Gadis Kecil Om Dokter

Gadis Kecil Om Dokter
Moo&Poo #6


__ADS_3

De masih bergerak menghentak tubuh Cyara, sementara bibir mungil itu tak berhenti mengeluarkan suara desaah. Terdengar sangat mendayu, membuat semangat De dalam bercinta semakin membara.


Pria itu menggigit bibir bawahnya dan sesekali membuka mulut, menikmati sensasi cengkraman kuat inti tubuh istrinya yang dia hujam berkali-kali.


Namun, di antara lenguh yang terdengar, De tiba-tiba menurunkan tempo gerakannya, saat dia teringat sesuatu. Pria itu terbelalak, saking nikmatnya menyatu, dia sampai melupakan kesepakatan di antara mereka.


"Yah, Moo, aku lupa."


De menghentikan hentakan pinggulnya di tubuh Cyara. Ucapan pria itu membuat Cyara yang tengah mendesaah nikmat, menengadah seketika.


"Lupa apa, Poo?" tanya gadis cantik itu dengan terengah-engah.


"Aku keluar di dalam, padahal kita kan berencana untuk menundanya."


Cyara mengerjap beberapa kali, keduanya memang sudah membicarakan tentang ini sebelumnya. Sebab De akan menunggu sampai Cyara lulus kuliah. Namun, semuanya sudah terlanjur basah, sebab mereka tidak tahu sudah sebanyak apa bibit-bibit ular di rahim Cyara.

__ADS_1


"Bagaimana ini, Moo? Aku tidak mungkin menariknya kembali dari dalam tubuhmu," ujar De dengan tampang gusar, takut Cyara akan marah padanya.


Akan tetapi ternyata pikiran De salah, sebab Cyara malah mengalungkan tangannya di sepanjang leher De, hingga pria itu sedikit membungkuk.


"Tidak ada yang perlu disesali, Poo. Aku tidak apa-apa, seandainya aku ditakdirkan hamil secepat itu, aku akan terima. Kan dia buah cinta kita, aku akan menyayanginya. Karena aku mencintaimu, lagi pula aku memiliki suami yang bertanggung jawab, jadi untuk apa aku risau?" Cyara tersenyum tipis, dia mengerti bagaimana kekhawatiran De, tetapi sumpah demi apapun. Dia akan merasa senang, andai di rahimnya ada bayi kecil yang tumbuh setelah percintaan mereka.


Mendengar itu, De tersenyum kagum, dia segera mengusap wajah Cyara dan menyatukan kening mereka. "Are you serious?"


"I am serious, Poo. Jadi, jangan cemaskan apapun. Ayo kita lanjutkan, aku sangat menyukai milikmu." Cyara terkekeh, membuat De pun terkekeh pula.


"Sekarang dia milikmu, Moo. Hanya milikmu."


"Ahhhh ...." Suara itu terdengar bersahut-sahutan. Memenuhi kamar pengantin malam itu, sedikitpun De tidak melepaskan Cyara.


Akibat jomblo terlalu lama, dia ingin membalas dendam hingga membuat Cyara tak memiliki sedikit pun tenaga. Cyara merintih, merasakan hujaman yang tak habis-habis dari raga perkasa yang bergerak di atas tubuhnya.

__ADS_1


"Poo, bisakah lanjut besok saja?" Cyara membusung, sementara kedua lututnya bergetar mulai merasa pegal. Namun, De tidak memiliki waktu untuk membalas ucapan Cyara.


Dia mengecupi wajah gadis itu, dan kembali menyesap kue mochie kesukaannya. Peluh menderas dari tubuh masing-masing, sementara Cyara merasa tenggorokannya terasa kering. Akibat terlalu banyak mengeluarkan suara, dan menganga tanpa jeda.


"Moo, kita ganti posisi yah?" Sebuah pertanyaan yang entah kenapa tidak membutuhkan jawaban. Sebab dengan secepat kilat, De memiringkan tubuh Cyara, sementara ia berbaring di samping tubuh gadis cantik itu.


"Poo!!!" jerit Cyara, saat De kembali merasuki dirinya dari belakang. De menekuk satu tangannya, sementara kepala pria itu berada di antara ceruk leher Cyara.


Seperti memiliki tenaga lebih , De bergerak semakin mantap, hingga suara gesekan dua daging itu berdecak penuh nikmat.


"Ught, Moo ...." De mengerang panjang, dia menghujam dan mengeratkan pegangan tangannya pada dada Cyara, merasakan pelepasan yang baru saja tiba.


Hah! "Kamu membuatku gila!"


***

__ADS_1


Ya kamu gila, Poo๐Ÿ™„๐Ÿ™„๐Ÿ™„


Minta doanya buat ngothor yang lagi meriang, ini keknya gegara bikin part panas dingin, jadi badan remeeng2 gini. Moga cepat sehat lagi ya, salam anu buat kalian semua๐Ÿ™ƒ๐Ÿ™ƒ๐Ÿ™ƒ๐Ÿ™ƒ


__ADS_2