Gadis Kecil Om Dokter

Gadis Kecil Om Dokter
Moo&Poo #10


__ADS_3

Setelah makan malam, Cyara langsung memutuskan untuk beristirahat kembali, tetapi De segera menahan istrinya itu.


"Moo, buka kakimu dulu!" titah pria berjambang lebat itu, membuat Cyara menatap waspada, apa-apaan De ini, tiba-tiba memintanya untuk membuka kaki. Jangan-jangan De ingin meminta haknya lagi.


Tidak mau, dia ingin tidur saja, untuk memulihkan tenaganya.


"Kamu mau apa, Poo? Jangan macam-macam yah, kamu sudah memintanya berkali-kali lho kemarin malam. Bahkan pagi-pagi buta kamu sudah mengambil start!" jawab Cyara dengan nada sedikit ketus.


Dia memegang selimut dengan erat, memberikan pertahanan agar suaminya tidak menyerang. Sebab jika De sudah berubah jadi ular, maka dia akan habis seperti sebuah hidangan.


"Aku tidak akan macam-macam, Moo."


"Terus kamu mau apa memintaku membuka kaki?!"


"Aku hanya ingin mengoleskan salep. Milikmu sedikit lecet."


Kening Cyara mengernyit, dia menatap benda kecil yang ada di tangan De. "Kamu tidak bohong 'kan, Poo?"


"Tidak. Aku mengerti kondisimu, jadi sekarang ayo berbaring dan buka kakimu, aku akan mengoleskannya. Aku baru saja memesannya tadi siang."


De memegang salah satu tangan Cyara. Gadis itu pun akhirnya patuh, dia membuka selimut, dan membiarkan De melakukan tugasnya.


"Buka, Moo! Kalau kamu seperti itu bagaimana aku bisa melihat," ujar De menatap Cyara yang menyatukan kedua pahanya. Ya, walaupun mereka sudah suami istri, tak dipungkiri dia masih merasa cukup malu juga.


"Aku malu, Poo," lirih Cyara dengan bibir yang tergigit, sementara kedua pipinya sudah tampak memerah.

__ADS_1


"Malu? Aku bahkan sudah melihat semuanya. Dari ujung kaki sampai ujung kepala. Aku sudah memindai lekuk tubuhmu dengan baik. Jadi apa yang ingin kamu sembunyikan dariku?" protes De, membuat Cyara meneguk ludah.


Ish, memangnya kalau malu tidak boleh apa? Ingin sekali Cyara menjerit seperti itu di depan wajah suaminya. Namun, melihat De yang sangat serius, akhirnya Cyara mengalah.


Perlahan-lahan gadis itu memisahkan kedua pahanya, hingga De bisa melihat irisan daging yang merekah sempurna.


Cyara melirik takut, sementara De terus bergeming. Hingga Cyara buka suara, menyadarkan lamunan suaminya.


"Poo, ayo cepat!"


De langsung mengerjap, dan menggelengkan kepalanya. Tidak boleh, dia tidak boleh menyerang Cyara malam ini, dia harus bisa menahan hasrat, meskipun ia tahu itu semua sangat sulit. Sebab mereka sudah pernah menyatu.


Dengan gerakan lembut De mengoleskan salep tersebut ke inti tubuh Cyara, hingga membuat gadis cantik itu terpejam dan sedikit mengeluarkan desaah. Akibat rasa dingin juga geli yang dihasilkan oleh tangan suaminya.


"Siapa yang memancingmu, Poo? Aku hanya merasa geli."


"Milikmu benar-benar lecet, jadi aku memutuskan untuk tidak akan menyentuhmu sampai besok. Ingat jangan buat aku ingin menerkammu."


Pria itu tidak lagi memakaikan Cyara benda segitiga, dia langsung menutupnya dengan selimut, sebab kelelakiannya tak bisa bohong, dia menginginkan Cyara saat itu juga.


Tidak boleh, De! Tidak boleh! batin De, seolah memperingati ularnya untuk tidak bangkit dalam kondisi yang tidak memungkinkan.


"Sekarang kita istirahat, ke mari peluk aku!" sambung De, Cyara bergerak patuh, dia segera menggeser lalu mengeratkan tangannya pada pinggang De.


Cup!

__ADS_1


"Selamat tidur, Istriku."


***


Setelah beristirahat dua hari di rumah. Akhirnya sepasang pengantin itu memutuskan untuk pergi berbulan madu.


Seperti yang telah dijanjikan oleh Ken dan Zoya. Keduanya berangkat menggunakan jet pribadi milik keluarga Tan.


"Sayang, tidak perlu bawa baju banyak-banyak," ujar De memperingati Cyara. Padahal gadis itu sudah merancang ke mana saja mereka akan pergi, dengan style yang berbeda-beda.


"Kenapa sih, Poo! Aku sudah punya jadwal untuk pakaian yang akan kita pakai nanti di sana."


"Aku bilang tidak usah, itu semua tidak akan kita butuhkan!"


"Lho? Memangnya kita akan telanjaang seharian?"


De menyeringai penuh.


"Kalau iya memang kenapa?"


Cyara langsung mendelik saat itu juga.


***


Poo, tolong kondisikan ularmu yah😌😌😌

__ADS_1


__ADS_2