Gadis Kecil Om Dokter

Gadis Kecil Om Dokter
Dokter Mesyum


__ADS_3

Alana meninggalkan ruangan De dengan perasaan geram. Dia terus mengepalkan tangan, tidak percaya kalau ternyata pria itu lebih memilih bersama dengan Cyara. Gadis yang sama sekali bukan levelnya.


Andai De tidak bersikap baik seperti tadi pada gadis itu, dia pasti sudah melawan Cyara menggunakan tangannya. Sebab Cyara telah menginjak-injak harga dirinya, berani sekali gadis itu berbicara dengan nada congkak seperti itu, memangnya dia siapa?


Anak orang kaya saja bukan! Pikir Alana. Dia melangkah dengan menghentak-hentakkan kakinya ke lantai, dan semua itu menjadi sebuah pertanyaan bagi beberapa orang yang berpapasan dengannya.


Namun, di antara mereka tidak ada yang berani bertanya, mereka hanya saling tatap dan berinteraksi dengan bahasa tubuh berupa gelengan kepala, karena Alana memang dikenal sebagai dokter yang kurang ramah.


"Awas saja! Kamu akan tahu akibatnya karena berani menjatuhkan aku!" gerutu Alana sebelum masuk ke dalam ruangannya. Dia bahkan sedikit membanting pintu, benda tak bernyawa itu tiba-tiba menjadi sasaran kekesalan, padahal dia tidak tahu apa-apa.


Sementara di dalam ruangan De, Cyara duduk di sofa sambil menyenderkan kepalanya.


"Luruskan kakimu!" titah De, karena pria itu benar-benar ingin memijit kaki Cyara. Tanpa banyak bicara, gadis cantik itu langsung meletakkan kaki di atas paha kekasihnya.


Pelan-pelan De mulai memijat, dia memberikan sentuhan lembut tetapi sedikit menekan membuat Cyara keenakan.


"Bagaimana rasanya?" tanya De, memerhatikan wajah cantik Cyara.

__ADS_1


"Pijatanmu enak, Poo, kamu belajar di mana?" tanya Cyara sambil berusaha mencari kenyamanan. Dia sedikit memejamkan mata dengan tangan yang melipat di depan dada.


"Aku sering memijat Daddy."


"Ternyata Poo anak yang berbakti yah. Naik sedikit," pinta gadis itu sambil menepuk-nepuk bagian yang ingin dipijat, De pun menurut, tangan besarnya semakin naik hingga ke atas paha dan terus memberikan pijatan pada kedua kaki Cyara.


Hingga gadis itu benar-benar memejamkan matanya, karena terlalu nyaman. Namun, tiba-tiba pikiran nakal pria itu mulai kambuh, jari jemarinya mulai tak bisa dikondisikan.


Cyara tersentak kaget begitu merasakan sebuah sapuan di antara pangkal pahanya. Gadis itu langsung membuka mata dan melihat De yang tersenyum aneh.


"Ada apa?" tanyanya dengan wajah tanpa dosa.


"Aku memang sedang memijatmu, Moo, apa kamu tidak lihat?"


"Bohong, tadi aku merasa kamu—"


Cyara tidak melanjutkan ucapannya karena De menghentikan gerakan tangannya. Pria itu menepuk paha meminta Cyara agar duduk di sana. "Ke mari!"

__ADS_1


"Mau apa?"


"Kenapa tidak patuh?"


Mendengar itu, Cyara langsung bangkit dan mengikuti perintah De, dia duduk di atas paha pria itu dan mereka saling berhadapan.


De sedikit membenahi rambut Cyara yang menutupi wajah dan menyelipkannya di belakang telinga, pria itu sedikit mencondongkan wajah dan berbisik tepat di telinga gadis itu. "Aku ingin pijat yang lain."


Cyara langsung mengedipkan kelopak matanya dan menoleh ke samping. "Memijat apa?"


Gadis cantik itu bisa melihat De yang menunjukkan wajah tak biasa. Tiba-tiba dia merasakan sebuah remassan lembut di kedua dadanya, hingga dia semakin membusung dan menegakkan tubuhnya.


"Ini namanya bukan dipijat," protes Cyara, dia ingin menyingkirkan tangan De, tetapi pria itu malah meraup bibirnya.


Kedua mata Cyara membola, sementara De menyeringai di antara ciuman mereka. Untuk ke depannya, Cyara harus benar-benar waspada, sebab dokter dingin yang tidak pernah mengenal seorang wanita ini sudah berubah menjadi dokter mesyum yang suka sekali meremass dadanya.


***

__ADS_1


Dia sedang menantumu Ciaaa🐈🐈🐈


__ADS_2