
Waktu berlalu sangat cepat. Bahkan sidang putusan terhadap terdakwa Austin dan Riana akan segera diselenggarakan. Tepatnya hari ini, dua orang itu akan tahu hukuman apa saja yang harus mereka terima.
Selama di dalam penjara, sebenarnya Austin sudah sakit-sakitan. Dia terus mengeluh dadanya sesak, dengan jantung yang sering berdebar kencang.
Terkadang karena dipukuli oleh sesama tahanan, Austin pernah masuk ke dalam rumah sakit. Namun, dia sama sekali tidak kapok dan selalu mencari masalah dengan berlagak seperti seorang tuan yang harus dilayani.
Bukannya mendapat perhatian, pria itu malah dibuat babak belur. Hingga wajahnya membiru dengan darah yang mengalir dari beberapa sudutnya yang terluka.
Austin dan Riana duduk di kursi terdakwa. Sementara telinga mereka terpasang untuk mendengarkan pasal demi pasal yang menjerat keduanya.
Sepasang tangan Austin terpaksa diborgol, karena pria itu terus saja memberontak. Sementara Riana duduk dengan tenang, dia benar-benar ikhlas jika harus menerima hukuman, sebagai bentuk pengampunan terhadap keputusannya.
Andrew, Clarissa dan Cyara terlihat datang dengan didampingi oleh Aneeq dan Caka. Mereka semua mendengarkan dengan seksama, hukuman yang diterima oleh Austin dan Riana.
Yaitu 20 tahun penjara dan denda 1 milyar untuk Austin. Dan 2 tahun penjara untuk Riana. Karena Riana telah melakukan tindakan percobaan pembunuhan, melalui obat yang ia berikan.
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah terima diperlakukan seperti ini, suatu saat aku akan membalasnya!" Di wajah Austin, sama sekali tidak tergambar rasa bersalah, dia bahkan menatap tajam pada Andrew—pria yang sudah menghancurkan hidupnya.
Tidak peduli sebaik apa sikap sang kakak selama ini, ia sangat yakin itu semua hanya topeng belaka.
"Dia hanya ingin dipuji oleh orang lain, dan membuat Papa menyayanginya. Aku tidak percaya jika aku hanya anak pungut. Papa sangat menyayangiku, hanya saja Andrew selalu menghalang-halangi, dan membuat Papa terhasut!"
Ketukan palu hakim menyadarkan Austin. Karena tepat pada hari ini dia telah resmi menjadi seorang tahanan. 20 tahun adalah waktu yang sebentar, dia akan pastikan bahwa dia akan datang dengan kekuatan yang lebih besar.
"Awas kau Andrew!" teriak Austin saat dia dibawa oleh dua polisi untuk kembali ke penjara. Dia terus berteriak seperti orang gila, tidak terima jika nasibanya jadi hina seperti ini. Dia jamin hidup Andrew tidak akan pernah tenang.
"Aus!" Andrew yang kala itu sudah terlihat sehat, hendak melangkah mendekati Austin. Namun, Cyara dan Clarissa segera menahannya.
"Tidak, Daddy! Jangan dekati dia lagi, dia bukan siapa-siapa," tegas Cyara, bicara dengan sorot matanya yang terlihat sangat serius.
"Ara juga tidak mau Daddy berhubungan lagi dengan dia. Dia sudah jahat pada Daddy. Sekarang kita hanya perlu waspada dan melihat kehancurannya," timpal Clarissa.
__ADS_1
Yang mana membuat langkah Andrew menjadi urung. Pria itu sebenarnya tidak tega, karena walau bagaimanapun dari kecil hingga sekarang mereka hidup bersama dan mendapatkan kasih sayang dari orang tua mereka.
"Kedua putri anda benar, Tuan Andrew. Kini dia bukan lagi siapa-siapa, saya tahu hati anda tidak bisa membenci seseorang. Tapi untuk yang satu ini, lebih baik anda lupakan. Jika memang anda sudah memaafkannya, biarkan pihak kepolisian yang menghukum dia, supaya dia jera. Lagi pula, Tuhan tidak akan mungkin salah kirim karma," jelas Aneeq, semakin membuat Andrew tak dapat menggerakkan kakinya.
Dia tahu kini Austin tengah menerima pelajaran yang begitu berharga, semoga saja dengan ini semua adik tirinya itu bisa berubah. Dan bisa menilai dirinya bukan hanya sebelah mata.
"Baiklah, Daddy tidak akan pergi," putus Andrew, membuat Clarissa dan Cyara tersenyum.
Mereka semua melihat Austin yang memekik dan terus merasa kejang-kejang, hingga akhirnya dia dilarikan ke ambulance. Sementara Riana dipegang oleh dua orang berseragam, dia menoleh ke arah keluarga kecilnya.
Termasuk pria yang sangat dia cintai, air mata Riana mengalir deras, tetapi dalam tangis itu dia tersenyum. Melihat anak dan suaminya bisa berkumpul kembali seperti semula.
"Bunda ...."
***
__ADS_1
Udah tiga bulan kemudian nih, komen like nya jangan lupa. Vote juga Oey, kan Senin💋💋💋😌😌😌