
Setelah memberi penjelasan pada Jennie, akhirnya Aneeq berniat untuk kembali ke perusahaan. Dia benar-benar tidak menyangka akan begini jadinya. Aneeq tak bisa membayangkan bagaimana terkejutnya Jennie, melihat ada seorang gadis tidur di apartemen mereka.
Pasti Jennie menyangka bahwa dirinya kembali bermain-main dengan seorang wanita. Apalagi dia dikenal sebagai mantan cassanova.
Setelah ini ia harus meminta penjelasan pada De, atau semuanya akan dia bongkar pada Zoya. Awas saja!
Aneeq duduk di balik kemudi, tetapi ia tak langsung menyalakan mesin. Dia lebih dulu mengirim pesan pada adik kembarnya.
[Kutunggu penjelasanmu tentang gadis itu, Sialan!]
Kemudian Aneeq memasukkan kembali benda pipih itu dengan kasar dan melajukan kendaraan roda empatnya menuju perusahaan.
Malam datang.
De sama sekali tidak mengerti dengan pesan Aneeq. Dia sudah membalasnya tetapi Aneeq sama sekali tidak memberi jawaban. Namun, satu yang ia tangkap, Aneeq telah mengetahui siapa sebenarnya orang yang berada di apartemen.
"Ck, Aneeq sudah mengetahuinya."
Dia harus menemui Cyara dan meminta gadis itu bercerita. Apa yang sebenarnya terjadi, sebab dia sangat yakin ada sesuatu yang disembunyikan oleh Aneeq dari balik pesan itu.
Tanpa pikir panjang De langsung membawa mobilnya menuju apartemen. Sesampainya di sana, pria berjambang lebat itu langsung berlari dengan tergesa, merasa tak sabar untuk bertemu dengan Cyara.
Saat De masuk ke dalam, ternyata ruangan masih gelap, sama seperti malam kemarin. Dan hal tersebut membuat perasaan De tak enak.
__ADS_1
"Kudek!" panggil De, tetapi Cyara tidak menyahut. Sampai beberapa kali dia melakukan itu, Cyara tetap diam saja. Hingga akhirnya De memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Cyara.
Berbeda dengan kemarin, wajah Cyara terlihat dingin dengan tatapan mata kosong. Dia duduk terdiam di sofa tanpa melakukan apapun, dia hanya melamun.
Seharian ini dia dibuat gamang. Antara ingin pergi tanpa penjelasan, atau bertahan dan semakin merasa bersalah karena tanpa sengaja ia telah menjadi duri dalam rumah tangga seseorang.
"Cia, apa yang kamu lakukan?" tanya De, seraya melangkah mendekati gadis cantik itu. Cyara mengangkat kepalanya dengan sangat pelan, menatap De dengan kelopak matanya yang sudah sembab.
Bibir gadis itu kembali bergetar, lalu menangis lagi. Ia merasa sangat jahat sekarang, karena membuat seorang ibu hamil harus merasakan penderitaan, akibat suaminya yang berbuat serong.
"Apa karena aku hanya seorang anak kecil, Om melakukan ini padaku?" tanya Cyara untuk pertama kali, dia pikir Jennie benar-benar istri dari pria yang ada di hadapannya. Jadi dia bisa menebak, De pasti akan paham ke mana arah pembicaraannya tanpa harus ia menjelaskan dengan susah payah.
"Apa maksudmu?"
Sama seperti Aneeq, De pun tak habis pikir dengan apa yang dibicarakan oleh Cyara. Mulut pria itu menganga dengan otak yang berpikir keras. Apa yang sedang dibicarakan oleh gadis kecil ini sehingga begitu menyedihkan.
"Cia, aku tahu kamu bertemu dengan—"
"Ya, aku bertemu dengannya." Cyara berdiri dan berhadapan langsung dengan De. "Aku bertemu dengannya, Om. Dia marah, dia sedih, dan dia menangis di depanku. Menurut Om, Cia harus bagaimana? Cia merasa sangat bersalah. Bahkan saat itu Cia memakai pakaiannya tanpa tahu malu."
De mematung, dia mulai mencerna ucapan Cyara. Tidak, bukan Aneeq yang Cyara temui hari ini. Sepertinya—De mendelik saat menyadari, siapa yang datang ke apartemen.
"Jennie?" lirih pria itu, dan lirihan itu masih dapat Cyara dengar. Karena saking kesalnya dia memukul dada De dengan keras.
__ADS_1
"Kamu pria jahat, Om!" jerit Cyara, memaki De yang menurutnya sangat keterlaluan.
"Hei, dengarkan aku!"
"Apa yang perlu aku dengar? Aku benar-benar terlihat seperti seorang simpanan, aku menyedihkan, aku menjijikkan, bahkan dia bilang bahwa Om hanya menjadikan aku sebuah mainan. Aku—"
De yang tak tahan mendengar rancauan Cyara akhirnya membungkam mulut itu dengan mulutnya. Cyara langsung mendelik, mungkin kemarin ia masih bisa menerima, tetapi tidak untuk sekarang.
Dia mendorong dada De sekuat tenaga, tetapi pria itu semakin memperdalam ciumannya, hingga akhirnya Cyara lebih memilih menggigit bibir De dan ciuman mereka terlepas.
Bugh!
"Om nggak bisa bersikap semena-mena sama aku!"
"Kalau kamu tidak bisa diam, aku akan melakukannya lagi!" jawab De dengan nafas yang menderu, sementara bibirnya terlihat berdarah.
"Coba saja!" tantang Cyara tak kenal takut, dan dia kembali mendapat serangan. De melumaat bibir mungil itu dengan sesapan yang begitu kuat, dia tidak memberikan Cyara celah untuk melakukan apapun, hingga mereka jatuh di atas sofa.
Cyara semakin menangis, sementara dia tubuhnya terasa lemas untuk melawan De yang berhasil menguasai dirinya. Dan isak tangis itu berhasil membuat kewarasan De kembali, dia menarik diri dan menatap Cyara dengan intens.
"Dengarkan aku dulu, aku bukan seperti yang ada di pikiranmu. Jennie adalah istri dari saudara kembarku, pemilik apartemen ini."
Deg!
__ADS_1