Gadis Kecil Om Dokter

Gadis Kecil Om Dokter
Membawamu Pergi


__ADS_3

Kedatangan Austin yang begitu tiba-tiba di rumah sakit Puri Medika. Membuat Cyara ketakutan setengah mati, dia tidak bisa lagi bersikap dengan tenang sekalipun pria jahat itu telah pergi dengan tangan kosong. Sebab Austin gagal menemukannya.


Cyara terus memohon pada De, agar pria berjambang lebat itu mau menampung dirinya. Asal dia tidak di sini, dia ingin ke tempat lain, dan bersembunyi dari kejaran pamannya.


"Om, aku mohon. Bantu aku yah. Bawa aku pulang," ucap gadis cantik itu dengan mengatupkan kedua tangan di depan dada. Dia sudah keluar dari kolong meja, dan mengikuti ke mana pun De melangkah.


"Itu tidak mungkin, Kudek. Bagaimana dengan orang tuaku? Mereka pasti akan bertanya-tanya, karena aku asal membawa seorang gadis masuk ke dalam rumah," jawab De, menolak membawa Cyara.


Karena sebenarnya pria itu ingin menyembunyikan Cyara di tempat lain. Namun, dengan pikiran sedikit usil, De mengerjai Cyara. Bila perlu sampai gadis ini putus asa.


Biar saja, sekali-kali dia yang akan membuat Cyara merasa kesal. Jangan hanya dia yang terus-menerus dikerjai oleh gadis itu dengan tingkah absurdnya.


Cyara menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan. Ucapan De memang benar, tetapi dia tetap tidak mau tahu. Pokoknya De harus membawanya pulang.


"Cia bisa jadi asisten rumah tangga, Om."

__ADS_1


"ART ku sudah banyak, bahkan Mommy baru memecat beberapa di antara mereka, karena tidak terlalu dibutuhkan."


"Ya ampun, Om. Tambah satu lagi masa nggak bisa. Cia cantik lho Om, bisa jadi ART yang dibanggain sama Mommy-nya Om," cerocos Cyara, masih membujuk De agar memenuhi permintaannya.


Mendengar ucapan Cyara yang begitu percaya diri, De sedikit menahan senyum. Bisa-bisanya gadis ini malah obral kecantikan hanya untuk menjadi seorang asisten rumah tangga. Seperti sedang audisi ajang pencarian menantu saja.


De melipat kedua tangannya di depan dada. Dia membalik badan ke arah jendela. Dan Cyara mengikuti gerakan itu. Membuat De memutar bola matanya jengah.


De menatap Cyara dengan mimik wajah sungguh-sungguh. "ART itu tidak perlu cantik, yang penting bisa bekerja. Bagaimana denganmu? Menyapu dan mengepel saja perlu berulangkali baru bersih."


Cyara mendesah kecil.


Dia mengerucutkan bibir dengan bahu yang sedikit merosot. Sedangkan otaknya tengah mencari cara, agar De mengalah dan mau membawanya pulang ke rumah.


"Om," panggil Cyara sambil menengadah. Sebab tinggi badannya jauh sekali dengan De.

__ADS_1


"Apa?!"


"Cia nggak usah dibayar deh, yang penting dapet makan. Cia nggak mau di sini, Cia takut Paman Austin datang lagi," jelasnya dengan bola mata yang berkaca-kaca. Siap untuk menangis. Sebab dia sudah tidak tahu lagi dengan apa agar De mau menolongnya.


Melihat itu, De malah terkekeh kecil. Merasa lucu dengan sikap Cyara yang sudah pasrah. Suatu pemandangan langka, yang baru pernah tercipta. De mengeluarkan kekehannya di depan orang lain, bukan di depan keluarga.


Tanpa Cyara duga, De memasangkan jaket miliknya yang selama ini dia tinggal di rumah sakit. Juga syal untuk menutup wajah Cyara. "Jangan banyak drama! Aku akan membawamu pergi dari sini. Tapi bukan pulang ke rumah." Ucap De lalu menarik lengan Cyara agar ikut bersamanya.


Cyara yang belum mampu memahami situasi yang tengah dia hadapi, hanya mampu berkedip-kedip, sebab kini hanya ada bola mata gadis itu yang terlihat.


Cyara tersadar, saat mereka sudah sampai di depan sebuah mobil mewah milik De. Cyara menatap De yang perlahan melepaskan pegangan tangan mereka, lalu membuka pintu. "Masuklah!" Titah De.


Namun, Cyara bergeming. Dia menatap De dengan menyipit, seolah curiga De telah menyusun rencana.


"Cepat! Atau aku meninggalkanmu di sini!" ketus De, sudah tahu dia bukan tipe pria penyabar. Akan tetapi Cyara selalu mengujinya dengan berbagai tingkah menyebalkan.

__ADS_1


Mendengar itu, Cyara langsung masuk dan mengambil posisi aman. Dia tersenyum lebar di balik syal itu. Dia sudah salah sangka, sebab De bukan pria tega seperti yang ada di pikirannya.


Akhirnya, malam ini Cyara bisa sedikit bernafas dengan lega.


__ADS_2