
Satu tahun kemudian.
Hari ini tepat pernikahan antara Bizard dan kekasihnya yang bernama Joana. Pernikahan itu akan diadakan di gedung milik Tan Group. Dan rencananya, Cyara dan De akan langsung berangkat dari rumah.
Cyara bangun pagi-pagi dan langsung membangunkan sang suami, tetapi De yang terlihat nyenyak, susah sekali untuk membuka matanya.
"Poo, ayo bangun dong! Nanti kita terlambat. Apa kata Mommy nanti!" ketus Cyara, sudah kesal setengah mati pada suaminya.
"Sebentar lagi, Moo. Aku masih mengantuk. Kamu tidak ingat semalam kita tidur jam berapa?" tanya De, menelungkupkan wajah ke dalam bantal. Dia mencoba mengingatkan Cyara, tentang percintaan mereka semalam. Benar-benar tidak ingat waktu!
"Ish, itu salah kamu, Poo! Sudah aku bilang jangan terlalu lama, kamu malah tidak mau mendengarkan aku. Pokoknya aku tidak mau, cepat bangun, atau aku tinggal!"
Blash!
Mendengar ancaman Cyara, De langsung terduduk, menatap dengan bola mata sayu. Bibirnya mencebik karena sedikit kesal. "Kenapa pakai ancam-mengancam segala sih. Iya-iya aku bangun—" De beranjak dari ranjang. Kemudian tanpa diduga, dia mengangkat tubuh Cyara dan melangkah dengan tubuh telanjangnya. "Tapi satu kali lagi yah."
Ah, sial! Meronta pun rasanya percuma. Cyara hanya bisa mendelikkan mata dan masuk ke dalam kamar mandi bersama dengan suaminya.
"Poo—ah!" Niat ingin memarahi De, dia malah mendesaah. Dia mencengkram kuat bahu De, kemudian membiarkan pria itu kembali menguasainya.
Kini tak hanya orangnya yang bangun, ularnya pun ikut-ikutan berdiri tegak dan terus menghujam tubuh Cyara. Hingga kurang lebih satu jam mereka berada di dalam kamar mandi, mereka pun keluar dengan kain yang melilit tubuh masing-masing.
__ADS_1
Cyara terus menggerutu, sementara De hanya terkekeh puas, karena berhasil menaklukkan kembali istri kecilnya.
Cyara melangkah ke arah lemari, mengambil baju yang sudah disiapkan dari jauh-jauh hari. Warna pastel, senada dengan keluarga suaminya. Dari yang tua sampai yang muda, semuanya memakai baju satu warna.
"Bibirnya jangan manyun terus dong, Moo." De kembali menggoda Cyara saat gadis itu mengancingkan baju kemejanya.
"Jangan berisik! Aku sedang kesal padamu."
De terkekeh, kemudian mengecup bibir Cyara beberapa kali.
"Jangan kesal-kesal, nanti wajahmu cepat tua. Bisa-bisa kita terlihat sama."
De tidak marah, dia malah merengkuh pinggang istrinya dari belakang. "Tapi percayalah, sekalipun kamu tua, aku akan tetap cinta. Pokoknya cintaku hanya untuk Cyara."
Sial, bibir Cyara malah berkedut, dan pipinya langsung mengeluarkan semburat merah. Tak ingin De tahu bahwa dia tersipu, Cyara langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan.
De terkekeh lagi, kemudian dia meninggalkan kecupan di puncak kepala Cyara. Baru setelah itu dia melepaskan istrinya.
Cyara bisa bersiap-siap dengan tenang. Wajah Cyara terlihat bertambah dewasa karena polesan make up, tetapi tetap saja masih ada kesan imutnya. Apalagi jika sudah bersanding dengan De, yang suka sekali memelihara jambang, seperti pak tua.
"Sayang, aku sudah siap," ucap Cyara, menemui suaminya yang sedari tadi duduk di sofa.
__ADS_1
"Baiklah, kita langsung berangkat," balas De, dia mengulurkan tangannya pada Cyara, tanpa menunggu lama Cyara menggapainya, mereka saling menggenggam dan keluar kamar.
Tepat di anak tangga terakhir, mereka berdua bertemu dengan Clarissa dan Andrew yang sudah bersiap-siap juga.
"Wah, kompak sekali kita," ucap Andrew yang membuat semua orang tersenyum.
"Benar, Dad. Kalau begitu kita langsung saja masuk ke mobil," timpal De, Andrew mengangguk, lalu mereka semua melangkah keluar rumah.
Mobil yang akan De pakai sudah dipanasi, sehingga dia tidak perlu menunggu lagi. De langsung menyalakan mesin, kemudian membawa kendaraan roda empat itu membelah jalan raya. Menuju gedung Tan Group.
Pukul 8 kurang beberapa menit, mereka semua sudah sampai di lokasi pernikahan. De turun dan mengandeng tangan Cyara untuk menemui keluarganya.
Keluarga yang sangat terlihat sangat heboh, karena ada 8 anak kecil di dalamnya. 2 anak Ken dan Zoya, 2 lagi anak Aneeq dan Jennie. Sementara yang 4 anak El dan Caka.
Astaga! Entah bagaimana ramainya mansion kedua orang tuanya.
"Ah, sayang, mereka terlihat sangat menggemaskan," ucap Cyara dengan tersenyum sumringah. Dan De hanya bisa pasrah, saat Cyara beralih menarik lengannya.
***
Wkwk gue balik lagi ke lapak Abang De, biar lu lu pada nggak bingung🤣🤣🤣
__ADS_1