
Keempat orang itu pun bergabung ke dalam keluarga Tan. Mereka terlihat sangat kompak, karena memakai pakaian warna senada.
Cyara terlihat begitu antusias terhadap para keponakannya. Namun, jangan salah, gadis satu ini tidak dapat membedakan yang mana si a yang mana si b. Pokoknya kalau sudah memanggil si kembar, asal sebut saja.
Apalagi kalau sudah memanggil anak El dan Caka. Sulit rasanya untuk menghafal nama-nama mereka. Karena nama keempat bayi kembar itu, berawalan huruf WXYZ. Yaitu William, Xania, Yuza dan Zack. Untuk kepanjangannya, mereka semua memakai nama dan marga yang sama—Hognose Liem.
Kini dua bayi cantik milik El tengah tertidur pulas di dalam stroller. Sementara dua bayi yang lain, ada dalam gendongan kakek dan neneknya.
"Halo, yang ini pasti Zack yah atau Lee?" sapa Cyara, pada bayi gembul yang baru saja berusia 4 bulan. Bayi yang digendong oleh Siska—sang nenek.
"Halo, Aunty. Aku Willy," jawab Siska membuat Cyara terkekeh karena salah sebut nama. De dan Choco saling pandang kemudian geleng-geleng kepala.
"Sayang, tidak perlu menebak-nebak, yang mana saja sama," timpal pria berjambang lebat itu. Tidak ingin membuat istrinya malu.
"Biarkan saja, Poo, aku 'kan sedang menghafal nama-nama mereka," balas Cyara. Sedang dibela malah marah-marah.
Akhirnya De melengos, sementara Cyara kembali mengajak para bayi itu bicara. Bahkan Cyara meminta baby Willy untuk ia gendong, karena dia ingin belajar, sebelum menjadi ibu sungguhan.
Setelah mengetahui Cyara tidak hamil kala itu, De dan Cyara memang sepakat untuk menundanya. De selalu mengeluarkan calon anak-anaknya di atas perut sang istri, karena rencana mereka ingin memiliki seorang anak setelah Cyara lulus kuliah.
Dan sampai setahun ini, mereka berhasil menjalani KB alami tersebut.
"Kenapa kamu gembul sekali? Kamu makan apa?" tanya Cyara pada baby Willy. Membuat El yang ada di sampingnya pun menoleh, wanita itu meraih tangan anaknya, menggoyangkannya pelan hingga membuat baby Willy tertawa.
Melihat itu, Caka pun ikut tertawa pula.
"Aku makan strawberry setiap hari, Aunty."
__ADS_1
"Hah, masih bayi sudah makan strawberry? Memangnya dia doyan?" Cyara tampak melongo mendengar jawaban adik iparnya.
El terkekeh semakin keras, sementara bola matanya terus bersitatap dengan netra milik sang anak.
"Itu kata kiasan, Kakak Ipar. Masa tidak mengerti?"
"Sudahlah, El, jangan racuni istriku dengan istilah-istilah aneh," sambar De, kini beralih merengkuh pinggang Cyara dari samping. Ingin membuat jiwa jomblo Choco meronta-ronta.
"Ck, sialan!" Choco berdecak keras, kemudian melengoskan wajah.
Berbeda dengan Aneeq yang kini ikut nimbrung dengan saudara kembarnya yang sudah menikah.
"Huh, padahal kamu sendiri yang sering meracuni otak istrimu," timpal Aneeq yang kini sedang menggendong putranya—Cornelius, bayi yang kerap dipanggil dengan sebutan Baby Lee. Di waktu sepagi ini, pria tampan itu sudah berkeringat, karena sang anak yang tak kunjung ingin turun ke stroller-nya. Padahal ada Anida—pengasuh Baby CoNda.
"Tidak usah ikut-ikutan, urus saja anakmu!" ketus De, kemudian bermanja-manja dengan meletakkan kepala di bahu Cyara.
"Poo, aku sedang menggendong bayi, berat dong," protes Cyara. Karena bayi besar miliknya tidak sadar mereka ada di mana.
Dalam gendongannya, ada dua bayi cantik yang sama-sama berebut perhatiannya. Antara anak dan cucu. Mereka sama posesifnya. Tak berbeda jauh dengan El saat kecil dulu.
"Pay," panggil Baby Amanda, sambil menepuk-nepuk pelan pipi kakeknya.
"Iya, Sayang. Jangan banyak bergerak yah," jawab Ken memperingati dua bayi itu, tetapi baru saja menyelesaikan kalimatnya, bibir Ken langsung ditepuk oleh sang anak—Gloria.
Ken menoleh, menatap Baby Glor yang memasang raut wajah kesal. Seolah tak terima jika ia meladeni Baby Amanda.
"Ty, oyeh oyeh!"
__ADS_1
Pria yang sudah berusia kepala enam itu menghela nafas kasar. Kemudian mencoba untuk tersenyum. Padahal kedua tangannya sudah sangat pegal. Rasanya dia ingin cepat-cepat pesta ini selesai!
Dan tak berapa lama kemudian, acara sakral pun akan dimulai. Jennie langsung melangkah ke arah Ken untuk meminta Baby Amanda.
"Baby, come on! Grandpa harus ke depan, menemani Uncle Bee," bujuk Jennie seraya mengulurkan kedua tangannya. Namun, sang anak tetap menolak.
Sementara Glor sedang dibujuk oleh De, dia pun akhirnya ikut turun tangan, karena semua orang sudah memegang masing-masing satu anak bayi. Hanya dia yang tersisa saat ini.
Awalnya Baby Glor menolak. Namun, ketika dia melihat Ziel datang, dia langsung tersenyum sambil mencoba menggapai bocah tampan itu.
"Ayo, Aunty Kecil. Nanti Ziel ajak bermain," ucapnya sambil melambai-lambai meminta Baby Glor untuk turun, hingga akhirnya bayi cantik itu pun menurut, dia bergerak kegirangan dalam gendongan De sambil mencari-cari Ziel yang bersembunyi di belakang tubuh kekar kakaknya.
Melihat itu, Baby Amanda pun ikut mengalah. Karena merasa persaingan telah selesai, dia pun mau digendong oleh sang ibu. Hingga membuat Jennie bernafas dengan lega, karena sang putri tidak mengamuk seperti biasanya.
"Ke mari, Sayang. Kita berdiri di belakang Mommy dan Daddy," ucap Aneeq, seraya meraih pergelangan tangan Jennie.
Sementara di depan sana. Jantung Bee terus berdebar kencang, karena sebentar lagi dia akan mempersunting wanita yang dicintainya.
***
Ini Baby WXYZ (William, Xania, Yuza, Zack)🥰🥰🥰
Ini Baby CoNda 🥰🥰🥰
__ADS_1
Baby FG (dah ga usah) nih Fierce sama babehnya aja😌