
Makan malam telah selesai. Namun, De tak lekas mengajak Cyara untuk kembali ke kamar. Pria itu malah menarik tangan Cyara untuk melangkah ke sebuah tenda.
Di sana ada api unggun kecil yang menyala. Mereka sudah seperti kemah di alam terbuka. Mata Cyara mengerjap beberapa kali, benarkah De menyiapkan semua ini?
Astaga! Kenapa Cyara masih belum bisa percaya juga?
"Poo, apa kita akan di sini sampai malam?" tanya Cyara, melihat ke dalam tenda ada bantal dan juga selimut tebal.
"Iya, Sayang. Kita nikmati malam ini yah. Aku ingin melihat bintang bersamamu," balas De, seraya menarik tubuh Cyara agar masuk ke dalam dekapannya.
Kini mereka berdua duduk dengan saling memeluk di depan api unggun kecil itu. Sementara dua pasang mata mereka menatap langit dan bintang yang sama.
"Kamu lihat kan bintang kecil itu?" tanya De seraya menunjuk benda yang berkelap-kelip di atas sana.
Cyara mengangguk.
"Seperti itulah kamu. Terlihat kecil di antara yang lain, tetapi indah di mataku," ucap De dengan menatap lekat wajah Cyara. Mendengar itu, Cyara langsung tersenyum, dia menangkup kedua sisi wajah De dan mengecup bibir pria tampan itu.
"Bukankah aku ini api bagimu?" tanya Cyara, membuat kening De mengernyit.
"Kenapa bisa seperti itu?"
"Karena dulu kamu itu seperti salju. Dingin, dan nyaris tak tersentuh. Tapi sekarang, kamu bahkan jauh lebih hangat dari terpaan sinar mentari pagi. Jadi, bukankah aku ini api yang berhasil membuat salju itu mencair?"
De terkekeh mendengar perumpamaan Cyara. Namun, ada benarnya juga.
__ADS_1
"Jika kamu api, maka aku akan siap terbakar oleh panasnya cintamu."
Cup!
"Aku siap membakarmu kapanpun!"
"Sekarang?"
"Di sini?"
De tersenyum nakal, dia mendorong tubuh Cyara hingga setengah tubuh mereka masuk ke dalam tenda. Sementara bibir pria itu langsung menyergap bibir Cyara.
Melumaatnya dengan penuh kelembutan, hingga akhirnya mereka terbuai. Angin yang berhembus, bagai melodi yang mengalun indah. Membawa kedua raga itu semakin menyatu di dalam sana.
Sret!
Dalam satu kali tarikan resleting tenda sudah tertutup sempurna. Ada suara kekehan Cyara yang terdengar membahana, sebelum akhirnya lenguhan mengudara.
"Poo, benarkah kita akan melakukannya di sini?"
"Why not? Kita coba sensasi yang lain dari pada yang lain."
Kedua tangan besar De yang sudah begitu lihai, melucuti pakaian Cyara, lalu membuangnya dengan asal. Pipi gadis itu memerah, sementara dari siluet yang tercipta kini Cyara berada di atas tubuh prianya.
"Jangan tertawakan aku kalau aku salah," ujar Cyara, De segera meraih kedua tangan gadis cantik itu. Tak peduli apapun, yang penting Cyara bisa mengendalikan dirinya malam ini.
"Driving me crazy!"
__ADS_1
Hanya satu kalimat itu yang keluar dari mulut De sebelum dia menarik tengkuk Cyara. Gadis itu tak mampu menjawab, sebab mulutnya sudah dibungkam dengan rasa yang begitu memabukkan.
Di antara ciuman mereka, Cyara mengelus dada bidang De yang ditumbuhi bulu-bulu halus, hingga berhasil membuat pria itu meremang seketika.
Desaah tertahan dari mulut De mengalahkan riuhnya ombak di luar sana. De melepas pagutan, membiarkan Cyara yang mengendalikan permainan.
"Ught." Pria itu mengerang dengan mencengkram bokkong Cyara saat gadis cantik itu menyesap lehernya. Gerakan lembut, tetapi berhasil membuat kakinya bergerak gelisah.
De terus mendesaah, hingga tak berapa lama kemudian ularnya mulai bangkit menantang Cyara. Gadis itu beringsut mundur, sebab De mendorongnya perlahan.
"Sebentar saja." De memberi kode, agar Cyara mengulumm miliknya, gadis itu mengangkat kedua alis, karena tak begitu paham dengan apa yang dimaksud suaminya.
Lagi-lagi De mengarahkan Cyara, sampai akhirnya dada De membusung, dengan mata yang terpejam sempurna, menikmati sensasi yang begitu luar biasa.
Cyara merasa sedikit aneh, tetapi lama-kelamaan dia merasa tidak buruk juga. De sudah sangat resah, dia tak tahan lagi dengan sentuhan lidah Cyara.
Dan detik selanjutnya, mereka membuat penyatuan dengan Cyara yang berada di atas tubuh De sesuai kesepakatan mereka.
"Seperti ini?" tanya Cyara seraya menggerakkan pinggulnya. De tak mampu menjawab, dia hanya menganggukkan kepala dan menikmati setiap tikaman hasrat yang memenuhi dadanya.
Ah, Cyara!
***
Udah kenalan belom sama klan buaya ๐ di sebelah? Kalo belum yuk buruan mampir sana ๐๐๐
Komenggg dong oey komengg๐๐๐
__ADS_1