
Terlihat seorang Pria tampan dengan stelan jass lengkap kerjanya sedung merenung dan termangu duduk dikursi putar kerjanya.
Terdengar suara ketukan bolpoin kecil yang diketukan diatas meja ruangannya itu.
Tiara, Maafkan aku, aku sangat menyesal, aku Rindu kamu ra.
Batin Pria yang tak lain adalah Rival mantan suami tiara itu tengah termenung meratapi penyesalanya.
Wajahnya terlihat tak bersemangat dan terlihat ada sebuah penyesalan yang hinggap di diri Rival.
Ceklekk.
Terlihat seorang gadis cantik dan Gostur tinggi bak model sexy masuk kedalam ruangannya.
dengan Cepat Rival menutup ponsel miliknya yang tadi dia gunakan untuk melihat foto mantan istrinya tersebut lewat akun instagramnya.
" Sayang.. I Coming. " seru perempuan cantik itu dan langsung memeluk tubuh Rival.
" Lepas frey, Ini dikantor. ---" ujar Rival sambil mencoba melepaskan tangan kekasihnya yang mengalung dilehernya.
Freyya hanya menyebikan bibirnya kala melihat sikap dingin Rival yang tiba tiba berubah jadi dingin.
" Kok kamu Gitu sih Val, Kamu nggak suka aku dateng kesini.? " tanya freyya dengan wajah cemburut
Rival tersenyum kaku." Enggak gitu kok sayang, aku hanya kaget dan takut aja kalau sampai ada orang liat, nanti urusannya bisa panjang kalau papa tau.
" Bagus dong kalau gitu, Lebih cepat lebih baik kalau papamu tau kan.,, ----? ujar Freyya dengan sedikit senyum mengembang yang melengkung tipis di garis senyumnya
" Kok kamu gitu sih frey, Kamu kan tau kalau Papa kurang setuju sama hubungan Kita, aku juga lagi cari cara supaya papa dan mama menyetujui hubungan kita. ----'
" Aku tau kok caranya, dan aku sudah mendapatkan caranya itu. --- " saut Freyya dengan cepat dan membuat Rival mengerutkan dahinya.
" Maksudnya....!? "
Freyya tersenyum penuh arti dan membisikan sesuatu di telingan Rival dengan Nada sensualnya. " Aku HAMIL Val, " ujar Freyya
" APAA...?? " pekik Rival terperangah mendengar ucapan Freyya.
Freyya kembali menatap Rival dengan tatapan melihat ekspresi rival yang keliatan tak suka itu.
" Iya Sayang aku Hamil, Hamil anak kamu.!"
Ucapan kedua kali freyya membuat tubuh Rival sedikit beringsut dan lemas disandaran kursi putarnya.
" Kenapa jadi kaget gitu sih, kamu nggak seneng kalau aku hamil anak kamu, " Tanya Freya dengan menyebikan bibirnya
" Bukan Bukan seperti Frey, Aku Cuma bingung Aja. ---.
" Hah, Bingung kenapa mesti bingung sih val, Bukannya ini berita yang baik, supaya mama dan papamu merestui hubungan kita, lalu kenapa kamu malah jadi seperti ini Val. " Gerutu Freyya
" Lalu kita harus bagaimana,? " tanya rival dengan datar
" Ya kamu bilang dong ke mama papamu, kalau mengandung anak kamu, Cucu mereka Rival..!! " Ujar Freyya dengan geram.
" Iya iya,,,,, Terserah kamu, aku Pusing..!"
Jawaban Rival menambah Mood Freyya tambah Kesal, Lalu dengan cepat Freyya keluar dari ruangan kekasihnya tersebut dengan Hati yang sangat dongkol.
Sekarang Freyya Hamil mengandung anakku, lalu aku harus bagaimana, aku akan semakin sulit untuk mendapatkan Tiara kembali dan merebut dari bocah Ingusan itu.
" Argghhhhhhhhh. . .!!!!"
__ADS_1
*********
Dua hari kemudian Akhirnya Rival memutuskan untuk menemui mama dan papanya dirumah utama, untuk membicarakan soal kehamilan Freyya sekaligus untuk meminta restu pada mama papanya untuk menikahi kekasih pujaannya yang kini tengah mengandung anaknya itu.
" Jadi Ada keperluan apa kalian datang kesini?" tanya papa Arman pada pokok intinya tersebut.
" Rival dan Freyya kesini mau minta Restu dari papa dan mama supaya merestui kamk untuk menikah pah, karena. -------" Rival tampak melirik kedua papa mamanya yang menatapnya dengan mimik wajah yang
datar,,,,,," Karena Freyya Hamil anak Rival pah mah.!! "
Setelah mengutarakan niatnya Rival langsung menundukan Kepalanya takut takut wajah papa mama nya akan berubah menyeramkan. Namun Rival ternyata salah menduga.
" Oh. . !!!" Ujar papa Arman yang hanya menanggapinya dengan berohria dengan wajah datar. mama sarah juga nampak Bungkam dan diam tak menunjukan reaksi apapun
Rival dan Freyya saling bersitatap satu sama lain terlihat raut wajah yang tegang tadi berubah menjadi wajah bingung mendapati sang mama papa tidak marah hebat seperti ekspetasi mereka berdua.
" Lalu apa rencana kalian.? " tanya papa arman dengan sorot mata dingin.
" Ka kami berencana untuk menikah minggu depan pah, karena takutnya Usia kehamilan Freyya tambah keliatan besar. ---" ujar Rival nada terbata bata, sedang Freyya hanya diam seribu bahasa
" Terserah kalian, papa sama mama hanya bisa mendukung apa mau kalian, Lagian sudah terlanjur, percuma papa melarangmu untuk berhubungan dengan wanita itu, toh kamu saja masih tidak mendengrkan ucapan papa dan mamamu.!!! " Ujar Arman dengan nada tak suka
" Pah, ----!!!"
Selak Rival tak suka karena perkataan papanya yang menyinggung perasaan wanitanya itu.
" Sudahah, Lakukan apa yang kalian inginkan, papa tidak ingin kamu merepotkan papa dan mama dalam hal urusan ini.! " tegas arman
" Pah, jangan seperti itu walau bagaimanapun Rival tetap anak kita pah, kita turut andil dalam kehidupan Rival pah, Lagian bukan Rival kan yang meninggalkan wanita itu, tapi wanita itu sendiri yang membuang anak kita pah.! " ujar mama sarah yang fikirannya sudah terprogram bahwa perceraian anaknya sepenuhnya adalah tiara mantan menantunya itu.
Mata rival terbelalak mendengar ucapan mamanya yang terlihat menyalahkan tiara dalam hal perceraiannya kemarin padahal Rival lah yang turut andil dan menjadi dalangnya. kenapa mesti tiara yang mendapakan kebencian itu.
Namun berbeda dengan Rival yang terlihat bersalah karena tak berani mengakui kesalahanya....
*********
Tanggal pernikahan sekaligus resepsi pernikahan sudah ditentukan tanggalnya tinggal menuju beberapa hari. Rival dan Freyya sudah sah menjadi sepasang suami istri seperti keinginan mereka berdua
Telihat sebuah keluarga sedang menikmati sarapan pagi mereka, ya keluarga itu adalah keluarga Ardan wijaya.
" Kapan kalian akan menggelar Acara resepsi pernikahan kalian,?bukankah kalian belum mengadakan acara resepsi tersebut.? " tanya papa ardan disela sela sarapanya
Membuat Nico dan Tiara tersentak kaget, tak beda dengan lainya mami sinta,Nora dan juga Aliya.
"Kami belum sempat memikirkan tanggalnya pah, tapi secepat mungkin kami akan mempersiapkan tanggal yang pas Untuk menggelar acara resepsi acara pernikahan kami pah. " Ujar nico dengan tersenyum pada istrinya yang duduk disampingnya.
" Bagus dong kalau begitu papa setuju,! "
" Tapi ko. -- " Ujar Tiara
Mendengar kata tapi yang keluar dari bibir tiara membuat semua orang menatap heran pada tiara.
" Kenapa Ra.? " tanya Nico lembut
" Iya kenapa nak,? apa kamu keberatan supaya tanggalnya dipercepat saja.? " potong Papa Ardan
" Bu bukan begitu pah, Lagian Tiara juga kurang setuju jika Harus diadakan resepsi pernikahan, Toh Pernikahan kami sudah cukup lama pah, Ko. Tiara sudah merasa cukup kok Nico mau menikah dengan tiara walau tanpa resepsi pernikahan, yang doanya saja pah mih, Sayang juga Uangnya kalau harus dihamburin kan bisa ditabung Untuk masa depan Kita dan juga anak kita kita pah mih Ko, ---" Ujar Tiara dengan polos.
Sontak membuat Semua orang membelalakan matanya papa Ardan melongo mendengar penuturan menantunya yang begitu polos tersebut, bagaimana bisa dia berfikiran jika harta suaminya dan mertuanya akan habid jika dibuat acara resepsi pernikahannya, Bahkan sampai tujuh turunan pun Tak akan menghambiskan harta keluarga Wijaya, kecuali Jika tuhan sengaja mengambil titipannya lagi. karena sesungguhnya.
Harta tahta kekayaan dan kedudukan adalah sebuah titipan dari sang pencipta untuk umatnya, maka darii itu kita sebagai umatnya harus pandai pandai bersyukur ataa nikmat Tuhan yang telah diberikan pada kita.
__ADS_1
Terlihat Mama Sinta dan Nora tersenyum miring. dan tatapan mengejek pada tiara, sedangkan Nico menepuk jidatnya mendengar Kepolosan istrinya tersebut.
" Sayang, kamu bicara apa sih sayang, Papa hanya ingin melihat kita bahagia ra. --" ujar Nico
" Tapi kan itu bener nico, sayang kan uangnya kalau dihambur hamburin mending ditabung untuk masadepan anak anak kita, lagian pernikahan kita udah Lama Lo. " ujar tiara dengan keukehnya
Papa ardan menggelangkan kepalanya melihat perdebatan kecil antara Anak dan menantunya itu
" Tapi kan sayang, ----" selak nico
" Sudah sudah masalah resepsi pernikahan kalian, biar papa yang mengurusnya kalian tidak perlu berdebat lagi, Ingat nico Istri kamu tidak boleh stres dan banyak fikiran supaya Papa segera bisa mendapatkan cucu dari kalian. " Seru Papa Ardan dengan lembut dan diselingi oleh sebuah candaan.
" Huh, dasar kampungan,Dia pikir keluarga miskin kaya dia apa yang bakalan kehabisan Uang hanya untuk sebuah resespsi pernikahan. Menyebalkan. " Gerutu Sinta
" Mih.... -------- ,selak papa Ardan menegur istrinya
Namun Mami sinta malah menarik Kursinya lalu pergi meninggalkan tempat makan, dan diikuti Oleh langkah Nora yang mengekorinya dari belakang.
Papa ardan hanya menghela Nafasnya dan juga Nico, sedangkan Aliya memberikan senyum terbaiknya pada kakak iparnya tersebut untuk memberi kekuatan.
*******
" Ko, ----"
" Hmmm.! "
" Tadi aku salah ngomong ya, kok mami keliatan marah gitu.? " ujar tiara dengan sedikit manja dan bergelayut dilengan kekar suaminya itu.
" Nggak kok Ra, Kamu gak salah memang mami aja yang bawaanya sensi sama kamu, " ujar Nico sambil mengelus tangan Istrinya yang tengah digenggamnya itu.
" Oh, maaaf ya kalau aku masih belun bisa menyatu sama keluarga inti kamu. --
Nico tersenyum dan mengelus Pipi Tiara dengan lembut. " Nggak apa apa sayang, biarkan itu urusan mereka masiing masing suka atau tidak suka sama kita itu tidak jadi masalah dengan kita, yang menjalani rumah tangga itu kita bukan mereka, kita hanya boleh berbuat baik saja pada mereka.! " Ujar Nico dengan Bijak.
" Uwuwu So sweetnya suamiku.! " Ucap Tiara tambah membuat Nico tambah gemas pada istrinya itu
" Ra. --?."
" Iya.!"
" tetaplah jadi diri kamu sendiri ya.! " ujar nico dengan menatap lekat lekat wajah cantik tiara.
"Iya Ko. --" balas tiara dengan senyum manisnya.
Lalu Nico meraih kedua tangan Tiara untuk digenggamnya.
"**Tetaplah bersamaku Ra, Sampai kita menua Nanti hingga mau yang memisahkan kita.!! "
.
.
.
.
_bersambung**_
Ini udah Up Author yang kesekian kalinya ya, semoga syuka dengan ceritanya.
Jangan Lupa kasih Like komen dan vote nya ya biar Author nambah semangat nulisnya.
__ADS_1
Terimakasih.