Gadis Kecil Om Dokter

Gadis Kecil Om Dokter
Tanganku Sakit


__ADS_3

"Ini apa?" gumam Cyara sambil memegang pergelangan tangan De. Membuat pria berjambang lebat itu terperangah.


Mata gadis itu perlahan terbuka, De yang sudah kelabakan ingin menarik tangannya. Namun, terlambat, Cyara lebih dulu melihat kelakuan pria yang ada di sampingnya, sorot mata Cyara turun ke bawah dan detik itu juga Cyara berteriak kencang.


"Argh! Apa yang Om lakukan?"


Akibat terlalu terkejut gadis cantik itu reflek menghindar tanpa memperhatikan sekitar. Dia tidak ingat, bahwa sekarang mereka berada di atas brankar, alhasil Cyara terguling dan akhirnya jatuh ke lantai.


Bugh!


"Aw!" jerit Cyara merasakan anggota tubuhnya yang terasa sakit. Sementara De hanya bisa menganga, dia menatap telapak tangannya nanar, apa? Apa yang sudah dia lakukan?


Sial! Pasti telinganya memerah sekarang.


"Om, kenapa diam saja? Tolong aku!" ketus Cyara, dia merasa pinggangnya yang ingin patah. De yang mulai sadar, akhirnya turun lalu menghampiri gadis cantik itu.


Tak ingin disalahkan De langsung saja menjelaskan. "Kamu jangan salah paham, tadi ada binatang yang masuk ke tubuhmu. Sebagai Dokter bukankah aku harus sigap membantu seseorang yang membutuhkan pertolongan."


Ha! Apa katanya?


"Apakah binatang itu berlari sangat cepat sampai tangan Om tidak dapat mengejarnya?" tanya Cyara dengan kening mengernyit. Tubuhnya sudah setengah terbangun, satu tangannya memegangi pinggang.


Glek! De menelan ludah dengan kasar. Mata pria itu mencari objek lain untuk mengindari tatapan mata Cyara. "Bukan seperti itu, tapi bajumu menghalangi pandanganku. Mana bisa aku mengambilnya dengan cepat."


"Tapi —" Cyara malah terdiam. Benar juga apa yang dikatakan oleh De. Binatang itu masuk dan otomatis De tidak akan bisa melihatnya. Jadi, kemungkinan De merasa kesulitan untuk mengambilnya, alhasil tangan pria itu berlabuh di dadanya tanpa sengaja. Ya, De pasti tidak sengaja.

__ADS_1


"Maksudnya Om tidak sengaja?"


Mendengar itu, De langsung menganggukkan kepala.


"Baiklah, aku percaya Om tidak melakukan apa-apa, sekarang bantu aku bangun," ucap Cyara seraya mengulurkan kedua tangannya, dan De langsung bernafas dengan lega. Untung saja Cyara mudah dia bodohi.


Pria itu akhirnya membantu Cyara, dan mendudukkan gadis itu di sofa. "Makanya kamu jangan berpikir macam-macam. Tapi—apa memang sekecil itu?"


Cyara langsung mendelik.


***


Setelah membersihkan diri, De kembali ke ruangan Andrew di mana Cyara berada. Dia ingin mengajak gadis cantik itu untuk sarapan bersama.


Dua porsi bubur ayam sudah ada di tangannya. De melangkah dengan sedikit ulasan senyum. Begitu sampai di tempat yang dia tuju, dia lebih dulu mengetuk pintu, tanpa menunggu lama, dia sudah diizinkan masuk.


"Aku membawa sarapan untukmu, kita makan bersama."


De menaruh dua porsi bubur di atas meja lalu membukanya. Dia menyiapkan itu semua sementara Cyara hanya mampu bergeming sambil memperhatikan wajah tampan De.


"Untukmu," ucap De sambil menggeser satu porsi bubur. Namun, Cyara malah bergeming, membuat De mau tidak mau harus bertanya.


"Kenapa? Tidak suka?"


Cyara menggeleng kecil. "Bukan, tapi tanganku sakit."

__ADS_1


"Sakit? Kenapa tanganmu bisa sakit?" tanya De sedikit menunjukkan raut cemas. Dia ingin meraih tangan Cyara, tetapi jawaban gadis itu malah membuatnya menahan tawa.


"Kan tadi jatuh, Om harus tanggung jawab sama aku."


"Tanggung jawab apa maksudnya?"


"Tangan aku sakit, aku jadi tidak bisa makan."


Cyara pura-pura mengeluh. Sementara De mulai merasa gemas.


"Jadi intinya?"


De tidak mau menebak, dia mau mendengar langsung apa yang diinginkan oleh Cyara. Gadis cantik itu menggigit bibir, lalu sedikit menundukkan kepala.


"Suapin," lirihnya.


Dasar Kucing Dekil.


Andai dia tidak tahu malu, pasti Cyara sudah habis disantapnya. Namun, dia masih cukup waras, hingga selalu menjaga imagenya di depan gadis cantik itu. De hanya menarik sudut bibirnya menahan tawa. Lalu mulai mengaduk-aduk bubur di tangannya.


"Buka mulutmu!"


Mendengar itu, Cyara langsung mengangkat kepala dan tersenyum sumringah. Bahkan tanpa malu-malu lagi dia membuka mulutnya lebar-lebar untuk menerima suapan dari De.


***

__ADS_1


Gue juga pengen disuapin😩😩😩



__ADS_2