
"Ah Mochieku."
Semua orang yang ada di meja makan beralih menatap De, mereka saling tatap dan bertanya satu sama lain apa maksud panggilan itu.
"Apa itu Mochie?" tanya Choco yang memang duduk di sebelah De.
Pria yang sedang mengagumi kekasihnya itu lantas menoleh. Dia memutar bola mata jengah, merusak suasana saja pikirnya.
"Itu panggilan kesayanganku, jomblo mana tahu!" ketus De tanpa perasaan. Mentang-mentang sudah punya pacar, seenak jidat menghina saudara kembarnya.
Choco hanya mendengus kasar, dan ingin sekali rasanya menjitak kepala De. Andai Zoya tidak meliriknya dengan tajam, pasti dia sudah melakukan hal itu.
"Apa katanya, Cho?" bisik Bee yang kala itu ikut penasaran.
"Panggilan kesayangan katanya, gila yah, si kulkas ini bisa membuat panggilan yang terdengar menggelikan seperti itu," jelas Choco seraya mencibir. Siapa suruh menghinanya jomblo. Walaupun kenyataan, tetapi seharusnya tidak perlu diperjelas.
Mendengar itu, Bee langsung menahan senyum. Dia melirik Aneeq yang sudah mangap-mangap siap untuk berjulid.
Namun, mereka langsung terdiam begitu Cyara dan Clarissa sampai di meja makan. Cyara sama sekali tidak bingung, sebab De memang terlihat paling berbeda dari yang lainnya.
Bahkan gadis manis itu terus menatap De yang sedari tadi sudah tersenyum menyambut kedatangannya.
__ADS_1
"Poo ...." panggil Cyara manja, tidak sadar bahwa di sana banyak orang yang memperhatikan interaksi mereka.
Semua yang ada di meja makan tampak terbengong-bengong, tak terkecuali Zoya. Namun, detik selanjutnya wanita hamil itu tersenyum tipis, menyadari bahwa De dan Cyara sudah memiliki panggilan khusus untuk mereka berdua.
Mendengar Cyara memanggilnya, De kembali mengulum senyum, dia menepuk kursi kosong di sampingnya yang memang sudah disiapkan untuk Cyara. "Ke mari, duduk di sampingku."
De berdiri dan menarik kursi untuk Cyara, sebuah adegan yang pernah dia lihat di salah satu drama, dan sekarang dia sedang mempraktekkannya.
Cyara menarik lengan Clarissa yang tampak kebingungan, gadis itu melirik ke sana ke mari, tetapi yang dilihat wajah-wajah itu lagi.
Clarissa menundukkan pandangannya begitu mereka berhasil duduk, sementara De dan Cyara kembali saling tatap penuh cinta, bahkan De langsung menggenggam tangan kekasihnya di bawah sana.
"Sebelum makan, aku ingin mengatakan maksud dan tujuanku mengundang Cyara datang ke mari. Kalian mungkin sudah tahu siapa dia. Ya, dia kekasihku, dan kami akan segera menikah."
Bee langsung tersedak ludahnya sendiri mendengar De berencana untuk menikah. Apa tidak salah? Bahkan mereka belum lama saling mengenal, bukankah seharusnya mereka menjalin sebuah hubungan terlebih dahulu?
"Bee, kamu ini kenapa?" tanya Aneeq.
"Tidak, An, aku hanya terlalu terkejut." Bee melirik ke arah De, pria berjambang lebat itu benar-benar sudah berubah. Tidak seperti dulu, yang nyaris tidak tersentuh oleh seorang wanita.
"Kak Bee katanya mau mengenalkan pacarnya juga, mana? Kenapa tidak diajak?" timpal El. Sebab sebelum De mengatakan tentang hubungannya dengan Cyara, Bee lebih dulu bercerita tentang kekasihnya yang ingin dikenalkan pada Zoya.
__ADS_1
Namun, sampai sekarang sosok wanita yang dicintai Bee ternyata tak kunjung datang jua.
"Iya, Sayang, kamu tidak menghubunginya untuk ikut makan malam? Biar sekalian," kata Zoya, setuju dengan pertanyaan putrinya.
Bee terlihat sedikit gelagapan, dia tersenyum kikuk karena perhatian semua orang kini mengarah padanya, termasuk kedua bola mata milik Clarissa.
"Joana sibuk, Mom, dia kan direktur utama di perusahaannya, jadi dia cukup sulit untuk diajak bertemu," jelas Bee, karena begitulah adanya.
Bahkan tak jarang, wanita itu melakukan bisnis ke luar kota.
Zoya tampak manggut-manggut, paham dengan pekerjaan calon menantunya. "Ya sudah, mungkin lain kali, sekarang kita makan malam untuk menyambut kedatangan Cyara saja. Sayang, ini semua adalah keluarga De, pasti kekasihmu itu sudah memberitahu kan, bahwa dia memiliki saudara kembar?"
Cyara tampak mengangguk.
Zoya langsung memperkenalkan anak-anaknya satu persatu pada Cyara dan Clarissa agar mereka tidak kebingungan. "Nah, yang jomblo itu Choco, Clarissa sudah punya kekasih belum? Kalau belum mungkin bisa jadi menantu Tante juga."
Eh!
Kedua orang itu nampak terkejut secara bersamaan. Namun, keterkejutan itu mencair begitu Ziel tiba-tiba menyambar.
"Kalau Grandma jomblo nanti dengan Ziel yah."
__ADS_1
***
Parah nih bocah nyumpahin Biang python 🙄🙄🙄