Gadis Kecil Om Dokter

Gadis Kecil Om Dokter
Lamaran


__ADS_3

Cyara menatap pria bersetelan jas yang baru saja melangkah masuk ke dalam rumah. Dia terus membeku, seolah kakinya tak mampu untuk diajak bergerak, sebenarnya ada apa? Batin Cyara bertanya-tanya.


Lamunan gadis cantik itu semakin menjadi, saat De mengangkat kepala dan akhirnya kedua pasang netra itu bertemu dalam satu garis lurus.


Pria berjambang lebat itu tersenyum, tanpa berkata apapun dia berjalan menemui gadis tambatan hatinya yang hanya mampu berdiri di tengah-tengah tangga.


Clarissa sudah turun lebih dulu, dia tidak ingin melihat adegan selanjutnya. Karena yang pasti itu semua akan membuat jiwa jomblonya meronta-ronta.


De menapaki satu persatu anak tangga, pelan tapi pasti, pria itu akhirnya sampai di hadapan Cyara. De langsung mengulurkan tangan, sementara gadis cantik itu meneguk ludahnya kasar.


"Poo ...." Suara Cyara terdengar lirih di telinganya, De tersenyum sambil berkedip sayu.


"Ayo turun bersamaku," ajak pria itu, tetapi kesadaran Cyara masih belum pulih juga. Hingga akhirnya De meraih satu tangan gadis cantik itu.


"Kenapa? Kamu terlalu terkejut yah? Aku sengaja tidak memberitahumu."


Cyara ikut melangkah, mengekor pada De yang membawanya turun ke bawah.


"Poo, tapi kenapa bisa kalian ada di sini? Apa Daddy mengundangmu?"


"Tidak, aku sengaja datang, Sayang."

__ADS_1


De menyelipkan anak rambut Cyara yang menjuntai tak beraturan, agar ia lebih leluasa melihat kecantikan kekasihnya itu. "Aku akan melamarmu." Bisik De, membuat dua bola mata Cyara melebar, tak percaya.


Dia menoleh ke samping. Namun, terlambat, De sudah kembali berjalan menuju meja makan, dengan menarik tangannya.


Begitu sepasang kekasih itu masuk, semua yang ada di meja makan sontak mengalihkan pandangan mata mereka. Kini De dan Cyara menjadi pusat perhatian, gadis itu hendak menunduk karena merasa malu, tetapi De segera menahannya.


"Angkat kepalamu, dan buktikan bahwa kamu adalah wanita yang paling berbahagia malam ini," ucap De yang langsung mendapat sambutan berupa tepuk tangan dan gelak tawa semua orang.


Mereka tak menyangka, pria sekaku Derick Mojave Tanson, ternyata bisa romantis juga.


Pipi Cyara sontak berubah memerah. Dan semakin memerah begitu De berjongkok di hadapannya.


"Oh my God, aku jadi teringat 25 tahun lalu, Dad, saat kamu melamarku di tepi kolam renang," kata Zoya, sedikit berbisik pada Ken, dia merasa dejavu oleh tingkah putranya.


"Like father like son, Baby," jawab Ken sambil mengelus perut Zoya yang sudah semakin besar.


Wanita hamil itu hanya terkekeh sambil mengangguk. Setuju dengan pengakuan Ken, bahwa De memang tak berbeda jauh dengan sang ayah, dari segi memilih kriteria wanita. Namun, jika tentang mesyum sudah pasti Aneeq yang paling dominan di antara yang lainnya.


"Moo ...."


Mendengar itu, Cyara kembali menatap sang kekasih seraya menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. Antara cemas dan gugup, bahkan tangannya yang sedari tadi terkepal, sudah berkeringat dingin.

__ADS_1


De menarik nafas dan menghembuskannya pelan. "Malam ini, di hadapan semua orang, terlebih ayahmu, dan kedua orang tuaku. Aku, pria yang mencintaimu, pria yang akan berusaha untuk membahagiakanmu, pria yang akan selalu menemanimu setiap waktu, pria yang akan selalu menjadi bahu di atas semua keluh kesahmu, dan pria yang akan selalu mendekapmu di kala kamu sedang rapuh. Aku pria yang serba kekurangan ini, memohon izin untuk mempersuntingmu untuk menjadi ibu dari anak-anakku ... Cyara Pavita Ramsey, will you marry me?"


Helaan nafas terdengar, bersamaan dengan air mata Cyara yang jatuh tak tertahankan. Dia tidak menyangka, De akan seromantis ini melamar dirinya.


Dia melirik Andrew dan Clarissa yang kala itu tersenyum bahagia. Lalu beralih pada Ken dan Zoya, terlihat sang calon mertua menganggukkan kepala.


Suara tepuk tangan dan sorak-sorai memenuhi ruangan tersebut. Cyara menatap De yang masih setia memegang cincin dan tersenyum ke arahnya.


Namun, bukannya lekas menjawab, Cyara malah meminta De untuk berdiri, pria itu terlihat bingung, tetapi tetap patuh pada keinginan calon istrinya.


Cyara menarik lengan De, semakin membuat orang bertanya-tanya. Hingga saat di hadapan Ken dan Zoya, Cyara menghentikan langkah.


Tubuh Cyara tiba-tiba ambruk, hingga membuat Zoya terkejut. "Sayang, ada apa?" Ibu hamil itu terlihat panik, tetapi Cyara hanya menggelengkan kepalanya sambil sesenggukan dan menggenggam tangan Zoya.


"Terima kasih, terima kasih karena sudah melahirkan pria seperti dia. Terima kasih telah membesarkannya hingga sesempurna ini." Cyara melirik De dengan mengulum senyum. Membuat pria itu salah tingkah. "Aku sangat mencintainya, Om, Tante, izinkan kita bersama."


Yes!


***


Kawin nggak nih?🙄🙄🙄

__ADS_1


__ADS_2