Gadis Kecil Om Dokter

Gadis Kecil Om Dokter
Menginginkan Yang Lain


__ADS_3

Mobil yang dikemudikan oleh De akhirnya sampai di halaman kampus Cyara. Namun, pria itu tak langsung membuka pintu, sebab dia ingin menagih sesuatu yang gadis itu janjikan saat mereka sudah tiba.


"Poo, buka!" rengek Cyara, dia melihat jam di pergelangan tangannya, sepuluh menit lagi dia harus sudah ada di dalam kelas untuk memulai pelajaran.


"Kamu ingin ingkar janji?" tanya De dengan nada dingin, juga sorot matanya yang menajam. Dia menatap Cyara lekat, hingga wajah gadis itu terlihat pias.


"Tidak, Poo."


"Lalu?"


"Di sini banyak orang. Lihat! Aku tidak nyaman jika melakukannya, nanti kalau ketahuan bagaimana?" Cyara menunjuk orang-orang yang berlalu-lalang.


Mungkin dari dalam sana terlihat sangat jelas, tetapi tidak dengan mereka. Sebab kaca mobil De tidak tembus pandang. Pria berjambang lebat itu nampak tak peduli, dia malah menurunkan kursi dan menepuk pahanya.


"Ke mari!"


"Ish, Poo, mau apa?!" tanya Cyara, mulut bertanya tetapi tubuhnya berkhianat, sebab dia malah bangkit dan patuh pada ucapan kekasihnya.


Kini gadis cantik itu sudah duduk di atas paha De, lalu meletakkan tangannya di dada pria itu. Cyara sedikit menggigit bibir, menatap De yang fokus ke arah lain.


"Kalau sudah janji harus ditepati. Kalau tidak, yang ada kamu tidak akan dipercaya lagi," ujar De mulai mengelabuhi Cyara. Tangan kekar pria itu mulai lihai menaikkan kain yang menutupi dua gumpalan mungil yang sering disesapnya.

__ADS_1


"Tapi ini janjinya beda!"


De melirik keluar, beberapa mahasiswa terlihat melewati mobilnya. Mereka terlihat masih sangat muda dan tak dipungkiri hal itu sukses membuat De cemburu tanpa alasan. Takut setelah masuk kuliah, Cyara akan berpaling padanya.


"Poo, jangan aneh-aneh yah, sebentar—"


Ucapan Cyara selalu terputus-putus, sebab kini mulut De sudah menggapai puncak dadanya. Gadis itu terlihat membusung dengan mulut yang menganga, bahkan dengan nalurinya Cyara menggerakkan pinggul, hingga kedua inti yang masih berpenghalang itu bertemu.


"Poo!" rengek Cyara manja. Inilah akibatnya kalau berhubungan dengan pria dewasa. Dia tidak pernah berpikir bahwa De akan seganas ini dalam menyentuhnya. Sikap dingin pria itu menunjukkan bahwa dia tidak suka bersentuhan dengan seorang wanita.


Namun, semua itu ternyata salah. Sebab setelah De mengungkapkan perasaannya, kini dia dibuat kewalahan, pria itu selalu saja membuatnya meremang-remang tidak karuan.


"Ini baru sarapan yang lezat," ucap De, lalu kembali menguasai benda kesukaannya. Dia hanya memberi jeda untuk sekedar bernafas, selebihnya dia membuat Cyara mendesaah.


Ucapan Cyara berhasil membuat De mengangkat wajah, dia menatap sang kekasih dengan bibirnya yang basah. "Kenapa, Sayang?"


"Apa kamu tidak sadar? Kamu itu menyiksaku!" ketus Cyara dengan wajahnya yang memanas. Tidak bisa bohong, kini dirinya menginginkan lebih, sebab De terus saja memancingnya.


"Menyiksa apa yang kamu maksud?" tanya De dengan kedua tangan yang menangkup pipi Cyara.


Namun, kali ini Cyara menepisnya. Dia bernafas dengan helaan yang tak begitu teratur. "Aku—aku, tidak tahu ah! Aku mau turun!"

__ADS_1


Cyara malu setengah mati jika harus berbicara bahwa dia menginginkan De, lagi pula mereka belum menikah. Jadi dia tidak ingin melakukannya tanpa ikatan resmi itu.


"Sayang, kenapa malah marah-marah? Kamu sendiri yang menjanjikannya."


Gadis itu diam seribu bahasa. Benar, dia yang menjanjikan itu semua pada De, tapi masalahnya sekarang dia jadi ingin sesuatu yang lain.


"Sudah, jangan dibahas. Aku mau masuk." Cyara segera merapihkan pakaiannya, lalu turun dari pangkuan De. Pria itu tidak mengerti kenapa Cyara malah bersikap seperti itu padanya? Apa Cyara benar-benar tidak suka saat dia melakukan itu semua.


"Aku minta maaf, turunlah!" ucap De, nada bicaranya mulai berbeda, membuat Cyara jadi serba salah. Namun, mengingat waktunya yang sudah sangat sempit, akhirnya gadis itu lebih memilih untuk turun tanpa berkata apa-apa.


Pada saat Cyara berhasil menutup pintu, De langsung melajukan kendaraan roda empat itu, meninggalkan halaman kampus dan juga Cyara yang langsung memasang wajah sendu.


*


*


*


Jangan salahin gue, gue gapernah salah 🙄🙄🙄


Btw, Minnal Aidin wal Faizin reader uler-uleran, gue ga tahu harus minta maaf gimana, soalnya gue ga punya salah. Tapi ya udahlah, gapapa hari ini gue ngalah, mohon maaf lahir dan batin yeee, semoga kalian tambah hari tambah anu. Sehat-sehat semua dan lancar ibadahnya ✨

__ADS_1


Salam Anu 👑


__ADS_2