Gadis Kecil Om Dokter

Gadis Kecil Om Dokter
Moo&Poo #11


__ADS_3

Pukul 11 siang, De dan Cyara sampai di salah satu destinasi wisata yang cukup menarik bagi pasangan yang baru saja menikah. Sebuah tempat yang disiapkan oleh Ken dan Zoya, hanya untuk mereka berdua.


Satu buah pulau yang dengan fasilitas lengkap. De dan Cyara seperti merasakan berada di alam terbuka, tetapi sungguh pemandangannya sangat indah.


Mereka sengaja memilih objek wisata yang lokasinya cukup dekat, agar tidak membuang-buang waktu. Sebab di negara mereka masih banyak tempat seperti surga.


Salah satunya adalah pulau ini. Cyara merasa termanjakan, pemandangan pantai yang memukau, juga aroma segar khas tumbuh-tumbuhan.


"Kamu menyukainya, Moo?" tanya De seraya menggandeng tangan Cyara untuk masuk ke dalam resort yang sudah mereka sewa.


"Of course. Di sini sangat menenangkan, terlebih ada kamu." Cyara mencolek hidung De, hingga membuat pria berjambang lebat itu terkekeh.


Dengan cepat De mengangkat tubuh Cyara, hingga gadis cantik itu mengalungkan tangan di sepanjang lehernya.


"Keindahan ini tidak akan pernah menandingi keindahan tubuhmu," bisik De, mendengar itu Cyara langsung menabok dada suaminya.


"Mesyum!"


Namun, De tidak peduli, entah kenapa setelah menikah dia berubah menjadi pria tidak tahu malu seperti ini. Sebab masih ada seseorang di antara mereka, tetapi De dengan berani menciumi bibir Cyara.


"Poo ... jangan menciumku sembarangan!" rengek Cyara seraya mengelap bibirnya yang basah menggunakan punggung tangan.


"I don't care, Moo."

__ADS_1


Cup!


De meneruskan langkah, hingga mereka sampai di tempat peristirahatan. Salah seorang petugas resort tersenyum ramah, lalu menjelaskan berbagai fasilitas yang ada, juga beberapa objek wisata yang dapat dinikmati oleh keduanya.


"Jika Nyonya dan Tuan membutuhkan sesuatu, kalian bisa memanggil kami, kami dengan senang hati akan melayani."


"Baik, terima kasih," balas De singkat seraya menganggukkan kepala. Sebuah balasan yang membuat petugas itu sadar, bahwa dia telah diusir secara halus.


Pulau itu memang sangat indah dan bisa memberikan sensasi yang berbeda. Sehingga tak jarang, banyak wisatawan yang ramai datang ke sana, bahkan selain di waktu liburan tiba.


Apalagi bagi sepasang pengantin baru seperti mereka, karena keduanya pasti mengidam-idamkan sebuah ketenangan.


Pemandangan sekelilingnya betul-betul asri serta alam dalam balutan hawa sejuk yang berasal dari tumbuh-tumbuhan tersebut. Mereka seperti berada di dalam pedesaan yang jauh dari polusi, memberikan kesegaran kembali setelah seharian beraktifitas.


"Bahkan tempat tidurnya sangat nyaman," ungkap Cyara, sambil berguling ke sana ke mari. De yang saat itu tengah membuka jaketnya langsung menoleh.


"Mencoba apa?" Cyara balik bertanya, kini dia sudah berbaring layaknya seekor buaya.


De terkekeh, kenapa Cyara selalu bersikap lugu seperti ini sih, dia kan jadi gemas sendiri. Pria itu mendekat ke arah istrinya, lalu menguyel-uyel pipi Cyara.


"Kita coba kekuatan ranjangnya. Kalau sampai dia mengeluarkan suara, atau bahkan patah. Berarti kwalitasnya tidak bagus!"


"Maksudmu? Kita berjingkrak-jingkrak di sini?"

__ADS_1


Haha. De akhirnya terbahak juga.


Dia segera menangkup kedua sisi wajah Cyara, dan mencium bibir mungil itu dengan buas.


"Making love with me."


Glek!


"Aaa ...."


Cyara menjerit saat De tiba-tiba menyerangnya begitu saja. Mereka baru sampai, tetapi kenapa De langsung berubah wujud seperti ini.


"Poo, kita baru saja sampai! Ini—ught!"


Mereka bergerak liar hingga membuat sprei putih itu langsung berubah berantakan. Cyara berusaha melepaskan pagutan De dan langsung menghirup udara banyak-banyak.


"Sayang, apa sebaiknya kita—ahh."


Cyara sudah tidak memiliki kesempatan lagi untuk bicara, dia hanya bisa mendesaah dan akhirnya pasrah pada kelakuan suaminya.


***


Cubit aja anunya, Moo🙄🙄🙄

__ADS_1


Mau halan-halan cukur jambang dulu, biar nggak dikira bodyguardnya Cia🙃🙃🙃



__ADS_2