Gadis Kecil Om Dokter

Gadis Kecil Om Dokter
Foto Masa Kecil


__ADS_3

De mengajak Cyara untuk keluar dari kamar kedua orang tuanya lalu turun ke bawah. Diam-diam pria itu membawa Cyara masuk ke dalam kamarnya, dia tidak tahu bahwa ada sepasang mata yang melihat kelakuannya. Sebab kamar De berada tepat di sebelah kamar El dan Caka.


"Kak De bawa siapa?" gumam El sambil memegangi gagang pintu, kebetulan dia tidak pergi ke butik. Saat itu dia ingin keluar dari kamar, tetapi terurung saat melihat bayangan sang kakak.


Sangat mustahil jika De membawa seorang wanita, tetapi matanya tidak mungkin salah lihat, jelas-jelas tadi De memasukkan seseorang yang memiliki rambut panjang dengan pakaian feminim.


Sementara di dalam kamar yang sangat luas itu, Cyara memutar bola matanya, mengelilingi setiap apa yang dia lihat. Kamar pria ini didominasi oleh warna putih, menandakan bahwa De memiliki kepribadian yang rapih dan bersih.


Ada lemari kecil di samping nakas, berisi koleksi jam tangan yang pastinya tidak murah dan juga beberapa piala.


"Wah, kamar Om bagus banget, apa Om tidur sendiri?" tanya Cyara, dia melangkah menuju cermin yang memiliki ukuran setinggi tubuh De. Ada beberapa foto yang terpajang di sana, dari De kecil sampai menjadi sarjana.


"Tentu saja aku sendiri, tapi setelah ada kamu tidak lagi," ucap De, dia menyusul Cyara dan langsung melingkarkan tangan di pinggang ramping gadis itu. Dia mengikuti ke mana pun pandangan mata Cyara tertuju.


Gadis itu menyipit, sebab merasa aneh dengan jumlah foto bayi yang terpajang. Mereka berjumlah lima orang, dan sekilas memiliki wajah yang sama. Bukankah De hanya kembar tiga?


"Om, apakah ini foto kalian?" tanya Cyara sambil menunjuk foto yang dia maksud.

__ADS_1



De langsung mengangguk. "Iya, itu foto kami sewaktu kecil. Tebak aku yang mana?"


"Aku tidak bisa menebaknya, jambang Om belum kelihatan, tapi kenapa ada lima orang? Bukankah Om hanya kembar tiga, satu orang yang aku temui di rumah sakit, dan satu lagi adalah Tuan Aneeq." Cyara menuntut sebuah penjelasan, sebab De yang tertutup tidak pernah membicarakan apapun tentang keluarganya.


De terkekeh dan semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Cyara, bahkan tangan yang mulai ramah itu sudah masuk ke dalam kaos yang gadis itu kenakan.


"Maafkan aku karena tidak pernah bercerita apapun. Kami memang kembar lima, aku adalah anak keempat yang dikeluarkan dari perut Mommy, makanya namaku berawalan huruf D, karena Mommy dan Daddy memanggil kami Baby ABCDE," jelas pria berjambang lebat itu.


"Dari dulu kami memang merepotkan, jadi Mommy dan Daddy tidak berencana untuk memiliki anak lagi, tapi takdir berkata lain—di usia kami yang sekarang, Mommy malah hamil."


De tak langsung menjawab, dia menunjuk foto keluarganya. Saat itu dia dan semua kembarannya genap usia tiga tahun, Zoya dan Ken mengajak mereka ke sebuah studio foto untuk mencetak momen terbaik.


"Kamu lihat, semuda apa Mommy-ku dulu," ujar De, Cyara menelisik foto itu. Di mana Zoya tengah tersenyum dengan menggendong seorang anak lelaki yang menyembunyikan wajahnya di dada, sementara yang lain duduk di bawah.


"Kita sama seperti Mommy dan Daddy. Tapi usia mereka terpaut lebih jauh, 19 tahun."

__ADS_1


Cyara membulatkan kedua matanya. Dia menoleh ke arah De yang masih meletakkan dagu di antara ceruk lehernya.


"Oke, aku paham sekarang. Apakah mereka menikah karena dijodohkan? Atau seperti kita? Bertemu tanpa sengaja dan saling jatuh cinta?"


Mendengar pertanyaan Cyara, De malah mengulum senyum. Dia melepaskan pelukannya dan memutar tubuh Cyara hingga mereka berhadapan.


"Aku juga tidak tahu, yang jelas Daddy sangat mencintai Mommy, dan Mommy pun sangat mencintai Daddy. Sama seperti aku, aku baru pertama merasakannya saat bersamamu, mungkin itu juga yang dirasakan Daddy pada Mommy. Aku ingin kita menikah, memiliki anak, dan menua bersama. Bisakah kamu bantu aku mewujudkannya? Aku mencintaimu, Cyara ...."


Cup!


Bibir itu tiba-tiba melandas begitu saja. Namun, baru saja Cyara hendak menutup mata. Suara ketukan pintu mengagetkan keduanya.


Tok Tok Tok ...


"De, Cia, kalian sedang apa? Makan siang dulu yuk!"


***

__ADS_1


Itu mereka lagi makan siang Mom😩😩😩


Yang belum baca kisahnya Mommy sama Daddy, cussss🚀🚀🚀 "Gairah Sang Casanova"


__ADS_2