Gadis Kecil Om Dokter

Gadis Kecil Om Dokter
Ini Namanya Peka


__ADS_3

Austin sudah dibawa oleh pihak yang berwajib. Pria itu terus menggeram, merasa sangat kesal karena dia telah dibohongi semua orang. Ternyata Winda telah bersekutu dengan pria yang sangat dia benci itu, dari awal pertemuan mereka, Austin memang sudah tidak suka dengan Aneeq.


Seolah memiliki firasat buruk. Dia tidak ingin berurusan dengan Aneeq, dan sekarang semuanya terbukti sudah, dia telah kalah.


"Sialan! Tunggu saja pembalasanku!" ucap Austin, dia terus diseret untuk keluar. Semua orang memperhatikannya dengan tatapan penuh tanda tanya. Namun, entah kenapa mereka malah merasa lega. Seolah terbebas dari satu jeratan yang mengikat di tubuh mereka.


Sementara di ruangan rapat, semua orang tampak masih berkumpul. Cyara melihat ke arah Aneeq yang tampak bicara dengan sorot matanya, sebelumnya mereka telah membicarakan ini semua, tentang jabatan sementara selama Andrew koma, karena Cyara belum mengerti apapun tentang dunia perusahaan, maka akan diadakan pemilihan.


Dan setelah Andrew sadar serta dapat beraktivitas seperti biasa. Semua jabatan itu akan dikembalikan sesuai dengan surat perjanjian yang akan disepakati hari ini juga.


"Tuan dan Nyonya, mari lanjutkan rapat, ada beberapa yang akan dibahas oleh Nona Cyara, selaku pewaris tunggal RY Group," ucap Aneeq, dia juga mempersilahkan pengacara Andrew untuk ikut bergabung.


Lalu di mana De? Pria itu sedari tadi hanya bisa menonton dengan berdiri di sebelah pintu, dia terus tersenyum sepanjang Cyara bicara. Di mata De, Cyara tidak lebih dari seekor kucing manis yang tengah melawan musuhnya.


Mau segarang apapun, tetap saja terlihat menggemaskan.


Kamu sama sekali tidak cocok jadi singa, kamu lebih cocok jadi kucing manis yang bisa membuatku tertawa.


Winda kembali membuka suara, sebagai juru bicara dia menjelaskan maksud dari Cyara. Semua orang mengangguk setuju. Karena dengan itu semuanya akan terasa adil.


Beberapa orang mengajukan diri, dan ada juga yang dipilih langsung oleh sebagian orang.

__ADS_1


Hingga suara terbanyak, akhirnya telah mereka dapatkan.


"Baik, jadi kita sepakat bahwa jabatan CEO di RY Group akan digantikan sementara waktu oleh Tuan Hendrik," ucap Winda saat musyawarah itu telah mencapai mufakat.


Surat perjanjian dibacakan oleh Winda, sebagaimana aturan perusahaan. Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Cyara sebagai wakil dari Andrew, dan juga beberapa orang saksi, yang akan menjadi penanggung jawab, jikalau Hendrik melakukan tindak kecurangan.


Akhirnya Cyara bisa tersenyum lega, dia tidak menyangka kalau dirinya akan terbebas secepat ini. Rasanya dia ingin menangis haru, sebab di kelilingi oleh orang-orang baik.


Semua orang berhambur untuk keluar, termasuk Winda—dia sangat berterima kasih pada Aneeq, karena telah menawarkan kerja sama yang menyelamatkan masa depannya.


Di ruangan itu tersisa Aneeq, Caka, De dan juga Cyara. Aneeq tersenyum merasa ikut senang karena usahanya membuahkan hasil yang maksimal. "Selamat, Nona Cyara. Karena akhirnya perusahaan ini tetap menjadi milikmu, dan sekarang fokuslah untuk penyembuhan ayahmu."


Saking senangnya, Cyara tiba-tiba menghambur untuk memeluk tubuh Aneeq. Namun, sebelum itu dua orang pria telah menahannya. Yang satu adalah Aneeq, dan yang satu adalah De.


"Heh, kamu mau apa?!" kompak keduanya, hingga membuat Cyara berjengit karena merasa terkejut. Kerah bajunya sudah ditarik oleh De, sementara Aneeq menahan keningnya.


"Mau peluk Om ini, kan dia udah baik sama Cia, Cia mau berterima kasih karena Om udah banyak bantu," ucap gadis cantik itu dengan bola matanya yang polos. Dia melirik ke dua orang pria yang sangat mirip itu secara bergantian.


"Tidak ada!" jawab mereka serentak, mereka sampai terkejut sendiri dengan jawaban itu. Karena mereka sama sekali tidak janjian.


Aneeq segera melepaskan tangannya, sementara De semakin menarik kerah baju Cyara. "Tidak ada acara peluk-peluk dia! Lagi pula dia menolongmu juga karena aku."

__ADS_1


"Iya, Nona Cyara, saya sudah punya semangka di rumah, jadi saya tidak mungkin menerima pelukan dari wanita lain."


"Apa yang dikatakannya itu benar, kamu jangan asal peluk orang, yang ada kamu akan membuat mereka salah paham. Kalaupun kamu ingin memeluk seseorang, harusnya orang yang kamu peluk itu aku, aku yang sudah membantumu dari awal sampai akhir," cetus De penuh penekanan, ingin membuat gadis ini sadar bahwa orang yang harusnya kaya akan pujian adalah dirinya. Bukan Aneeq!


Mendengar itu, Aneeq dan Caka langsung menahan tawa. Sementara Cyara langsung melebarkan senyumnya. Dia berbalik dan menatap De dengan mata yang berkedip-kedip, membuat pria itu jadi mengernyit.


"Oh jadi Om pengen dipeluk sama Cia?"


De langsung tersadar dengan ucapannya. "Eh, maksudku—"


Terlambat, Cyara sudah menghambur memeluk dirinya. Gerakan gadis itu sedikit kasar, hingga De terhuyung, tetapi ia masih bisa menahan bobot tubuhnya.


"Hei, apa yang kamu lakukan?!" De pura-pura melepaskan pelukan Cyara, padahal dia merasa tidak rela sedikitpun jika gadis itu menjauh darinya.


Cyara menengadah untuk menatap wajah tampan De sambil tersenyum lebar hingga menunjukkan gigi-giginya. "Ini namanya peka."


***


Yang suka genre horor, yuk mampir


__ADS_1


__ADS_2