
Di meja makan hanya ada mereka berempat, yaitu De, Cyara, El dan Zoya. Ken yang masih mual-mual tidak bisa turun untuk ikut bergabung, sementara Jennie sudah meluncur ke perusahaan Aneeq, sebab ingin makan bersama dengan suaminya.
Keinginan si jabang bayi katanya.
De duduk bersebelahan dengan Cyara, sementara Zoya di ujung dengan El yang berada di sampingnya.
"Cia, maafkan suami saya, dia tidak bermaksud untuk menolak kehadiran kamu. Hanya saja, dia sedang mengalami kehamilan simpatik, jadi dia sangat sensitif dengan aroma tubuh orang lain," ujar Zoya menjelaskan kejadian yang cukup tidak menyenangkan itu.
Dia takut kalau Cyara berpikir macam-macam, apalagi sampai berpikir bahwa Ken adalah orang tua yang egois terhadap pilihan anaknya. Tidak, Ken hanya sedang dalam fase trimester pertama, andai saja tidak, pria itu mungkin sudah menggoda De karena berani mengenalkan seorang wanita.
"Tidak apa-apa, Tante, lagi pula Om sudah menjelaskannya pada—"
Prank!
Sendok di tangan El dan Zoya jatuh berbarengan mendengar panggilan Cyara pada De. Sungguh, mereka tidak salah dengar? Cyara memanggil sang calon suami dengan sebutan 'Om'
"Dia benar-benar memanggilmu om?" tanya El dengan bola mata membulat dan mulut yang sedikit terbuka. De hampir saja tersedak, karena ikut merasa terkejut, dia langsung menyambar air putih yang ada di meja, dan meminumnya hingga tandas.
Mereka belum sempat bersepakat untuk merubah panggilan. Sial, kenapa juga De tidak kepikiran. Dia terlihat gelagapan, sementara wajah Cyara sudah pias hanya karena memikirkan jawaban atas pertanyaan spontan itu.
__ADS_1
"Itu panggilan sayang kami, lagi pula tidak ada yang salah. Lalu kenapa kalian terkejut seperti itu?" jawab De sekenanya. Dia melirik Cyara yang tersenyum kikuk, pasti gadis itu merasa bersalah karena keceplosan.
"Panggilan sayang? Aku tidak percaya, itu pasti karena kamu terlihat tua, iya 'kan?" ledek El dengan tersenyum menggoda.
Mendengar itu, De langsung memicing, sementara Cyara semakin menelan ludahnya. Duh, gara-gara dia dua wanita berbeda generasi itu jadi berpikir yang tidak-tidak.
"Jangan bicara sembarangan kamu! Ini pasti karena kamu tidak memiliki panggilan sayang dengan Caka, makanya iri melihat kita," ketus De, ingin membuat El berhenti membahas panggilan Cyara kepadanya.
"Mana mungkin, bahkan sejak kecil aku sudah membuat panggilan khusus untuk suamiku, Kak Caca," ujar El menimpali ucapan sang kakak, dia tidak akan mengalah sebelum De merasa kesal meladeni tingkahnya.
"El ...." Zoya memperingati putrinya itu, walaupun dia juga merasa penasaran, kenapa Cyara memanggil De seperti itu, bukankah sepasang kekasih harusnya memanggil dengan panggilan sayang.
El terkekeh geli melihat De yang marah-marah. Bukannya merasa takut, dia malah semakin bersemangat untuk menggoda kakaknya.
"Kakak ipar, cepat katakan apa alasanmu memanggil dia Om, benarkan tebakanku, pasti karena dia tua, iya 'kan? Cepat jawab," tanya El dengan merenges, dia semakin memajukan wajahnya dan tersenyum lebar, merasa puas dapat mengerjai pria yang selevel dengan suaminya itu.
"Aaa." Cyara sudah mangap, tetapi De malah bangkit dari kursi dan melangkah cepat ke arah El. Begitu sampai dia langsung menjewer telinga adiknya itu, hingga El sedikit mengangkat bokonggnya.
"Kalau kamu bicara sembarangan lagi, telinga ini akan putus!"
__ADS_1
"Aduh, aduh, Mommy, kenapa dia jadi emosian seperti ini? Apa karena efek jatuh cinta?" keluh El meminta bantuan sang ibu, Zoya hanya menghela nafas dengan geleng-geleng kepala.
"De!"
"Tidak, Mommy! Mulut dia ini perlu diberi filter supaya tidak bicara sembarangan!"
Melihat itu Cyara dibuat panik, dia merasa bersalah karena membuat kakak beradik itu berdebat, "Om, lepaskan adikmu, kenapa kamu tidak mengakuinya saja, kan aku memanggilmu seperti itu karena wajahmu memang terlihat dewasa."
Mendengar pengakuan Cyara, bukannya membuat El memohon ampun, dia malah semakin tergelak. Sementara De bertambah melotot.
"Aku hanya bilang kamu dewasa, bukan tua," jelas Cyara melihat tatapan De yang tak biasa.
"De, sudah! Ayo lanjutkan makan siangnya, malulah sama Cyara, hanya karena panggilan kalian sampai ribut seperti ini!" kata Zoya dengan nada yang cukup tinggi, hingga membuat De secara reflek melepaskan telinga El.
Wanita itu langsung mengelus dada, dan memberi jempol pada Cyara. Sementara Zoya kembali geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak wanitanya.
***
Jadi panggilannya apa dong yang cocok? Yuk reader uler-uleran bantu jawab😌😌😌
__ADS_1