Gadis Kecil Om Dokter

Gadis Kecil Om Dokter
Moo&Poo #5


__ADS_3

Cyara hanya bisa mengerang kesakitan saat benda aneh itu berusaha melesak masuk ke dalam dirinya. Berkali-kali menghujam tetapi tak berhasil juga, membuat nafas gadis cantik itu terengah.


Namun, De tetap tak menyerah, dia mengeluarkan cairan saliva. Bertujuan agar memudahkan pusakanya dapat membuka pintu surga dunia milik istrinya.


"Ini benar-benar menyakitkan, Poo!" Cyara mencengkram kuat sprei, dengan ludah yang tercekat. Dia memejamkan matanya kuat-kuat saat De masih berusaha untuk membobol gawang pertahanannya.


Pria itu tak bicara, dia hanya mengecup dahi Cyara yang sudah mengeluarkan keringat begitu banyak. Lalu meraih salah satu tangan Cyara, menautkan jari-jemari mereka.


"Lampiaskan apapun pada tubuhku. Aku akan menerimanya."


Cyara mencengkram bahu De, dia semakin membusung dan menggigit bibir bawahnya. Sekali lagi, De mendorong dengan tekanan yang cukup kuat, hingga tak berapa lama kemudian suara teriakan Cyara lepas di udara.


Bersama dengan bulir bening yang keluar dari sudut matanya. De bergeming, melihat Cyara yang terisak membuat dia merasa tak tega. Namun, kalau tidak dilanjutkan maka dia yang akan tersiksa.


"Aku mencintaimu, Cyara. Maafkan aku."


Mendengar itu, Cyara mulai mengatur nafasnya. Genggaman tangannya melemah dan berganti untuk mengakup kedua sisi wajah suaminya. Keduanya saling tatap dengan begitu dalam, Cyara memberanikan diri untuk mengecup bibir De lebih dulu, memberikan lumaatan hingga dia berangsur tenang.

__ADS_1


"Jangan khawatirkan apapun, aku tidak apa-apa, Poo. Aku akan menikmatinya, bukankah rasa sakitnya hanya sebentar?"


De tersenyum, dia tahu Cyara tidak akan mengecewakannya. Pria berjambang lebat itu kembali menyatukan bibir mereka. Membuai Cyara dengan ciuman hangat nan memabukkan.


Hingga perlahan-lahan, dia mampu untuk bergerak meskipun tak sedikit Cyara mengeluarkan suara ringisan. Namun, lama semakin lama suara pilu itu berganti dengan lenguhan.


De mengulumm gemas daun telinga Cyara. Membuat gadis yang sudah tidak gadis itu meliuk-liuk karena merasa geli bercampur nikmat.


"Ught, Poo ...." Desaah Cyara, jiwanya semakin melayang saat De menghentaknya dengan penuh kelembutan. Pria berjambang lebat itu terlihat sangat pandai membuat Cyara bergerak tak karuan.


Sebuah kenikmatan yang baru pernah mereka capai bersama. Menyisakan ledakan dalam diri De begitu cepat datang. Apalagi dia belum terlalu bisa mengaturnya. De menekan pinggul, hingga pusakanya menghujam semakin dalam.


Untuk pertama kalinya dia merasakan pelepasan. Sesuatu yang begitu dahsyat hingga mampu membuatnya menggeram.


Nafas kedua orang itu memburu. Satu pelepasan tak mampu membuat De merasa puas, dia kembali mencumbu Cyara dengan menyesap kedua benda mungil itu secara bergantian.


Hingga membuat gadis itu kembali basah. Sementara inti tubuhnya merasa sesak untuk yang kesekian kalinya. Penyatuan ini begitu luar biasa.

__ADS_1


De semakin mengangkat kaki Cyara, memudahkan dia menghentak lebih dalam inti tubuh istrinya.


"You look so beautiful, Moo." De begitu mengagumi keindahan tubuh Cyara yang hanya dapat dilihat olehnya. Dia bergerak naik turun, hingga membuat Cyara tak berhenti untuk mendesaah.


Dia merasakan tubuhnya begitu penuh oleh milik De. Namun, sumpah demi apapun, rasanya membuat dia menganga. Dia tidak pernah menyangka akan sehebat ini rasanya bercinta.


De terlihat sangat menyukai dada Cyara yang begitu imut. Namun, memiliki rasa candu yang membuatnya ingin selalu menyesap lagi, lagi dan lagi.


"Poo, geli!" Cyara menggeliat manja, saat sang suami menjelajahi leher jenjangnya. Memberikan hickeey yang pastinya bisa dilihat oleh siapa saja, andai Cyara memakai baju terbuka.


De semakin bersemangat, mendengar Cyara yang bersuara, membuat hasratnya semakin terpancing. Membesar dan meminta untuk dipuaskan, seperti ularnya sekarang.


"Aku sangat menyukainya." De mengecup beberapa kali pucuk dada Cyara, membuat gadis cantik itu menggelinjangg. Sementara pusaka De seperti tengah dicengkeram kuat, hingga sedikit sulit untuk bergerak. Namun, sungguh itu semua terasa sangat nikmat.


Berkali-kali pria itu mengerang, berusaha membawa Cyara menuju puncak nirwana untuk yang kesekian kalinya. Bahkan jika bisa, sampai pagi menyapa.


***

__ADS_1


Dahlah, gue minta kopiiiii😩😩😩


__ADS_2