
Huwek!
Suara itu terus mengudara. Zoya segera menyusul Ken, sementara Cyara menjadi panik, apa karena dirinya sang calon ayah mertua jadi muntah-muntah?
"Aduh, Om, bagaimana ini? Apa semua itu gara-gara aku?" tanya Cyara pada De, raut wajahnya ketakutan. Takut Ken tidak bisa menerima dirinya, lain dengan Zoya yang terlihat sangat ramah. Bagaimana jika akhirnya dia diusir dan dilarang menjalin hubungan dengan De? Apakah mereka harus menyerah bahkan sebelum memulai?
De menarik tubuh Cyara untuk dipeluknya. "Tenang saja, Daddy memang suka seperti itu."
"Benarkah? Om tidak bohong? Tapi Daddy-nya Om sakit apa? Kenapa bisa seperti itu?" tanya Cyara dengan menengadah, sementara telinganya terus mendengarkan Ken yang masih berusaha mengeluarkan isi perutnya.
"Dia tidak sakit, hanya—" De malah menggaruk kepalanya, malu sendiri untuk mengatakan bahwa dia akan memiliki adik.
"Hanya apa?" tuntut Cyara.
"Mommy sedang hamil, mereka mengalami kehamilan simpatik sehingga Daddy dapat merasakan apa yang Mommy rasakan, termasuk tentang mual-mual," jelas De dengan bahasa yang sederhana agar calon istrinya yang cukup lola ini mengerti.
Cyara melebarkan kelopak matanya. "Om mau punya adik?"
"Hem, kembar."
"Kembar?"
__ADS_1
De mengangguk sambil membuang wajah. Dia juga tidak mengerti, kenapa di usianya yang sudah dewasa ini, malah harus memiliki adik. Kenapa tidak dari dulu saja, supaya terdengar lebih masuk akal.
"Jadi sekarang Mommy Om sedang hamil? Kakak ipar Om juga hamil? Nanti kalau kita menikah, aku juga hamil." Cyara tersenyum tipis, "kenapa terdengar menggemaskan, perut kita nanti bisa besar bersama, melahirkan bersama, dan bermain bersama—ah, lucu sekali membayangkannya." Cyara malah berceloteh, yang membuat De tak dapat membayangkan akan seramai apa mansion ini, sebab adik kembarnya— El pun bisa diprediksi akan hamil dalam waktu dekat.
"Tidak-tidak, kita tunda saja hamilnya, kamu jangan hamil dulu."
"Lho kenapa?"
"Pokoknya jangan!"
"Kok begitu, Om tidak ingin punya anak dari Cia?"
"Bukan seperti itu, lagi pula kita belum menikah, mana bisa tiba-tiba hamil."
"Sudah, jangan membayangkan yang aneh-aneh," tukas De sambil menyentil dahi Cyara, membuat bibir gadis itu mengerucut. Dia kan sedang merancang masa depan, De malah menghancurkan imajinasinya.
Sementara di dalam kamar mandi, Ken masih merasa mual-mual. Padahal mulutnya tidak mengeluarkan apapun, hanya saja Ken merasa perutnya seperti diaduk-aduk saat mencium aroma tubuh orang lain.
"Baby," panggil Ken dengan suara lirih, dia semakin merasa lemas, karena susah sekali mendapat asupan. Bahkan semenjak mual-mual wajah pria itu berubah pucat dengan sorot mata kuyu. Seperti tidak memiliki gairah hidup.
"Aku minta De untuk infus saja yah, kamu terlihat pucat sekali, Sayang."
__ADS_1
Zoya memeluk kepala Ken yang kini bersandar di dadanya. Di saat seperti ini hanya bersama Zoya yang membuat pria itu tenang. "Singkirkan orang-orang itu dari kamar kita, Baby."
"Hei, dia itu calon menantu kita lho, dia pasti salah paham karena melihat kamu yang seperti ini, nanti aku bantu De untuk menjelaskan."
"Menantu? De benar-benar menyukai seorang wanita?"
"Kamu ini bicara apa sih, Dad? Tentu saja dia masih menyukai seorang wanita. Dia manis, sepertiku waktu masih muda."
Ken sedikit menengadah, lalu mengusap pipi Zoya. "Sampai sekarang pun kamu masih terlihat manis, tidak ada yang bisa menandinginya."
Mendengar itu, Zoya sontak terkekeh kecil. "De dan Cyara benar-benar terlihat seperti kita. De itu kamu versi muda."
"Memangnya sekarang aku sudah tua?"
"Tidak, priaku hanya matang, ya matang dari dulu." Zoya terkekeh lagi, hingga membuat Ken mengulum senyum. Dia mencoba menegakan tubuhnya, dan yang dia lakukan adalah merampas bibir wanita hamil itu.
Seolah menjadi sumber kekuatan, Ken menyesapnya tak habis-habis. Sudah cukup lama mereka tidak bercinta, karena kondisinya yang seperti ini, dia masih cukup waras dengan tidak meminta Zoya untuk memegang kendali di saat banyak resiko di kehamilan wanita itu.
Tangan Ken mulai merayap, untuk menyentuh buah kesukaannya. Dan pemandangan itu tidak lepas dari kedua pasang mata yang berdiri di ambang pintu. Awal ingin melihat keadaan Ken, mereka malah dikejutkan dengan adegan yang terlihat sangat transparan itu.
"Jangan lihat, kita langsung praktek saja!" bisik De sambil menutup mata Cyara.
__ADS_1
***
Betul, Om, yuk praktek sama ngothor 😌😌😌