
Plak!
Suara tamparan memenuhi ruangan di mana Austin berada. Setelah mendengar kabar buruk bahwa sang kakak telah dipindahkan membuat pria dengan sorot mata iblis itu tak berhenti marah-marah.
Dan sekarang dia sedang melampiaskan rasa kesalnya pada Riana. Ya, wanita itu akhirnya datang setelah membaca pesan dari Austin. Sungguh dia tidak tahu bahwa sang suami diam-diam dibawa pergi oleh anak tirinya.
Bahkan sampai saat ini, dia tidak pernah mendengar kabar tentang Cyara. Namun, kenapa tiba-tiba gadis itu muncul begitu saja. Dan siapa yang telah membantunya?
"Bodoh! Otakmu itu ditaruh di mana, hah? Bisa-bisanya kamu tidak tahu bahwa Andrew dibawa pergi oleh gadis sialan itu!" teriak Austin tepat di telinga Riana. Ujung bibir wanita itu sudah robek, sebab sudah beberapa kali menerima tamparan keras dari Austin.
"Akuโ"
"Dan kenapa kamu tidak menerima panggilanku? Apa kamu sengaja? Kamu bersekongkol dengannya?" tukas Austin sebelum Riana kembali bicara. Dia benar-benar merasa geram, rasanya dia ingin mencekik leher wanita tidak berguna ini, bila perlu sampai mati.
"Aus, aku benar-benar tidak tahu kalau ada telepon darimu. Lagi pula kalau aku bekerja sama dengan Cyara, mungkin aku tidak ada di sini, aku pasti tidak akan menemuimu," jawab Riana, dia sedikit meringis merasakan perih. Namun, jujur saja semua itu tidak ada apa-apanya dibanding dengan apa yang sudah Austin renggut.
__ADS_1
Yaitu harga dirinya sebagai seorang istri, Austin benar-benar memperlakukan dia seperti budak. Bagaimana pun dia menolak, Austin akan selalu mendapatkan apa yang dia inginkan.
Austin yang semula bertolak pinggang segera menghampiri Riana yang tersungkur di lantai. Benar apa kata wanita itu, andai mereka bekerja sama, mungkin Riana tidak akan berani untuk menemuinya.
Austin beralih mencengkram ibu satu anak itu. "Kalau begitu katakan, habis ke mana kamu seharian? Sampai kamu mengabaikan aku!"
Riana menengadah dengan bola mata yang sudah memerah. Dia tidak boleh menangis, sedikitpun dia tidak boleh mengeluarkan air mata, mau seperti apapun Austin menyiksanya. Andai itu terjadi dia yakin Austin akan semakin memberikan hukuman yang lebih dari sekedar melayani pria itu di atas ranjang.
"Aku pergi bersama teman-temanku," jawab Riana bohong. Dia tidak ingin membuat Clarissa ada dalam bahaya, karena dia membawa nama sang anak. "Saat itu kami pergi ke acara, aku benar-benar tidak dengar apapun selain suara musik, Aus. Maafkan aku."
"Jangan bohong!" Austin memekik dan semakin mencengkram rahang Riana dengan keras, hingga membuat wanita itu seolah tercekik.
Baru setelah itu dia percaya, dia melepaskan cengkramannya dengan kasar, dan pada saat itu Riana langsung terbatuk-batuk. Austin memandang ke arah jendela, di mana suasana malam yang pekat dapat dia lihat. Gelap, seperti hati dan otaknya.
"Kita harus menyusun rencana, aku akan membuat gadis itu keluar dari persembunyiannya," ujar pria itu, dia menatap lurus dengan pikiran yang melalang buana, memikirkan cara bagaimana membuat Andrew kembali dan menjerat Cyara.
__ADS_1
"Rencana apa yang akan kamu buat? Kamu ingin memancingnya?" jawab Riana dengan disertai pertanyaan pula. Austin berbalik melihat Riana yang sudah bangkit dan berdiri di belakang tubuhnya.
Pria itu menyeringai tipis, seperti telah menemukan ide yang brilian. "Aku akan menggunakan Clarissa. Dia akan menjadi umpannya."
Deg!
Mendengar itu, Riana langsung mengangkat wajahnya dengan bola mata yang membulat sempurna. Dia sedikit menggelengkan kepala, tanda tidak setuju. "Aus, jangan macam-macam!"
"Kenapa? Aku tidak akan melakukan apapun padanya," ucap Austin meyakinkan Riana. Namun, sungguh wanita itu tidak dapat percaya begitu saja. Riana mematung saat Austin melangkah mendekat ke arahnya, pria itu mulai menyentuh bibir dan turun ke dada.
"Aku hanya akan melakukannya padamu, kamu tenang saja. Besok aku akan mematangkan rencana, sekarang bersiaplah untuk melayaniku ... Sayang."
Tangan Riana langsung terkepal kuat. Sebagai ibu yang menyayangi putrinya, sungguh dia tidak dapat berbuat apa-apa. Semua yang dia lakukan tidak lebih hanya karena ingin melindungi Clarissa.
***
__ADS_1
Mpotttt, jangan lupa ๐๐๐
Senin nih oey ๐๐๐