
Kabar tentang perceraian Tiara dan Rival akhirnya terdengar oleh kedua orang tua Rival dan Juga Tante Diana dan Melly Sahabat Tiara.
Awalnya tiara gak ingin bercerita tentang perceraiannya itu dengan Tante dan sahabatnya itu, namun karena desakan dari sang tante akhirnya Tiara mau bercerita semua walau tak menceritakan Alasan sebenernya dia akan bercerai dengan Rival.
Dia hanya cerita kalau ternyata tidak ada kecocokan Saja dengan Rival. tanpa menceritakan yang sebenarnya kalau dia harus Menjadi penebus Hutang hutang Suaminya itu dengan Cara menikahi pemuda yang menjadi Rekan bisnis suaminya itu.
Minggu depan adalah hari Sidang perceraian Rival dan tiara. dimana dia akan resmi sah bercerai dengan Rival yang tak lama akan menyandang sebagai Mantan suami.
semoga saja Tiara diberi kelapangan hati untuk tetap tabah menjalani ini semua.
" Apa alasanmu Tiara menggunggat Cerai Rival anak saya.? " tanya Sarah dengan tatapan tajam
jlebb
tiara terperangah dengan pertanyaan Sarah mama mertuanya yang menganggap dirinyalah yang mengguggat cerai suaminya bukan dirinya.
Tiara menoleh kesamping Rival meminta jawaban atas pertanyaan mamanya, Lalu rival dengan tenang mencoba membantu tiara untuk menjelaskan semuanya.
" Kami sudah sama sama sepakat untuk berpisah secara baik baik ma. --
Ujar Rival sambil menggenggam erat telapak tangan tiara yang sudah keringat dingin.
" Iya mama tau, tapi apa alasannya, Kenapa perempuan ini tiba tiba menggunggat cerai kamu Rival. " sentak Sarah dengan geram. " dasar wanita tidak tau diri kamu bisa bisanya kamu menggunggat cerai putraku tanpa alasan yang jelas. --
" Ma sudahlah tenangkan dirimu. " Ujar Arman suami sarah
" Papa lihat kan wanita seperti apa dia, sudah beruntung putra kita mau menikahinya yang sudah tidak perawan itu, eh sekarang malah dengan seenaknya menggunggat cerai anak kita pah. " Ujar Sarah dengan tatapan sinis kearah Tiara
Rival tidak tinggal diam atas pernyataan mamanya yang sudah menyudutkan tiara.
" Ma, mama jangan ngomong seperti itu mah, Ini bukan salah tiara mah, ini salahku aku yang gk bisa menerima masalalu tiara ma, sehingga Tiara tahan dengan sikap dinginku yang tak mau memperdulikannya ma, wajarkan tiara meminta pisah dariku. !" Ujar Rival
tanpa terasa air mata Tiara terus saja mengalir mendapat cercaan sang mama mertua ditambah lagi ucapan suaminya yang benar benar sangat menyakitinya itu.
Bisa bisanya kamu mengatakaan alasan seperti itu mas, Sebegitu inginnya kamu berpisah dariku, Ya Allah kuatkan hamba
Tiara sesekali meremas dadanya yang terasa sakit, sambil menundukan kepalanya.
Rival sangat merasa bersalah sudah menutupo Alasan utama dirinya bercerai dari tiara, dia terlalu pengecut untuk mengakui kesalahannya didepan Mama papa nya.
maafkan aku tiara aku terpaksa berbohong seperti ini.
" Sudah sudah, lebih baik kalian pergi dari sini, terserah kalian mau apa, mau bercerai secara apapun silahkan mama gak peduli. " Cerca Sarah sambil mengibaskan tangannya.
"Sudah mah, mama tenang dulu, tahan emosi mama, gak baik untuk kesehatan mama. " Ujar arman mencoba Menenangkan istrinya yang kini nafasnya mulai tidak beraturan.
" Sudahlah mama mau kekamar aja, pusing mama mikirin masalah kalian. "
ujar Sarah lalu berdiri dari duduknya dan berlalu naik ke atas untuk masuk kedalam kamarnya.
" Papa percaya sama keputusan kalian, apapun keputusan kalian papa akan terima,papa yakin kalian Sudah tau mana yang baik untuk kalian berdua. "ujar Arman
" Maafin Rival pah. "
" Maafin tiara juga pah. "
" Iya, tapi inget pesen papa, jangan sampai kalian merasa menyesal dikemudian hari tentang keputusan kalian ini, papa tau Perceraian sangat Dibenci Oleh Allah tapi jika keputusan ini yang kalian anggap baik, papa bisa apa, papa hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian. " Nasehat papa arman
" Iya pa kami mengerti. " Ujar Rival dan tiara bersamaan
" Kalau begitu kita pamit pulang dulu ya pa, tolong sampaikan pada mama nanti. " pamit Rival
" Iya pulanglah, urusan mama biar papa yang kasih pengertian. "
" Terimakasih pa. " ujar Rival san tiara bersamaan dan diangguki kepala oleh Arman.
" Assalamualaikum pa. " ucap Rival dan tiara lalu mencium punggung tangan Pria paruh baya itu secara bergantian
" walaikumsalam. "
*******
" Tiara tiara tunggu. " ujar Rival mencekal tangan tiara saat sudah masuk kedalam kamarnya
__ADS_1
" Apa sih mas, lepasin. "
" Kamu mau kemana.? "
Tiara mencoba melepaskan tangan Rival yang tengah mencekal lengannya
" Mau pulang. "
" Pulang.? " pulang kemana ini udah malem ra. " Ujar Rival
" Tolong lepasin tanganku dulu mas, aku mau beresin barang barangku. " sentak tiara
" Enggak ra kamu gak boleh pergi kemana mana, ini udah malem ra. --
" Jangan Egois mas, bukanya ini yang mas inginkan supaya aku cepat cepat pergi dari kehidupan mas. "
" Tapi enggak sekarang Ra. --
" terus kapan mas, nunggu kita resmi bercerai gitu.? "
" Ra. tolong dengerin aku dulu. "
" Enggak mas, Aku bener bener gak habis fikir dengan Alasanmu tadi ke mama dan papa kamu, sebegitu inginnya kamu bercerai dariku mas, hingga punya pemikiran seperti itu. membuat Aku dibenci oleh mamamu karena menganggapku wanita tak tau diri mas. " Ucap Tiara dengan berapi api.
" Ra. tolong dengerin dulu. ---
Tiba tiba Ucapaj Rival terhenti begitu saja saat terdengar ponsel rival berbunyi.
My Love incoming Call.
" Kenapa nggak diangkat.? " tanya tiara dengan penuh selidik.
Lalu rival menggeser tombol Warna merah untuk tak mengangkat telpon dari kekasihnya itu, bisa bisa tiara marah besar karena sudah dibohongi.
" Bukan siapa siapa, nggak penting.!! " ucap Rival cepat.
" Terserah mas, yang jelas saya mau pulang malam ini juga. titik.!!! "
Lalu setelah Rival melepaskan lengannya, tiara langsung mengambil kopernya dan memasukan beberapa baju yang ada didalam lemari pakaiannya kedalam koper serta membawa beberapa barang miliknya. sedangkan beberapa baju maupun barang yang dibelikan rival tak dia bawa dia meninggalkannya dan hanya membawa beberapa barang dari rumahnya.
" Apalagi sih mas, aku juga gak minta buat nganterin aku ke rumah kok. "--
" Bukan begitu Ra, Tapi aku mohon ra jangan pergi dulu, sekirannya sampai kita resmi bercerai ra"--
" Maaf mas, aku tidak bisa.!permisi assalamualaikum. " Ujar tiara melewati Rival dan menggeret kopernya untuk segera pergi Dari rumah ini
Terlihat Rival tak mengejarnya sama sekali, malah Sibuk mengangkat telpon yang barusan saja masuk diponselnya entah siapa malam begini yang menghubungi suaminya itu. tiara sudah benar benar lelah dan tak ingin memperdulikan Rival lagi.
dia tetap bergegas untuk pulang kerumahnya dengan menggunalan jasa taksi Online.
******
" Benar benar kebangetan suami kamu itu ra, aku gak nyangka pak rival bisa sekejam ini sama kamu ra. " ujar Melly. saat ini melly sudah berada dirumah kedua orang tiara yang ditempati oleh tante diana tantenya tiara.
" Udah kamu yang sabar ya ra, mungkin ini yang terbaik buat kamu, Toh suamimu tidak bisa menerima masalalumu dengan baik nak, untuk apa dipertahankan lagi, akan Lebih sakit, jika kamu yang terus bertahan sedangkan suamimu meminta untuk berpisah darimu. " Ujar tante diana.
" Tapi ini benar benar tidak bisa dibiarkan begitu saja tante, Bos sombong itu harus diberi pelajaran. --
terlihat Melly dengan angkuhnya tak terima jika atasannya itu memperlakukan sahabatnya seenaknya sendiri.
" Sudah Lah mel, aku sudah ikhlas nerima ini semua kok, Lagian ini juga kesalahanku juga sudah tidak berkata jujur padanya. " ujar Tiara dengan Lirih dan tatapan kosong.
" seharusnya gak begitu ra ini salah, kalau dia benar benar tulus mencintaimu dia pastinya akan menerima semua segala kekuranganmu dan juga kelebihanmu ra bukan dengan cara seperti ini ra. " protes melly.
" Sudah melly itu tandanya Nak rival masih belum bisa tulus mencintai tiara, kita doakan saja semoga Kelak suatu saat nanti tiara akan mendapatkan orang yang benar benar mencintainya dengan tulus. " ujar Diana
" Amin. " melly dengan cepat menyauti doa tante diana untuk keponakannya itu.
Mungkinkah yang dikatakaj tante diana akan menjadi kenyataan, bahkan aku sendiri tidak yakin akan mendapatkan kebahagiaan itu mengingat kali ini aku harus menikah dengan seorang pria yang jauh lebih dingin dan juga angkuh dibanding Rival.
Ya Allah kuatkan hati hamba beri hamba kekuatan untuk selalu tegar dalam menghadapi takdir ujian hidup hamba.
********
__ADS_1
Hari ini hari dimana sidang perceraian tiara dan rival akan segera digelar.
dan tepat pukul 01.00 siang nanti Sidang nya akan segera dimulai.
masing masing pihak tergugat maupun pihak penggugat sudah berada dipodium masing masing.
Akhirnya setelah melewati beberapa tahap mediasi tetap tidak menemukan titik terang. Akhirnya mereka sepakat untuk tetap lanjut bercerai.
Tok Tok..
suara ketukan palu menandakan kalau sidang cerai ini selesai dan hasil finallnya mereka.
Akhirnya resmi bercerai.
Dengan Ini saudara Mutiara azzalika dan saudara Rival jordiansyah resmi telah bercerai.
tok tok tok tok...
Hakim sudah menjatuhkan keputusan tersebut dan akhirnya sidang ditutup.
Setelah sidang selesai semua para saksi dan juga para hakim yang hadir disana sudah meninggalkan ruang sidang begitu juga keluarga rival dan juga Tiara. tak lupa rival dan Tiara saling meminta maaf jika dalam pernikahan mereka telah terjadi kesalahan.
" Tiara, kamu mau kemana.? " tanya diana saat berada diruang parkir bersama melly
" Tiara kebelet pipis tante, tiara ke toilet dulu ya.? "
" yasusah cepetan jangan Lama lama, tante tunggu dimobil sama melly ya. "
" Iya tante. " jawab tiara.
Lalu tiara segera bergegas masuk lagi diarea tempat persidangan tadi mencari toilet umum. setelah selesai menyelesaikan urusannya tiara tiba tiba berhenti dari langkahnya saat melihat seseorang yang baru saja keluar dari toilet disebelahnya dan sedang menggandeng tangan pria dengan mesra, pria yang tak asing baginya.
" Mas rival. " Ucap Tiara saat melihat Rival dan seorang wanita berjalan sambil bergandengan meninggalkan toilet umum tersebut tanpa mengetahui keberadaan tiara yang tengah menatapnya dari arah belakang.
" Siapa wanita itu, kenapa terlihat sangat akrab. " Gumam tiara melihati punggung rival yang telah hilang dari pandanganya bersama seorang wanita tadi.
seketika langsung Air mata tiara jatuh dikedua pipinya. dia tak bisa membendung lagi
lalu dengan cepat dia berlari meninggalkan toilet tersebut untuk menyusul tante dan sahabatnya yang berada ditempat parkir.
namun tiba tiba langkahnya terhenti saat tak sengaja menabarak seseorang yang berjalan berlawanan dengannya.
namun dengan sikap seseorang yang tak lain adalah pria itu menahan tubuh Tiara supaya tak jatuh ke tanah, dengan lengan kekarnya pria itu menopang Tubuh tiara.
mata mereka berdua sejenak beradu pandang.
Lalu.
" Lepasss. " desis Tiara.
Bruk..
" Aukhhh.. " Pekik tiara saat pria tersebut melepaskan rengkuhannya hingga tubuh tiara terhempas ditanah.
" Kamu.... " sentak tiara.
Namun pria itu malah tersenyum sinis dan acuh tak acuh melihat tatapan tiara.
membuat Arya asisten pribadinya itu terkekeh melihat tingkah tuan mudanya dan juga calon nyonya mudanya itu.
ya pria itu adalah NiCo. pria yang tak lama lagi akan mempersunting tiara.
bagaimana tiara menanggapi semuanya ini.
" Diam kamu Arya, Mau kau Ku Pecat.! "
seketika langsung Arya menghentikan kekehanya dan diam seribu bahasa.
.
.
.
__ADS_1
__ Bersambung. __