
Alana hanya bisa meremass undangan yang baru saja sampai di tangannya. Dia tidak menyangka jika pada akhirnya, De tetaplah memilih Cyara. Dan sekarang dia hanya bisa menerima kekalahannya.
Sebab gadis yang dia anggap bodoh itu ternyata lahir dari keluarga kaya. Dia tidak akan ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Cyara.
Kekesalan Alana benar-benar tak memiliki titik temu selain kata menyerah. Dia merobek kertas undangan pernikahan De dan Cyara, lalu membuangnya ke tempat sampah, sebagai wujud ketidaksukaannya.
Namun, semua itu tidak akan berarti apa-apa. Sebab pernikahan itu akan tetap terjadi meskipun tidak adanya izin dari Alana.
Tepat pada hari ini, di rumah keluarga Ramsey sudah banyak dikunjungi oleh sanak saudara yang akan menyaksikan salah satu anggota keluarga mereka menikah. Yaitu pewaris tunggal RY Group.
Rumah besar tersebut sudah dihias sedemikian rupa. Dengan tenda berwarna pink dan juga bunga mawar yang tak sedikit jumlahnya.
Pada pukul 9 kurang beberapa menit, iring-iringan dari keluarga mempelai pria sudah datang. Para tamu undangan sontak berdiri dengan serempak, menyambut calon pengantin yang akan memasuki rumah dengan digandeng oleh kedua orang tuanya.
"Ziel, ke mari jangan ikut-ikutan Grandma!" ujar Aneeq yang saat itu melihat Ziel hendak melangkah mengikuti Zoya.
"Kenapa?"
"Sayang, Grandma dan Grandpa harus mengantar Uncle De, karena dia akan menikah dengan Aunty Cyara," jelas Jennie sedikit membungkukkan badannya.
"Apa Mommy dan Daddy juga seperti itu saat Ziel menikah?"
"Tentu saja."
"Tapi apa boleh wanitanya itu Grandma?"
Haih, bocah tampan satu ini, masih saja kukuh ingin menikahi neneknya. Aneeq segera mengangkat tubuh Ziel, dan memilih untuk melangkah sambil menggandeng istrinya.
"Nanti pikirkan saat Ziel sudah dewasa."
Mendengar itu, Ziel langsung mengangguk semangat. Dia pikir semakin dia bertambah usia, Zoya akan masih tetap sama. Terlihat cantik dan awet muda. Jadi, dia tidak akan merubah tekadnya.
Kembali pada calon pengantin pria yang kini sudah diapit oleh kedua orang tuanya. De yang terlihat gugup sama sekali tidak dapat tersenyum. Sepanjang dia melangkah, dia senantiasa memasang wajah datar dan tidak peduli pada semua orang.
__ADS_1
Padahal semua wartawan membidiknya dengan angel terbaik. Demi mendapatkan hasil yang bagus. Namun, sampai di dalam rumah, De hanya bisa menelan ludahnya, dengan rasa cemas yang semakin menyapa.
"Sayang, rileks," ucap Zoya sambil mengusap bahu putranya. De menoleh ke arah sang ibu, melihat Zoya tersenyum membuatnya ikut tersenyum pula.
"Iya, Mom, De hanya merasa sedikit nervous," jawab pria itu apa adanya.
Di sampingnya, Ken paham betul apa yang sedang dirasakan oleh De sekarang. Dada pria itu pasti bergemuruh hebat, apalagi saat ia dan Zoya meninggalkan De sendiri untuk menunggu Cyara.
"Ingat pesan Daddy, jadilah pria yang bertanggung jawab untuk istrimu. Apapun yang terjadi, jangan pernah memandangnya sebelah mata. Karena dia adalah surga di dalam rumah, jika kamu membuatnya marah, maka rumah kalian akan seperti neraka."
Pesan Ken, sebelum benar-benar meninggalkan putranya.
De memegang teguh apa yang diucapkan oleh ayahnya. Dia akan selalu berusaha untuk tidak mengecewakan Cyara. Dia akan membahagiakan gadis cantik itu, hingga mereka menua bersama.
De menegakkan tubuh dan juga mengangkat kepala untuk menatap calon ayah mertuanya. Sementara di belakang sana, Cyara sedang melangkah bersama Clarissa dengan letupan dahsyat yang mendera dadanya.
Gadis cantik itu mati-matian menahan air mata yang hampir saja luruh. Dia harus senantiasa tersenyum, sebab hari ini dia akan menikah dengan pria yang sangat dia cintai.
Jantung De tiba-tiba berdebar kencang, saat ia merasakan ada seseorang yang melangkah di belakang tubuhnya. Dan ia sangat yakin, bahwa itu adalah Cyara.
Pria paruh baya itu meraih tangan putrinya, ia tersenyum lalu menyerahkannya pada De seraya berkata. "Kepadamu, wahai calon menantuku. Aku menyerahkan putri yang teramat aku cintai untuk hidup bersamamu. Sayangi dia, cintai dia, dan bahagiakan dia. Berbagilah suka duka hanya dengannya, tutupi semua kekurangannya dengan kelebihan milikmu, bukan menjadikannya sebagai alasan agar engkau bisa meninggalkannya. Namun, jika kelak engkau memang sudah tidak sanggup untuk mendidiknya karena dia keras kepala. Tolong, jangan sentuh tubuhnya dengan tangan kerasmu. Biar aku yang datang menjemputnya. Aku akan membawanya pulang ...."
Mendengar kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut ayahnya. Cyara tidak dapat menahan laju air matanya. Dia menangis sesenggukan dan semakin mengeratkan genggaman tangan Andrew.
"Aku tidak bisa berjanji untuk itu. Tapi aku selalu akan berusaha membuatnya selalu berada di sampingku."
Senyum Cyara mengembang, dan di hadapan semua orang, De mengucapkan janji suci itu dengan lantang. Tangis bahagia Cyara semakin pecah, setelah De berhasil mempersuntingnya.
Pria itu mengecup keningnya dengan lembut, menyiratkan semua cinta. Sementara Cyara hanya bisa memejamkan kelopak matanya.
"Aku mencintaimu, Cyara. Istriku ...."
...TAMAT...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Epilog :
Sudah hampir satu jam Cyara belum juga keluar dari dalam kamar mandi, beberapa kali De mengeceknya tetapi jawaban sang istri selalu sama.
Hingga dia tidak memiliki kesabaran lagi, De mengetuk benda persegi panjang yang menjadi pembatas antara dirinya dan Cyara.
Tok Tok Tok ...
"Sayang, sudah belum? Sebenarnya kamu ini sedang apa? Kenapa lama sekali?" tanya De bertubi-tubi, berharap Cyara menyudahi acara main tebak-tebakannya. Sebab dia sudah sangat gerah.
"Sebentar, Poo!"
Mendengar itu, De masih berusaha untuk sabar. Dia menunggu sekitar lima menit, tetapi Cyara tetap kunjung keluar.
Baru saja De akan mengetuk pintu, tetapi benda persegi panjang itu terbuka begitu saja dan menampilkan sosok Cyara yang terlihat sangat berbeda.
De memerhatikan dari puncak kepala hingga ujung kaki gadis itu. Saat ini, tubuh Cyara hanya terbungkus kain merah tipis yang dapat memanjakan matanya.
De menelan ludah. Sementara Cyara tersenyum genit sambil berkedip untuk menggoda suaminya.
"Aku sudah siap bertemu dengannya."
***
Akhirnya sampai di penghujung cerita, terima kasih yang sudah setia sampai mereka stay SAH🤗🤗🤗
Dah lu pada ambil rendangnya ndiri-ndiri aja yah, kagak perlu gue deskripsiin. Yang ada ama perasmanannya lu bawa🤣🤣🤣
Tetep stay sama keluarga Uler-uleran, karena akan ada yang baru, launching bulan depan. Semoga nggak ada halangan🙏🙏🙏
Kisah Choco, si Mas Dosen, kira-kira sama siapa ya jodohnya?
Waiting okey🐍🐍🐍
Salam anu👑
__ADS_1