Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Kondisi Tiara Memburuk


__ADS_3

Tak Selang Berapa Lama Akhirnya Sella sudah Ikut mendekam Di balik Jeruji Besi Dengan Kawan kawanya, Setelah Dinyatakan Kondisinya Sudah Membaik.


Namun Tindakan Nico Justru Membuat Mama Sinta Tidak Terima saat Mengetahui Calon Menantunya Di jebloskan kedalam Penjara Oleh Anak sambungnya Tersebut.


" Ada apa Mami datang Kekantor Nico.? " Ujar Nico tanpa mengalihkan pandangan Dari Berkas Berkas Dari tangannya


" Mami Mau tanya sama kamu Nico, kenapa kamu Menjebloskan Sella kedalam penjara. " ucap Mami Sinta dengan kesal.


Nico Beralih Menatap kearah Mami sambugnya dengan Dengan Dingin


" Wanita Itu Sudah membahayakan Nyawaku Nyawa istriku Dan Juga putraku, apa Nico Harus Diam Saja Setelah Apa yang Dilakukan Sella Terhadap keluargaku.? " sentak Nico


Mami Sinta Menghela nafas Panjangnya...


" Dengar Putraku, Sella Pasti Tidak sengaja melakukan Itu semua, percayalah sama Mami, mami Kenal betul siapa Sella. " Ucap Mami Sinta dengan Sejuta pembelaanya


" Apa Mami Sedang Berusaha Membelanya Didepanku.? " Ucap Nico dengan Tatapan Tajam.


" Mami Tidak sedang Membelanya Nico, mami Hanya ingin Kamu Sadar, Bahwa Sella pasti punya Alasan tertentu Melakukan Semua Ini, dan Mana mungkin Sella Tega membahayakan Nyawamu, dan Juga Putramu, Mami tau betul Sella sangat Mencintaimu Nak, Kamu Jangan Terlalu Buta Karena Rasa Cintamu Dengan Istrimu Yang Licik sehingga Kau menutup mata tentang Sella, kalian Itu Sudah Saling Lama mengenal Dibanding Istrimu Yang Tidak tau diri itu


Nak.---?"


Brakkk


" CUKUP MIH. ---" Bentak NIco sambil menggebrak Mejanya. " Berhenti Menjelekan Istriku, Aku Tidak Sudah Mendengar Mulut Sampahmu Disini, Sekarang Nico Minta Mami Keluar Dari Ruangan Nico. "


"Kau Mengusir Mami.? "


" Keluar Kataku, sebelum Nico panggil Satpam Untuk Mengusir Mami dari Sini.! " Sentak Nico membuat mami sinta tersenyum Kecut


" Baik Kalau itu memang Kamu, Mami Berharap Kamu tidak menyesal karena Sudah berlaku Kurang Ajar sama Mami Nico. " Ucap Sinta Dengan nada Kecewa.


" KELUAR. -------!" Teriak Nico Disela sela Amarahnya.


Lalu Akhirnya Mami Sinta Pergi Dari Ruangan Nico. dia Segera mengambil ponselnya Untuk menghubungi seseorang Disana.


" Ya Hallo Bos.? "


" Cepat Kamu Selidiki Dan Cari Tahu, sejauh Mana Hubungan Mamiku dan Juga Wanita yang bernama Sella, Aku Tunggu Cepat.! "


" siap Bos. "


tuuuuuuuutttttttttrt. Nico langsung Mematikan Ponselnya.


--------


Matahari Sudah Mulai Terbenam, dan Sudah Berganti Dengan Cahaya Menguning Di ufuk Barat, pertanda Bahwa Sebentar Lagi malampun Akan Segera Datang.


Nampak kini Seorang Wanita Dengan Surai Rambut panjang Tengah Terduduk Temangu Didekat Jendela.


Tap


Tap


Tap


Derap Langkah Kaki Kini Sudah Memasuki Kamar Wanita Cantik Itu berada, Namun Tidak Juga mengalihkan pandangannya pada Siapa yang Sudah menghampirinya masuk kedalam kamarnya, wanita Cantik Itu Terus Menatap Ke luar Jendela Dengan Tatapan Kosong, Namun Tetap Tidak mempengaruhi Wajah cantiknya meskipun Tanpa ada sedikit Polesan Make Up Di wajah Polosnya.


" Sayang, kamu sedang Apa disini.?" Suara itu Milik Suami Wanita itu siapa Lagi kalah bukan Nico, Dia Mengelus Rambut Milik wanita Cantik tersebut Dan mencoba Merengkuh Tubuh Wanita itu, namun Yang Didapat Hanya Sebuah Penolakan.


" Jangan Menyentuhku. " Sentak Wanita yang Tak lain Adalah Tiara.


" Sayang kau kenapa, Aku Ini Suami kamu. " terdengar Suara Nico nampak memelas


" Sudah Ku bilang Jangan Menyentuhku. " Teriak Tiara sambil Meringsut Dengan Mimik Wajah yang Sangat ketakutan.

__ADS_1


Melihat Kondisi Istrinya yang Tidak Kunjung Membaik dan merasa Tertekan membuat Hati Nico Ngilu dan Sangat Sakit.


" Sayang, Tenanglah Aku Nico Suamimu


Tiara.-----" Ada Helaan Nafas Panjang Yang keluar Dari Mulut Nico


" Jangan Mendekat Jangan Mendekatttt. " Tiara Masih Terus berteriak dengan paraunya, Kini Bisa Dikatakan Bahwa Tiara Terlihat Sangat Tertekan.


Suara Tiara mengundang Siapa saja yang kini Berada Di Rumah Nico,Ada Mami papa Nico Aliya,Nora,Tante Diana ,Melly dan Juga Arya


semua Orang Diluar sana Nampak panik saat memasuki Kamar Nico dan Tiara Saat Terlihat Terbuka.


" Nico Apa yang Terjadi pada Istrimu.? " Tanya Papa Ardan Yang Kini sudah ikut masuk kedalam bersama yang Lainya.


" Mungkin Dia Sudah mulai Gila Pah. " Bisik Mami Sinta Namun Masih bisa Didengat Oleh semuanya, seketika Itu pula langsung Mendapat tatapan Tajam dari Nico dan juga Papa Ardan, membuat Bibir Mami sinta mengatup Rapat.


" Kak, Apa tidak Sebaiknya Kita Panggilkan Dokter Yohan kembali untuk memeriksa Keadaan kak tiara. " Ujar Aliya saat Mendaratkan Tubuhnya Duduk ditepi Ranjang Milik Tiara.


" Entahlah Kakak Juga Bingung Al. " Desah Nico dengan Wajah Sudah Frustasi


" Benar Apa yang Dikatakan Adikmu Nico sebaiknya Kita Hubungi Dokter Yohan kembali. " Seru Papa Ardan Lalu beralih menatap Arya.


" Cepat Hubungi Dokter Yohan Sekarang Juga. "


" Baik tuan. " Lalu Arya Segera keluar dan Menghubungi dokter Tersebut.


Baby Vier Kini meronta ronta Dari Gendongan Tante Diana, tangannya Pun Melambai lambai minta Didekatkan Oleh Tubuh Sang Mama yang Kini Seperti Orang Yang tidak Punya Nyawa untuk Hidup, Tatapan Tiara nampak Kosong, bahkan Melihat Putra yang amat Dicintainya pun Yang Sedang menangis tidak menimbulkan Reaksi Apa Apa, Terlihat Sangat Menyedihkan Sekali tiara saat ini. mungkin Dia Sedang Mengalami Guncangan Cukup Hebat Atas Percobaan Pemerkosaan yang Dilakukan Oleh Teman Teman Suaminya Waktu Itu.


Sakit Sedih Menyesal merasa bersalah sudah Pasti Tengah Menyelimuti batin Nico, Dia terus merutuki Kesalahannya, kenapa Dia harus menghadiri Acara laknat Tersebut, dan Tidak bisa menjaga Istrinya, Dia terlalu Lemah dan Masih Saja terjebak oleh permainan wanita licik itu.


" Semua Ini salahku, salahku, Maafkan Aku Tante, aku tidak bisa menjaga tiara dengan Baik aku memang Bukan suami yang Becus." Desah Nico merutuki Kesalahannya dan Kini tengah Bersimpuh dikaki wanita paruh Baya yang Sedang Menggendong Putranya.


" Sudah Lah Nak Nico, jangan Terlalu Menyalahkan Diri Sendiri, ini Semua Musibah Nak, Ayo bangun Nak nico berdirilah jangan Seperti Ini. " Ucap Tante Diana sambil menyuruh Nico Bangun Dari Bersimpuhnya.


" Nico kamu Harus Sabar Menghadapi Semua ini, Kamu Harus Kuat dan Tegar, mana Anak Jagoan Papa yang Papa selalu Agung agungkan. berdirilah Nak. " Seru Papa Ardan Jujur membuatnya Sedih Melihat putra kesayangannya Lemah Seperti Ini dan terlihat Sangat menyedihkan.


" Pah, Maafin Aku pah, aku belum Bisa Jadi Anak Lelaki papa yang Membanggakan. "


Papa Ardan menepuk punggung Putranya untuk menenangkan dan Memberi Kekuatan.


" Sudahlah Nak, Saat ini Kau Harus lebih kuat dan tegar lagi, Istri dan Putramu Sangat Membutuhkan jadi berhentilah Menyalahkan Dirimu Sendiri. "


Lalu tak Lama kemudian Dokter Yohan pun Datang bersama Arya.


" Permisi Tuan, Dokter Yohan Sudah datang. " Seru Arya dan semua kini mengalihkan Perhatiannya melihat Kedua Pria tersebut


" Selamat Siang Tuan Ardan dan Tuan Nico. " Ucap Dokter Yohan Dokter keluarga yang Akan menangani Tiara


" Siang Juga Dokter Yohan.Mari silahkan masuk. " Ujar Papa Ardan Sambil melepaskan pelukannya dari Tubuh Putranya Nico


Lalu Dokter pun Masuk kedalam dan Segera memeriksa Keadaan Tiara.


" Bagaimana Keadaan Istri saya Dok.? " Ujar Nico Setelah Dokter Yohan memeriksa keadaan Tiara dan Sudah memberinya obat penenang Lagi Supaya tiara Tidak berteriak teriak seperti tadi, dan Tiara pun kini Sudah Terbaring Diatas Kasur Dan tertidur Efek Obat penenang yang Diberikan Dokter Yohan tadi.


" Bisa Kita Bicara Diluat Tuan.? " ujar Dokter Yohan


" Baik Dok." Ujar Nico


" Aliya Kamu temani Kakakmu sebentar. "


" Iya pah. "


" Saya ikut. " Ucap Tante Diana. "Melly Kamu juga temani Tiara ya, tante Titip Javier. " Tante Mengalihkan gendongan baby Vier pada Melly


" Baik tante. " ucap Melly sambil meraih Tubuh Baby Vier kedalam gendongannya yang Sudah Tertidur Pulas

__ADS_1


" Ayo tante. " ucap Nico lalu Menyusul yang Lainnya keluar Kamar tiara hanya menyisakan Aliya dan melly Dikamar Tiara.


--------


Kini sudah Ada Nico, papa ardan,mami Sinta Nora, Tante Diana, Arya Dan Juga Dokter Yohan yang Sudah berkumpul Di ruang Tengah. untuk membahas Keadaan Tiara.


" Cepat katakan Dok Apa yang Sebenarnya terjadi dengan Istri saya.? " Tanya Nico Langsung Pada Pokok intinya.


" Begini Tuan Nico Dan Yang Lainya, Saat Ini Nona Tiara Sedang Mengalami Syok Berat. Nona Tiara Kini Jiwanya Sedang Terguncang, Apa Nona Tiara Dulu Pernah Mengalami Depresi.? "


Seketika Tante Diana Mencelos, Sakit Sekali Saat Kenyataan Yang Dulu pernah Dialami Tiara Kini Terulang kembali.


Semua orang Disana Terbelalak mendengar Pernyataan Dokter Yohan, terkecuali Nico yang sudah Tau keadaan masalalu Istrinya sebelumnya.


" Jadi Menantu kita dulu Pernah Stres pah." Bisik mami sinta dan langsung Mendapatkan tatapan tajam Dari Papa Ardan. " Diamlah, Atau Aku Akan menyuruhmu Pulang. " Sentak Papa Ardan dan seketika itu pula Mami sinta langsung terdiam.


Akhirnya Tante Diana Menceritakan Semuanya, bahwa Tiara dulu Sempat Syok dan terguncang Hingga Depresi Karena kematian ayahnya, Tante Tiara Sebisa Mungkin Menutupi Aib Keponakannya dimasalalu, Nico yang mendengarnya pun Merasa Lega Karena Tante Diana tetap merahasiakan Masalalu Istrinya, Nico Tidak Ingin Papa Maminya Berprasangka buruk pada Tiara, sebisa mungkin Nico Akan Menutup Rapat Rapat masalalu Tiara, Bukankah Seorang Suami itu Wajib menutupi Segala kekurangan Istrinya, karena Istri Adalah pakaian untuk suaminya, begitu pu sebaliknya. Dan Suami Punya Kewajiban Untuk menjaga Harkat dan martabat Bagi istrinya.


" Baiklah Untuk sementara waktu, Nona tiara Tetap Bisa Mendapatkan Rawat Jalan, namun Dalam waktu Dekat Ini Jika tidak Ada perubahan pada Nona tiara, maka sebaiknya kita mengirim nona tiara ke tempat Rehabilitasi supaya segera mendapatkan penanganan dengan Baik. " Ujar Dokter Yohan


Nico Nampak Frustasi dan menghela nafas panjangnya, Sungguh Mendengar Pernyataan Dokter barusan membuatnya Frustasi Dan Tubuhnya Lemas Seketika, mendapati keadaan istrinya yang tak kunjung Membaik.


" Sabar Nak Nico sabar. " Ucap tante Diana


" Sabar Putraku, mungkin Ini yang Terbaik Untuk istrimu, Ingat masih Ada putramu yang kini Masih membutuhkanmu. "


Ujar Papa Ardan menepuk Punggung Anaknya Kini yang Tampak Gusar Dan Frutasj


Nico sebisa mungkin Menegarkan Hatinya, dan Beralih Menata Dokter Yohan.


" Baik Dok, lakukan Yang Terbaik untuk Istriku, Aku Ingin Istriku Segera Sembuh."


" Baik Tuan, kalau Begitu saya permisi dulu. Selamat Siang. " Ujar Dokter Yohan berdiri dari Duduknya dan Pergi dari Rumah Nico


" Sabar putraku, Papa pamit Pulang Dulu Sama mami. jaga Istrimu baik baik. " seru Papa Ardan


" Mami pulang Dulu Ya nak, Yang Sabar ." Ucap Mami Sinta sok perhatian yang Sebenarnya Dalam Hatinya sangat senang Mengetahui Keadaan Menantunya


Nico Hanya terdiam dan Mengagukan kepalanya saat kedua orang tuanya berlalu Pergi meninggalkan Rumahnya


Kini Dia Hanya bisa Terdiam dan termenung meratapi Kesediahannya.


" Gue Pulang Dulu Ko, gue Turut Perhatin Atas Musibah Yang menimpa Istri Lo,." Ucap Nora merasa bersalah karena Sudah mencegah Elang Waktu itu untuk menolong Saudara kembarnya, andai Elang berhasil menolong Nico dari teman temanya dan tetap disana Sampai tiara datang mungkin kejadian ini Tidak akan terjadi


Nico menatap Saudara Kembarnya dengan tatapan Sendu. " Thanks, Ra kamu hati hati Dijalan, biara arya yang mengantarmu pulang."


" Arya, tolong kamu Antarkan Adiku pulang." Imbuhnya Lagi


" Baik Tuan, Mari Nora. " Ujar Arya


Lalu Arya pun Segera pergi Mengantarkan Nora pula, sedangkan Tante Diana kini sudah kembalo kekamar Tiara yang Hanya menyisakan Nico sendirian Diruang Tamu tersebut.


" Arggggggh."


Nico mengepalkan Tangannya dan Meninjukan Ke dinding Ruangan tersebut Dengan Darah Segar yang Sudah bercucuran dari kepalan tangannya.


" Akan Kubunuh Kalian Semuaaaaaaaa. "


.


.


.


.

__ADS_1


_Bersambung. _


__ADS_2