Gadis Kecil Om Dokter

Gadis Kecil Om Dokter
Moo&Poo #32


__ADS_3

Hari-hari De bertambah semakin berwarna setelah kehamilan Cyara. Pria yang dulu dikenal dingin itu, berubah menjadi sosok yang paling sabar ketika menghadapi mood istrinya. Ya, De sesabar itu selama 5 bulan terakhir ini.


Sebab dari waktu ke waktu, Cyara bertambah semakin cerewet. Padahal jika ditelaah hanya ada masalah kecil di antara mereka.


Seperti saat ini, setelah mandi De melemparkan handuk basah ke ranjang, ketika Cyara masuk, ibu hamil itu langsung memelototkan matanya.


Tatapan tajam bak elang mencari mangsa langsung menghunus ke arah De.


"Berapa kali aku harus bilang, Poo? Taruh handuk itu di gantungan, jangan main lempar-lempar saja, inikan habis dipakai, kalau dibiarkan lembab kan bau!"


Cyara menyerocos sambil menyambar handuk suaminya. Dia melangkah sambil menyanggah perutnya yang sudah sangat buncit. Entah kenapa hal sekecil itu saja membuatnya begitu kesal. Sementara De hanya bisa menelan ludah dan menghembuskan nafasnya.


"Aku kan belum selesai pakai baju, Sayang. Nanti kalau sudah juga aku taruh," jawab De, yang justru membuat Cyara melirik tak suka.


"Harusnya langsung taruh saja! Lagi pula bukannya minta maaf, malah mencari pembelaan," jawab Cyara setengah merengek.


Astaga, apa mulutnya tidak lelah mengomel terus? De hanya berani membatin, karena jika sepatah kata keluar dari mulutnya, pasti ujung-ujungnya salah.


"Kamu pasti sedang memakiku di dalam hati! Iya 'kan?" tebak Cyara yang sudah kembali dari menaruh handuk, membuat De langsung berubah gelagapan.


"Tidak, Moo! Pikiranmu itu selalu negatif, ingatlah sebentar lagi kamu akan melahirkan, jadi stabilkan emosimu," ujar De, dia pun mendekati Cyara dengan kancing kemeja yang masih terbuka. "Bukankah kamu tidak ingin dia kenapa-kenapa?" Sambung pria itu, sementara Cyara langsung reflek mengancingi baju suaminya.


"Iya makanya kamu jangan suka bikin aku kesel dong."


De menangkup kedua sisi wajah istrinya, lalu mengecup pelan bibir Cyara. "Iya, Sayang, aku minta maaf. Jangan kesel-kesel lagi yah."

__ADS_1


Cyara menghela nafas kecil, dia memang mudah marah, tapi entah kenapa mudah luluh juga. Hingga dia kembali tersenyum, tetapi dengan cepat menarik kepala De untuk kembali menyatukan bibir mereka berdua.


Sentuhan fisik yang membuat mereka berdua selalu merasa candu.


***


De melambaikan tangan ke arah Cyara saat dirinya hendak pergi bekerja. Senyum merekah wanita cantik itu membuat dia bersemangat. Hingga tak berapa lama kemudian, mobilnya melandas meninggalkan rumah.


Namun, ketika dia hampir tiba di rumah sakit. Tiba-tiba dia mendapat telepon, bahwa istrinya mengeluh sakit perut, dan diduga sedang kontraksi. Padahal HPL 3 hari lagi.


"Aku akan kirim ambulans ke rumah, Dad," kata De, dalam sambungan telepon. Dia mulai merasa cemas, namun memutar arah bukanlah pilihan yang tepat, sebab dia hampir saja tiba.


Sampai di rumah sakit, De langsung menyiapkan persalinan istrinya. Sumpah demi apapun, jantungnya tak bisa berdetak dengan normal, karena terlalu mengkhawatirkan Cyara.


Hingga saat mobil ambulans yang membawa istrinya itu datang, De langsung menyusul. Langkah pria itu terlihat sangat tergesa-gesa, apalagi ketika melihat istrinya yang terus memegang pinggul.


"Kenapa tidak bilang kalau perutmu sakit dari semalam?" tanya De saat mereka menuju ruang pemeriksaan. Di telepon Andrew mengatakan bahwa sebenarnya, Cyara sudah mulai merasa sakit sebelum dia tidur. Namun, karena belum mencapai HPL, dia menganggap bahwa sakit itu biasa.


"Aku kira bukan karena sakit itu, Poo."


"Lain kali bilang apapun yang kamu rasakan, Sayang. Aku cemas sekali."


De terus menggenggam tangan Cyara. Sebelumnya dia telah menghubungi keluarga Tan, bahwa sebentar lagi Cyara akan melahirkan.


Dan setelah menunggu sekitar 1 jam, akhirnya Cyara langsung dibawa ke ruang persalinan, sebab pembukaannya sudah lengkap.

__ADS_1


Sementara De terus menemaninya, pria itu terlihat sangat gugup, apalagi saat Cyara terus mengerang kesakitan.


"Berjuanglah untuknya, Moo. Kamu pasti bisa melakukannya, aku yakin itu," kata De.


"Sakit, Poo!" balas Cyara, dia seperti tak mendengar suara De, karena fokus pada rasa menghujam di bawah sana.


Hingga ketika dokter meminta Cyara untuk mengejan. Wanita itu reflek menjambak rambut De, membuat pria itu merasa terkejut.


"Aaaaaa ...." Antara suara Cyara dan De mendominasi, sebab De merasa rambutnya akan terlepas dari kepala. Sementara Cyara terus berusaha mengeluarkan bayi yang ada di perutnya.


Semakin kuat dia mengejan, semakin kuat pula tarikan di kepala De, membuat pria itu hanya bisa menganga.


Hingga tak berapa lama kemudian, helaan nafas panjang Cyara keluarkan bersama bayi cantik yang diberi nama Queenera Rattle Tan.


"Syukurlah," kata De dengan suara lirih, dia memegangi kepalanya yang terasa kebas. Lalu memeluk Cyara yang terlihat sangat lemah. De tersenyum lebar meski sempat tersiksa. "Terima kasih, Sayang. Dia cantik sekali seperti kamu."


Cyara mengangguk kecil. "Besok, kita buat yang tampan."


Namun, takdir belum merestui mereka berdua. Sebab sampai anak ketiga, Cyara tetap melahirkan anak perempuan. Yaitu Regina Septemvittata Tannia dan Grizella Sidewinder Tan.


***


Dah ya, ini tuh udah tamat aslinya. Tapi kalian merasa digantung, karena Cyara belum melahirkan 😂 padahal itu kan hanya ekstra part. Biar gak iri sama 2B, gue buatin tuh sampe melahirkan juga.


Jangan lupa baca Leele Dumbo ya🤸

__ADS_1


Salam anu 👑



__ADS_2