Gadis Kecil Om Dokter

Gadis Kecil Om Dokter
Meminta Bantuan


__ADS_3

De meninju udara dan mendesah kesal. Dia terlalu emosi akibat kepergian Cyara yang begitu tiba-tiba. Hingga ia hanya bisa melampiaskan semua rasa cemas itu dengan marah-marah. Namun, sungguh ia tidak menyangka dengan reaksi Cyara.


Gadis manis yang selalu terlihat ceria itu malah balik marah padanya. Bahkan Cyara tak kenal takut ikut membentaknya pula. De terdiam dan berusaha untuk menenangkan diri. Sementara isak tangis Cyara senantiasa memenuhi gendang telinganya.


Di dalam sana, Cyara kembali menangis dengan kencang. Dia meremat tangan dan memukul-mukul dadanya, ruang nafasnya seolah terhimpit oleh sesuatu yang begitu besar, hingga ia tidak dapat bernafas dengan lega.


"Kenapa semua orang jahat sama Cia?" rancaunya dengan sesenggukan. Sementara air mata itu semakin mengalir deras. Semua kejahatan Austin kembali hadir dalam benaknya, tentang pengkhianatan, kekejaman pria itu. Sungguh Cyara tidak habis pikir, bahwa Riana pun turut andil di dalamnya.


De masih berdiri di sana dengan menatap nanar kamar Cyara, sekuat tenaga dia menahan diri untuk tidak masuk ke dalam sana.


"Apa yang kamu lakukan De? Kenapa kamu malah marah-marah padanya?" gumam pria itu sambil memijat pelipis. Dia melipir ke arah sofa dan mencoba untuk duduk dengan tenang.


Dia sudah terlalu dalam masuk ke kehidupan Cyara. Maka dari itu dia tidak boleh bertindak gegabah. Dia juga harus memikirkan cara.


De mengesampingkan egonya, dan memutuskan untuk menghubungi Aneeq, ia berencana meminta bantuan, sebab ia tidak bisa menyelesaikan masalah ini sendirian.


"Halo, De, ada apa?" tanya Aneeq di seberang sana. Saat itu ia sedang disuapi oleh Jennie yang kebetulan datang ke kantor untuk membawakan makan siang.


De menelan ludahnya, dia bingung sendiri bagaimana caranya meminta bantuan Aneeq tentang masalah Cyara.

__ADS_1


"Heh, kenapa malah diam saja? Kalau kamu tidak lekas jawab, aku matikan teleponnya. Aku sedang bersama istriku."


De mendesah kecil. "Iya-iya sebentar."


"Ada apa sih? Sepertinya serius sekali, kamu juga terlihat aneh akhir-akhir ini."


"An, aku butuh bantuanmu."


Kening Aneeq berkerut, tidak biasanya De membutuhkan bantuan. Bahkan saat De meminjam apartemen pun sebenarnya Aneeq merasa heran, apa yang sedang direncanakan pria itu.


"Butuh bantuan apa? Aku mana mengerti dunia kedokteran."


"Lalu?"


"Aku butuh bantuanmu untuk menyelidiki seseorang. Aku butuh datanya secepat mungkin, kamu bisa 'kan melakukannya?" ujar De dengan jujur, dia ingin mengetahui sebenarnya Cyara dari keluarga mana. Dan ia juga ingin tahu, ke mana gadis itu pergi hari ini, apakah ada sangkut pautnya dengan keluarganya?


Aneeq malah semakin tak mengerti, sebenarnya apa yang De sembunyikan. Dia bangkit dan izin pada Jennie untuk berbicara serius dengan saudara kembarnya. Aneeq memilih berdiri di depan jendela.


"Siapa yang ingin kamu selidiki?" tanya Aneeq.

__ADS_1


"Keluarga temanku, An. Dia butuh bantuan."


"Benarkah? Apakah kamu meminjam apartemenku juga untuk dia?"


De menarik nafas dalam-dalam, beginilah kalau dia minta tolong, pasti banyak sekali pertanyaan. "Iya, An. Sudahlah, jangan banyak tanya. Nanti kukirim beberapa klu yang aku punya supaya kamu lebih mudah mencari tahu tentangnya."


"Eh tapi tunggu dulu."


"Apalagi?!"


"Ini tidak gratis ya, De. Aku minta uang sewa apartemen dan juga upah untuk penyelidikan itu," goda Aneeq, ingin melihat sebagaimana butuh De akan pertolongan darinya.


Terdengar helaan nafas panjang di ujung sana, membuat Aneeq terkekeh.


"Kamu tenang saja, nanti aku bayar!" ketus pria berjambang lebat itu. Akhirnya setelah itu, De langsung memutuskan panggilan, sebab ia tidak mau Aneeq semakin mengajukan banyak pertanyaan.


De kembali membuka ponselnya. Karena perasaan cemas yang hinggap di dadanya ia hampir hilang kendali, hingga melupakan bahwa ia juga punya aplikasi untuk melihat ke mana Cyara pergi melalui ponselnya.


Pria itu menelusuri titik-titik di mana Cyara berhenti. Dan ia bisa menemukan sebuah tempat di mana Cyara berhenti cukup lama di sana.

__ADS_1


"Cafe Moonlight," gumam De, sebuah tempat yang cukup familiar. Sepertinya dia harus ke sana untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ya, dia harus mengecek kamera CCTV.


__ADS_2