflek mundur, tetapi sialnya heels di kakinya menyangkut pada dress yang dia kenakan.


"Katakan kamu mencintaiku," pinta De, karena dia memang belum mendengar kalimat itu dari bibir Cyara.


Gadis itu selalu menyatakan cinta menggunakan sebuah teka-teki yang terkadang membuat De tidak mengerti, dan sekarang dia ingin mendengar sejelas-jelasnya bahwa Cyara pun mencintainya.


"Katakan atau aku akan menciummu di sini!"

__ADS_1


Cyara mengulum senyum, De selalu saja pandai mengancam. Gadis cantik itu menggerakkan satu tangannya untuk mengusap pipi De yang berbulu. "Aku mencintaimu, sangat mencintaimu."


Kemudian Cyara sedikit mengangkat kepalanya dan memberanikan diri untuk mencium De lebih dulu. Sebuah candu yang tidak ada duanya, gadis itu menyesap bibir De atas bawah seperti yang dilakukan De kepadanya.


De sedikit tertegun, karena Cyara mulai bisa berinisiatif bahkan kini membuainya dengan ribuan kenikmatan sebelum puncak nirwana mereka tuai bersama.


Tak ingin hilang kesempatan, De langsung membalas ciuman Cyara, berulang kali dia memutar wajah untuk memperdalam lumatannnya. Hingga secepat waktu berlalu dia mengangkat tubuh Cyara, membawa gadis itu duduk di gazebo.


Dia menahan satu kaki dan tangannya agar tidak menindih tubuh Cyara, sementara gadis itu menekuk kedua lengan, seiring De yang terus memberikan serangan.


Mereka terus seperti itu, hingga dikejutkan oleh sebuah suara, yang sangat familiar di telinga De.


"Ehem! Iklan lewat ...."


Setelah mengatakan itu, Choco langsung menarik lengan Clarissa untuk kabur dari sana, sebelum De berubah menjadi ular derik yang ekornya bersuara.


*


*

__ADS_1


*


Minta diapain, Bang kakak lu? 🙄🙄🙄


__ADS_2