Gadis Kecil Om Dokter

Gadis Kecil Om Dokter
Panggilan Kesayangan


__ADS_3

Setelah makan siang dan sedikit berbincang dengan Zoya, akhirnya De mengajak Cyara untuk kembali ke rumah sakit. Zoya dan El mengantar keduanya sampai di ambang pintu, mereka terus memperhatikan De dan Cyara hingga mobil pria itu melandas ke jalan raya.


Dengan menempuh jarak kurang lebih tiga puluh menit, mereka sampai di rumah sakit Puri Medika. De menepikan mobilnya di area khusus parkir. Namun, setelah melepas sabuk pengaman, pria itu tidak menunjukkan tanda-tanda ingin keluar.


Dia malah menatap Cyara, membuat gadis itu ikut menatapnya pula. "Ada apa?" tanyanya.


De menghembuskan nafas kasar, lalu menyenderkan kepalanya di bahu Cyara, mulai bermanja-manja.


"Aku kepikiran dengan panggilan kita. Bagaimana menurutmu?" ujar De sesuai dengan isi hatinya, sedari tadi sebenarnya dia gundah. Bingung untuk menentukan panggilan mereka. Andai Cyara terus-menerus memanggilnya 'Om' pasti El dan yang lain tidak akan berhenti menertawakannya.


"Kenapa Om jadi kepikiran tentang itu?"


De meraih tangan Cyara, lalu menaruhnya di pipi, dia ingin diusap-usap. "Tentu saja, kalau kamu terus memanggilku seperti itu, yang ada semua saudara kembarku akan tertawa. Bahkan Daddy juga pasti ikut-ikutan."


Cyara terdiam, dia nampak berpikir untuk mencari sebuah panggilan yang pas untuk mereka berdua, "Om ingin memanggilku apa? Kudek apa Kuman?"


Mendengar itu, De malah terkekeh, geli sendiri dengan panggilan yang telah dia buat. Dia mengetuk hidung Cyara beberapa kali sambil berkata. "Aku ingin memanggilmu Mochie."


Cyara langsung menegakkan tubuhnya, dia menoleh ke samping dengan kening yang mengernyit.


"Kenapa harus Mochie?"


De menyeringai tipis, satu tangannya menarik pinggang Cyara dan dia kembali mengibaskan kepala di dada gadis cantik itu. "Karena milikmu seperti kue mochie, kecil tapi enak."


"Ishh mesyum!"

__ADS_1


De tidak peduli dia malah semakin melesakkan wajahnya mencari kenyamanan. Cyara sudah beberapa kali menahan kepala De, tetapi sama sekali tidak berhasil. Pria ini benar-benar tidak bisa dilawan, suka semaunya!


"Sekarang tinggal kamu pikirkan panggilan yang cocok untukku! Jangan yang menjurus kalau aku itu tua, aku tidak mau!" ucap De, belum juga mendapatkan ide, pria itu sudah mewanti-wanti Cyara.


Cyara terus mengajak otaknya bekerja, dia sampai tidak peduli dengan De yang terus membenamkan wajah di dadanya. Tiba-tiba Cyara tersenyum, saat sebuah kata terlintas begitu saja.


"Om, aku sudah menemukannya!" ucap Cyara kegirangan, dia sedikit menepuk bahu De, hingga pria itu menengadah.


"Apa, Sayang?"


Sial, De malah memakai jurus mematikan. Wajah Cyara langsung mengeluarkan semburat merah saat mendapat panggilan sayang dari pria yang dicintainya.


"Kamu sengaja menggodaku yah?"


"Tidak, tapi suka melihat pipimu yang merah, menggemaskan, aku jadi ingin gigit." Ah, Cyara ingin berteriak, bagaimana bisa pria sedingin boneka salju ini berbicara dengan nada rengekan seperti itu.


De langsung memasang wajah masam, membuat Cyara melipat kening, sebab merasa heran. "Kenapa? Om tidak suka?"


De menggeleng, "kenapa hanya satu?" rengeknya.


Astaga! Cyara yang merasa sangat gemas hanya bisa menggigit bibir bawahnya. Namun, detik berikutnya tidak lagi, sebab De sudah menarik tengkuk dan menyatukan bibir mereka.


Pria itu hanya memberi beberapa lumaatan, lalu melepaskan Cyara dengan tersenyum. "Cepat katakan!"


Gadis cantik dengan bibir tipis itu sedikit memiringkan kepala. "Pochie."

__ADS_1


"Apa itu Pochie?"


"Pria yang suka memakan kue mochie," jelas Cyara dengan tersenyum bangga. Tepat seperti harapannya, Cyara melihat bola mata De berbinar. Pria itu sepertinya senang dengan panggilan yang dia buat.


"Benar juga, idemu bagus. Coba contohkan!"


Cyara terlihat malu-malu, dia memajukan wajahnya dan sedikit menggesekkan hidung mereka. "Pooo ...."


Mendengar itu, De langsung terkekeh, merasa geli sekaligus gemas. Tak ingin membuat Cyara kecewa, pria itu langsung setuju, dia berbalik memajukan wajah dan mengadu pucuk hidung mereka.


"Mooo ...."


***


Ngothor : Alayyybbet sih lu bedua🙄🙄🙄 Apalagi itu Mooo? Mooo kan sapi🙄


Pochie : Bilang aja sirik sama yang lagi jatuh cinta, susah amat ngakunya.


Ngothor : Dih najisss, kagak!


Mochie : Terus Mak ngothor kenapa? Kok marah-marah sama kita?


Ngothor : Lah gue mah marah gegara si Daddy, sampe sekarang belum juga ngasih gue jatah😩😩😩


Pochie x Mochie : Etdahhh kelakuannya 🙄

__ADS_1



__ADS_2