Gadis Kecil Om Dokter

Gadis Kecil Om Dokter
Aku Keluarganya


__ADS_3

Austin sampai di rumah sakit tempat di mana sebelumnya Andrew di rawat, yakni rumah sakit Sastra Medika. Dia berjalan dengan tergesa dengan wajahnya yang tampak sangat marah.


Dia tak menghiraukan para pengawalnya yang menunduk memberi hormat, sekarang yang ingin dia lakukan adalah memastikan bahwa Andrew benar-benar dipindahkan atau tidak.


Tanpa bertanya pada pihak rumah sakit, Austin langsung melangkah ke ruangan sang kakak. Berharap apa yang dikatakan anak buahnya adalah kebohongan.


Namun, belum juga sampai di sana, seorang suster menahan langkahnya. "Tuan, tunggu! Apa anda mencari Tuan Andrew?"


Mendengar itu, Austin dengan nafasnya yang terengah-engah segera berbalik. Dia menatap tajam wanita berseragam itu, hingga membuat wanita itu ketakutan dan reflek menunduk.


"Iya, di mana dia?!" sentak Austin, tidak peduli pada beberapa orang yang mulai melihat ke arahnya, sungguh dia tidak ingin menghiraukan itu semua.


"Maaf, Tuan. Tadi pagi Tuan Andrew sudah dipindahkan, apakah tidak ada konfirmasi dengan anda?"


Mendengar itu, bola mata Austin melebar dengan sempurna dengan gigi depan yang saling menaut. "Apa?! Dia dipindah? Siapa yang berani memindahkannya? Sementara keluarga Tuan Andrew adalah aku?" Teriak Austin marah, dan semakin membuat nyali sang suster menciut.


Suara keributan itu mengundang banyak perhatian hingga membuat beberapa tim keamanan datang.

__ADS_1


"Mohon maaf, Tuan, jangan berteriak seperti itu, ini rumah sakit," ucap salah satu dari mereka.


"Aku tidak peduli, sekarang jelaskan kepadaku siapa yang memindahkannya dan ke mana kakakku itu?!"


"Put—" Suara suster itu terbata, tetapi pihak keamanan memberi ruang agar ia menjelaskan lebih gamblang, masalah Austin biar menjadi urusan mereka, andai pria itu mengamuk mereka langsung bisa mengusirnya.


"Maaf, Tuan, tapi putrinya yang memindahkan Tuan Andrew, dan dia bilang pihak kami tidak boleh membocorkan rumah sakit mana yang mereka tuju. Sekali lagi maaf, Tuan. Kami benar-benar menjaga privasi pasien kami ...."


Sang suster menunduk dalam. Sebelum Austin memakinya, tim keamanan menyuruh suster itu pergi, dan hal tersebut membuat Austin semakin meradang.


"Kepaarat! Beritahu aku di mana dia sekarang. Kalian tidak bisa menyembunyikan kakakku! Dia itu kakakku, keluargaku! Mana mungkin aku tidak boleh menemuinya."


"Shitt! Kalian semua akan aku tuntut! Kalian belum tahu siapa aku? Awas saja, akan aku pastikan kalian semua mendekam di penjara!" teriak Austin dengan sekuat tenaga, dia sudah seperti kesetanan.


Dan hal itu membuat beberapa pengunjung rumah sakit ketakutan. Tim keamanan saling pandang, lalu mereka bersama-sama menjegal Austin, ingin mengusir pria gila itu dari tempat ini. Namun, dengan keras Austin menepis semua orang yang ingin menyentuhnya.


"Jangan sentuh aku dengan tangan kotor kalian!"

__ADS_1


"Baik, tapi silahkan anda pergi!"


Austin memicing lalu berdecih keras. "Cih, menjijikkan! Aku akan pergi dari sini tanpa kalian minta. Tunggu pembalasanku atas sikap kalian ini."


Tim keamanan hanya bisa geleng-geleng kepala, sementara Austin langsung berlalu dari sana dengan menepuk dada. Menandakan bahwa tidak ada seorang pun yang bisa meremehkannya.


"Cyara? Awas kamu, setelah ini kamu tidak akan bisa lepas lagi dariku, berbuatlah sesukamu. Dan lihat apa yang akan aku lakukan!"


Begitu sampai di gerbang, Austin dengan rasa geramnya menampar semua pengawal. "BODOH! KALIAN SEMUA BODOH!" Makinya dengan sorot mata yang sama sekali belum melunak.


"Maafkan kami, Tuan," jawab mereka berbarengan dan menundukkan kepala, tanda bahwa mereka sangat menyesal.


"Aku tidak ingin mendengar alasan apapun, sekarang ikut aku ke gudang!"


Lantas setelah itu, dia kembali ke mobilnya dan mencoba menghubungi Riana. Namun, panggilannya masih saja belum diterima. "Dasar wanita jalanggg! Ke mana dia sebenarnya?"


Akhirnya Austin memutuskan untuk mengirim wanita itu sebuah pesan. Dia juga ingin memberi Riana pelajaran.

__ADS_1


[Kutunggu kamu malam ini, kalau tidak kamu tahu apa yang akan aku lakukan. Jangan sampai menyesal!]


__ADS_2