
"Argh! Argh!" Suara teriakan Cyara memenuhi kamar di mana dia dan De berada. Jantung gadis itu nyaris copot melihat De yang keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk seutas pinggang.
Cyara menelan ludahnya kasar dengan nafas terengah-engah. Namun, anehnya mata gadis itu tak mau lepas dari raga kekar yang berjalan santai di depannya.
Cyara menutup mata, dan memperhatikan De dari balik celah tangan. Pria itu memicing tajam dengan sedikit gelengan di kepala. "Apa sih yang kamu ributkan? Berteriak-teriak sudah seperti tinggal di hutan!" Ketus De, lalu membuka lemari pakaian milik Aneeq.
Karena terburu-buru takut tertangkap basah. Dia sampai lupa membawa baju ganti. Alhasil dia keluar dengan bertelanjang dada, tak peduli Cyara akan melihatnya. Toh benda keramat itu masih tersimpan rapih, dan tidak sembarangan dia pamerkan pada setiap orang.
"Lagian kenapa Om nggak pake baju, Cia kan kaget!" jawab gadis itu tak kalah memekik. Dia ingin membuang wajah, tetapi entah kenapa seolah memiliki daya tarik yang sangat kuat. Mata Cyara tetap menatap De yang berdiri tak jauh darinya.
Terdengar helaan nafas pendek. De mengambil satu kemeja dan satu celana. Soal yang lain tidak perlu lah, toh tidak akan lepas ke mana-mana.
"Sudah jangan cerewet, lebih baik kamu mandi sekarang. Aku sudah siapkan air hangat di dalam bathtub," ujar De sambil memakai pakaiannya.
Mendengar itu, Cyara turun dari ranjang. Dan tanpa berkata apapun dia melenggang ke arah kamar mandi dengan satu tangan yang menutupi wajahnya saat melewati De.
De hanya bisa geleng-geleng kepala. Merasa sudah tidak ada siapa-siapa, dia melepas handuk dan hendak memakai celana. Namun, dia kembali dikejutkan oleh teriakan Cyara yang saat itu membuka pintu kamar mandi begitu saja.
"Argh!" Gadis itu begitu shock dan langsung menutup kembali pintu kamar mandi dengan kencang. Sementara De yang gelagapan reflek mengambil handuk dan berlari ke sudut ruangan.
__ADS_1
"Sial, gadis itu melihat apa?!" rutuk De dengan dada yang naik turun, dia tak kalah terkejutnya.
Cyara berdiri di belakang pintu dengan memegangi dadanya yang berdetak dengan kencang. Sementara otak gadis itu mulai berlarian dengan liar. Awalnya dia ingin mengambil baju ganti, agar tidak perlu keluar lagi. Namun, nahas dia malah bertemu sesuatu yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
"Aaa itu apa? Apa sejenis ular cobra? Kenapa besar dan menyeramkan?" gumam gadis itu, sebab sempat melihat De yang baru saja menjatuhkan handuknya.
Otak suci gadis itu mulai tercemar, dia menggelengkan kepala mengusir semua yang bersarang di pikirannya. Dia menggigit bibir bawah, lalu mencoba untuk biasa saja.
***
De sudah memesan makanan dan menyiapkan semuanya di meja kecil dekat pantry. Sekarang dia hanya perlu menunggu Cyara untuk memulai sarapan.
"Hei, kenapa hanya berdiri di situ? Ayo cepat, kalau tidak aku akan terlambat!" teriak De, membuat Cyara terpaksa mempercepat langkahnya.
"Iya-iya."
Dia duduk dengan menundukkan kepala. Sebab gadis itu ternyata masih memiliki rasa malu juga.
De memerhatikan Cyara yang memakai baju milik Jennie. Diam-diam pria berjambang lebat itu mengulum senyum tipis, sebab baju tersebut terlihat kedodoran di tubuh mungil Cyara. Apalagi di bagian dada.
__ADS_1
Kue Mochi. Gumam De.
Namun, karena sedang berburu dengan waktu, De memilih diam saja dan memakan sarapannya dengan tenang. Hingga tak berapa lama kemudian, semua yang ada di piring itu tandas.
De mengelap sudut bibirnya menggunakan tisu lalu menatap Cyara yang masih setia menundukkan kepala.
"Aku berangkat dulu, kalau kamu sudah selesai aku minta tolong bereskan ini semua. Setelah itu kamu bebas melakukan apapun. Dan yang terpenting jangan lupa minum obat yang sudah aku siapkan di atas nakas," jelas De seraya bangkit dari kursi. Dia meraih tas kerjanya dan melangkah meninggalkan dapur mini tersebut.
Menyisakan Cyara yang baru saja menghela nafas lega.
"Satu lagi!"
Suara itu sukses membuat Cyara berjengit. Karena merasa terkejut. Dia kira De sudah benar-benar pergi. Cyara memutar leher, lalu menatap De yang berdiri di ambang pintu.
"Lupakan kejadian tadi, anggap kamu tidak pernah melihat apa-apa!"
Glek!
***
__ADS_1
Gue nggak liat apa-apa 🙄