
Setelah Masuk kedalam rumahnya tiara langsung menuju masuk kedalam kamarnya, Dia pun Berdiri didepan Cermin Riasnya sambil merutuki kebodohannya.
Dia merasa Jijik pada Dirinya sendiri yang mau maunya Dicium Oleh Nico mantan suaminya lagi. padahal Sudah Mati matian dia tidak ingin Melibatkan perasaannya lagi jika berhadapan Dengan Nico, Namun Kali ini kenapa dia Tergoyah Akan Kelembutan Nico, Mulut Ingin menolak namun kenapa Tubuh dan Hatinya tidak sejalan Dengan Fikirannya.
" Akhhh. Bodoh kamu tiara bodoh, bisa bisanya kamu membiarkan Dia menciumu, Dimana Harga dirimu tiara, kenapa kamu Terlalu Lemah jika Harus berhadapan dengannya. " Gumam Tiara sambil berungkali mengusap Bibirnya dengan kasar Meskipun sudah berkali kali mencucinya dengan Air, namun lantas tak urung menghilangkan bayang Bayang mantan suaminya yang beberapa lalu menciumnya walaupun Ciuman itu Cukup lembut tanpa dipenuhi oleh nafsu namun tetap saja Itu salah,Tidak sepantasnya sepasang Wanita dan pria dewasa berada dalam satu Ruangan Dan Melakukan Perbuatan Tersebut meski keduanya sama sama memilik perasaan yang sama, namun tidak Ada yang membenarkan Perbuatannya Tanpa Adanya Ikatan pernikahan kembali. bukan mereka sedang Menjaga Dirinya untuk menjadi manusia yang Lebih baik lagi.
Mungkin Setan Sudah mampu melemahkan Iman mereka sehingga mereka berdua harus lebih lagi mendekatkan diri Pada sang penciptanya untuk memberi jalan yang terbaik untuk mereka berdua..
Pagi Ini Tiara Berniat mengantar Kan kedua anaknya untuk berangkat kesekolah, setelah suam sudah Beres Tiara bersama kedua Anaknya sudah bergegas keluar Dari rumahnya.
" Papah. " Teriak Cylla dan Javier berlari kecil kearah Pria yang kini Sudah Berdiri tidak Jauh didekat mereka.
Tiara pun Yang Berniat Mengunci pintu rumahnya pun ikut Menolah Kearah Dimana kedua Anaknya sudah Jatuh kepelukan Mantan Suaminya.
" Papa Kok Gak pernah Main lagi kerumah aih katanya mau baikan sama Mama. " Ucap Cylla sambil Cemberut. namun Nico Hanya mampu. tersenyum getir dan Sekilas melirik tiara yang kini sudah Berada tepat Disamping mereka
" Iya pah katanya papa janji mau Jaga kami terus, kok papa malah pergi Lagi. " Timpal Javier dengan Wajah sedihnya membuat Nico dan Tiara semakin tidak tega melihat Tampang memelas kedua Anaknya itu.
Tiara pun kini sudah berjalan mendekat kearah mereka bertiga
" Cylla, Vier Ayo nak Kalian Cepat masuk ke mobil, nanti kalian Akan Telat ke sekolahnya. " Ujar Tiara tanpa menatap Wajah sendu milik Nico yang sedari tadi menatapnya.
" Bentar mah, kami masih Ingin bertemu papa.! " Balas Cylla
" Iya mah, vier juga masih kangen sama papa" timpal Javier
menghela nafas kasar. " Cepat masuk kemobil apa mama akan Marah sama kalian?? "
" Sayang Ayo cepat kalian masuk ke mobil dulu ya, ingat kalian nggak boleh ngebantah sama mama. " Selak Nico memberi pengertian pada Kedua anaknya yang menampilkan Wajah Lesu itu
" Tapi pah. ----?" jawab Cylla dan Vier bersamaan
" Nanti lain kali bisa ketemu lagi sama papa Ya Nak. papa mau bicara dulu ya sayang sama mama " Bujuk Nico
" Yeahhh, yasudah lah Vier ayo kita masuk ke mobil saja. "
" Ya deh kak Ayo. "
Lalu mereka berdua pun Gantian Menyalami Nico lalu kemudian Pergi Masuk kedalam Mobil yang Disana sudah Ada pak supir didalamnya.
langkah Kaki tiara terhenti saat Tangannya Dicekal Oleh Nico yang nyaris Meninggalkan Tempat Itu.
Sorot mata Tiara begitu Tajam ketika Nico Kali ini dengan Tiba menyentuhnya. dia pun Dengan kasar Menghentak tangan Nico hingga terlepas dari Cekalannya
" Jangan menyentuhku sembarangan Lagi mas.! " Sentak Tiara Dengan Menjauhkan Tubuhnya dari Nico
" Maafin aku Ra. aku tidak bermaksud
untuk----?"
" Jangan Kurang ajar Kamu menyentuhku lagi dengan Sesukamu mas, sudah cukup perlakuanmu Kemarin yang membuat Diriku merasa kotor Dan Terhina mah. " Ucapnya dengan penuh penekanan.
" Aku bukan Bukan Wanita murahan yang dengan Seenaknya bisa Kamu Jamah begitu saja mas.! " Lanjut Tiara lagi yang masih memendam kesal mengingat kemarin Nico Sudah lancang Menciumnya
" Tiara aku tidak punya Fikiran Seperti itu sama sekali Ra, kenapa kamu berpikiran seperti Itu Ra. " jawab Nico dengan penuh ketegasan
" Sudahlah mas, Aku tau kamu pasti sudah berfikiran yang Aneh Aneh kan? " Ucap Tiara dengan Tersenyum Tipis setipis benang
" Kamu Bicara apa sih ra, kenapa bisa berfikiran seperti Itu, Sumpah Demi Allah Ra, Waktu Itu Aku tidak punya maksud Lain, aku Hanya Menuruti Saja Apa kata hatiku, waktu Itu Aku benar benar Tidak bisa membendung Rasa Rinduku padamu yang selama ini Tertahan Ra, Aku tidak Tau harus bagaimana Lagi caranya untuk menyakinkan kamu kalau Aku benar Benar Serius dengan Ucapanku . ."
__ADS_1
Terlihat Sorot Mata Nico Tajam penuh dengan Ketegasan Dan keseriusan Tiara bisa Menangkap dibalik celah kedua mata milik Nico yang nyaris tidak Ada kebohongan Apapun Disana, namun Tiara saja membantah dan terus menyalahkan Nico meskipun dia tau sepenuhnya Bukan Salah Nico, karena Diapun Juga sebenarnya ikut Bersalah karena Hanyut Terbawa perasaan Karena memang Waktu itu diapun Tidak bisa menampik Kalau Dia juga merasakan Apa yang Dirasakan Oleh Nico.
" Kamu tidak perlu susah Susah untuk menyakinku lagi mas, Kamu Cukup perlu menyakinkan Dirimu saja Untuk menerima semua kenyataan Bahwa Diantara kita sudah Tidak Apa apa lagi.! "
" Tapi Aku masih sangat mencintaimu Ra, dan Aku serius ingin tetap Mengajakmu Rujuk kembali demi anak anak kita Tiara.?!"
" Jangan Kamu jadikan Alasan Anak Anak Untuk Tetap memaksaku kembali padamu Mas, Karena Aku sudah tidak memiliki perasaan lagi padamu. " Ucap tiara dengan Suara Angkuh dan Penuh penekanan diakhir kalimat, sungguh Bohong Sekali Dia berkata seperti itu, sejujurnya hatinya merasa sakit dan tercabik cabik berkata seperti itu
" Kamu Bukan Tipe Wanita yang pandai Menutupi Kebohongan Tiara, aku tau siapa kamu. " Nico Menyanggah ucapan Tiara yang sama sekali Menyimpan kebohongan Dalam Hal Mengucapkan Tadi
" Aku serius mas, Dan aku minta Tolong Jauhi kami, biarkan Kami Hidup tenang Aku berjanji Akan Jaga Anak Anak, untuk sementara waktu jangan menemui Anak Anak dulu sebelum Aku sudah bisa merasa siap melepaskan Anak Anak untuk bertemu denganmu kembali mas. "
" Apa maksudmu berkata seperti itu Ra, kamu berniat untuk memisahkanku dengan Anak Anak.?! " Sentak Nico yang kini Sudah Menyuarakan Suaranya dengan Nada tinggi karena merasa Sedikit Tak terima dengan Ucapan tiara
" Mas, tolong mengerti keadaanku mas, aku Hanya tidak ingin Jika masih terus bertemu Denganmu, akan terjadi sesuatu Hal yang tidak diinginkan Mas, aku takut nanti kita akan berbuat Dosa yang lebih Besar Lagi. "
" Kalau Begitu menikah lagi denganku, aku pastikan Itu tidak Akan Terjadi lagi hal hal yang Tidak kita inginkan Terlampau jauh lagi."
" Tidak semudah Itu mas, aku tidak Bisa.?! "
" Kenapa. Tiara kenapa.? "
Nico mengguncang kedua bahu Tiara dengan sedikit kasar Karena sudah benar benar Terpancing Emosi oleh Sikap Keras kepalanya Tiara Sedangkan Tiara kini sudah tidak bisa lagi menahan Air matanya yang kini sudah lolos Dikedua pipi polos Miliknya
" Sebegitu Jijik dan Hinanya kamu menganggapku Ra, bahkan sedikitpun Kamu Tidak mau memaafkanku dan memberikanku Kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki lagi kesalahanku yang sama sekali tidak kulakukan dengan sengaja Ra. "
" Aku sudah Memafkanmu mas Sudah memaafkanmu. !" Lirih tiara dengan suara bergetar karena nico terus menekan Tiara
" Lalu kenapa Ra, bukankah semua orang pernah Berbuat kesalahan Karena Memang manusia tempatnya salah Ra.! "
" Aku tau mas tapi aku tetap bisa menerimamu Lagi mas, aku tetap tidak bisa. " Tiara masih tetap keukeh pada pendiriannya hingga kini Nico benar Benar telah Tidak sabar Lagi dengan sikap tiara
" Kenapa kamu tidak Bisa Menerima kenangan buruk yang pernah Aku lakukan Ra,kenapa kamu tetap tidak mau menerima masa laluku, kamu Lupa kalau Dulu Aku Menerimamu Menjadi istriku tidak pernah memandang statusmu bahkan Massalalu yang buruk yang pernah Kamu lalui waktu itu Ra kamu Lupa Ra Hah.?!"
Entah Punya Ide darimana Nico Berani Berkata seperti tak taukah dia bicara seperti itu seperti Itu sama saja menancapkan Belati tepat Di ulu hati milik tiara.
Dengan susah payah Tiara menelan Ludahnya karena Tercekat Ucapan Nico yang terkesan menohok Dan tidak menyangka Nico membanding bandingkan masalalunya dengan massalalu Mantan suaminya itu. Itu sama saja semakin Membuat tiara semakin membenci Pria yang berstatus menjadi Mantan Suaminya itu
namun Dia pernah mendengar Suatu kajian Islam Tempat Dimana Dia biasa mendengarkan Tausiyah Didalam Pengajian Dimasjid Jika memang Jodoh yang Dikiirimkan Oleh Allah Itu Adalah Cerminan Dari Diri kita, bahkan Sudah Tertulis didalam Kitab Suci " Jika memang laki laki yang baik Untuk perempuan yang baik dan sebaliknya Laki laki yang buruk untuk perempuan yang Buruk. "
Namun Tiara dengan sikap Keras kepalanya menampak Kenyataan itu, bukankah Dirinya sendiri Juga bukan Wanita yang Suci dan terlepas dari dosa, Bukankah Semua orang punya masalalu termasuk dirinya Meskipun Masalalu Itu kelam, namun tetap Seharusnya Dia menyadari bahwa setiap Seseorang punya masalalu sendiri sendiri, tinggal bagaimana cara kita menerima dan memperbaiki diri kita lagi untuk tidak melakukan Kesalahan hal yang sama seperti massalalu nya kembali.
Tiara Merasa ingin menertawakan Dirinya sendiri.
" Jadi kamu Mengungkit Massalaluku mas.! " Terdengar Suara Tiara sangat Dingin Dan Angkuh membuat Nico tersadar Dari ucapannya barusan
"Tiara, a aku bu bukan Bermaksud Untuk. ---?"
Nico seakan tercekat dan merutuki Kebodohannya Akan Ucapannya tadi
" Sial, bodoh bodoh kenapa Aku jadi kelepasan Gini sih, kacau semuanya. " Batin Nico yang merutuki kesalahan dalam berucap Tadi
" Jadi kamu sedang Ingin membandingkan kesalahanku dulu dengan kesalahanmu dulu mas.?! "
" Bukan seperti Itu Ra.! "
" Oke fiks mas, aku sekarang sudah Tau semua maksud kamu. "
DAMMNN
__ADS_1
Dan Kini tiara sudah berspekulasi dengan Jalan Fikirannya sendiri tentang menilai dari Ucapan Nico tadi
" Tiara tunggu Ra.! " Nico mencekal tangan Tiara lagi yang nyaris pergi itu
" mas, lepasin.! " Tiara menghentak Tangan Nico
" Ra tolong jangan Berfikiran yang tidak tidak Ra, aku sama sekali Tidak bermaksud membuatmu marah.! "
" Mulai Sekarang Jauhi Aku dan Anak Anak mas, aku tidak sudi Melihatmu Lagi. " Ucap tiara dengan Penuh berapu api dan Melanjutkan Langkah kakinya kakinya Untuk menuju mobilnya yang masih terpakir Di Pinggir jalan, sedangkan Nico tetap terus mengekorinya Dari belakang
" Ra, tiara Tunggu Ra. ----"
Tiara tetap tidak peduli dan terus tetap berjalan dan Kini Sudah Hampir nyaris membuka pintu mobil yang kini sudah Didepannya, namun Tangan Nico kembali menahannya.
" Lepasin mas jangan Halangi saya pergi.! "
" Tidak Ra tolong dengar penjelasanku kali ini saja Ra. "
" Lepassss. "
Dengan Keras Tiara mendorong Tubuh Nico hingga Ke tengah Jalan
Lalu
" GILANG AWAAAAS. . . . "
Dugg
BRAAAAK. . .
Tubuh Nico Terguling Ditanah pembatas jalan sementara suara teriakan Wanita Itu terhenti karena Tubuhnya sudah Terkapar Ditengah Jalan dengan Darah segar yang Sudah Bercucuran Keluar Dari Mulut dan kepalanya.mendapat sebuah Hantaman dari Mobil Box yang Menabrak Wanita itu. .
.
.
.
_ Bersambung. _
Terimakasih Bagi Teman Teman yang masih setia membaca Cerita Author Yang Masih Terbilang Receh Ini, maaf jika ada Ada salah kata dalam penulisan Dan Penyampaian Dalam Cerita ini, Tolong Tetap Ikutin sesuai Alur cerita Yang Author buat ya. dan Terimakasih Atas Kritik sarannya dan itu membuat Author Lebih bijak Lagi untuk Memperbaiki Dalam Penulisan Author
mohon maaf ya kalau Cara penyampaian author Tidak sesuai dengan ekspetasi Para pembaca sekalian
NOTES.!!
Seriusan Tinggal Beberapa bab Lagi Cerita ini Akan Segera Tamatin. dan lanjut nerusin Cerita Auhtor Yang lain yang Sempat Lama Hiatus Akut berkepanjangan
Jangan Lupa mampir ya kalau Tidak keberatan membaca Dicerita Author Yang akan Author Terusin dan Lagi On Going Juga.
klik profil Author Dan pilih karya yang bakal Author lanjutin yaitu
Si Cupu Penakluk Hati
dan
Aku bukan Anak Haram
Insyallah Setelah Novel Ini Tamat author bakal fokus ke Cerita novel tersebut.
__ADS_1
Semogs syuka
Happy reading.