Gadis Kecil Om Dokter

Gadis Kecil Om Dokter
Moo&Poo #3


__ADS_3

Setelah kepergian kedua orang tuanya, De melangkah masuk ke dalam rumah, dan dengan cepat menyusul Cyara. Namun, sebelum dia memutar kenop pintu kamar gadis itu, seorang pelayan membawakan dua minuman dan juga satu piring irisan buah.


"Terima kasih," ucap De dengan datar, setelah menerima nampan. Dia masuk ke dalam dan ternyata suasana kamar terlihat berbeda. Persis seperti kamar yang didesain khusus untuk pengantin baru, tempat peraduan di malam pertama.


Menyadari itu, entah kenapa De mulai mengulum senyum. Seperti aliran listrik yang menjalar, di dalam pikiran pria itu langsung terbayang wajah Cyara.


Tentang indahnya malam di mana mereka akan menuai puncak nirwana. De melangkah dengan wajah sumringah, dia meletakkan nampan yang ada di tangannya di atas nakas yang juga ditaburi oleh bunga mawar merah.


"Bunga-bunga ini seperti tidak ada harganya," gumam De melihat sekeliling, kelopak itu bertebaran di mana-mana. Sementara sang pujaan tidak terlihat sedikitpun di matanya.


"Apa dia sedang mandi? Kenapa tidak mau menungguku?"


Pria berjambang lebat itu melangkah ke arah kamar mandi, lalu mengetuk pintu, memastikan bahwa sang istri ada di dalam.


"Moo, apa kamu sedang mandi?"


Cyara yang baru saja membuat busa di dalam bathtub, langsung mengangkat wajah, dan menoleh ke sumber suara. "Iya, Poo. Aku mandi duluan yah, kamu pakai kamar mandi yang lain saja."


"Lho, Sayang. Kenapa kamu tidak izinkan aku masuk saja? Kita mandi bersama."


"Ish, tidak mau lah, Poo! Nanti saja kita bertemu di ranjang. Aku harus membersihkan tubuhku dengan detail, biar aku tidak dikata dekil!" Ucapan Cyara sedikit mengandung sindiran, dan hal itu sukses membuat De terkekeh.

__ADS_1


"Baiklah-baiklah, aku akan mengalah. Aku mandi di kamar bawah yah."


"Iya," jawab Cyara singkat.


Kemudian dia tidak mendengar lagi suara suaminya. Sebab De benar-benar turun ke bawah untuk sekedar membersihkan tubuhnya.


Namun, sampai dia kembali ke dalam kamar, Cyara tak kunjung selesai. Sudah hampir satu jam gadis itu belum juga keluar dari dalam kamar mandi, beberapa kali De mengeceknya tetapi jawaban sang istri selalu sama.


"Apa dia bersemedi di dalam sana? Kenapa lama sekali?" gerutu De, karena merasa bosan menunggu sang istri yang tak kunjung menampakkan batang hidungnya.


Akhirnya pria itu memakan buah segar yang ada di dalam piring, juga minuman yang ditunjukkan untuk dirinya, sebab minuman yang ada di gelas lain adalah minuman kesukaan Cyara.


Tok Tok Tok ...


"Sayang, sudah belum? Sebenarnya kamu ini sedang apa? Kenapa lama sekali?" tanya De bertubi-tubi, berharap Cyara menyudahi acara main tebak-tebakannya. Sebab dia sudah sangat gerah.


Entah kenapa tubuh De merasa panas, padahal sedari tadi dia baik-baik saja. Pria itu sama sekali tak curiga dan menganggap bahwa itu semua karena dia terlalu banyak bergerak.


"Sebentar, Poo!" jawab Cyara sedikit manja.


Mendengar itu, De masih berusaha untuk sabar. Dia menghela nafas, dengan geleyar yang mulai tak dapat dia jelaskan.

__ADS_1


"Cih, ada apa dengan tubuhku? Kenapa rasanya aneh sekali," gumam De, dia langsung membuka baju dan membuangnya ke sembarang arah.


Dia menunggu sekitar lima menit, mencoba sabar dengan hasrat yang tiba-tiba bangkit, minta segera dilepaskan, tetapi Cyara tetap kunjung keluar.


Pria itu sudah tak tahan.


Baru saja De akan mengetuk pintu, tetapi benda persegi panjang itu terbuka begitu saja dan menampilkan sosok Cyara yang terlihat sangat berbeda.


De memerhatikan dari puncak kepala hingga ujung kaki gadis itu. Saat ini, tubuh Cyara hanya terbungkus kain merah tipis yang dapat memanjakan matanya.


Rambutnya dikuncir tinggi dengan gerai yang sedikit basah. Menampilkan leher jenjang gadis itu yang terekspos bebas.


De menelan ludah. Perasaannya kembali tak karuan melihat dua sembulan kecil itu seolah melambai minta disesap dan lumatt dengan penuh hasrat.


Sementara Cyara tersenyum genit sambil berkedip untuk menggoda suaminya. Di sedikit meliuk, hingga dua gumpalan itu ikut bergerak.


"Aku sudah siap bertemu dengannya."


***


Kalian dah siap belum🙄🙄🙄

__ADS_1


__ADS_2