Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Merindunya


__ADS_3

Tatapan Hangat dan penuh Kerinduan Kini terpacar Dari sorot Mata Pria BerNetra Hitam itu. Meskipun Kedua bola matanya Nampak sayu,Namun Sorot mata itu sangat Hangat dan penuh kerinduan yang mendalam Pada sosok Tubuh Lemah yang kini masih terkulai Lemah Diatas Brankar Rumah sakit dengan Selang Infus yang menancap di berbagai Bagian tubuh Wanita yang kini tengah berusaha Berjuang Untuk tetap Hidup, meskipun dalam keadaan yang tidak sadar. Dan entah sampai kapan dia akan Terbangun dari tidur panjangnya.


Nico berjalan kearah Istrinya yang masih tergolek lemah itu, Mengamati setiap Inci Wajah Tiara yang tampak terlihat Pucat Dari Bibir Hingga seluruh Wajah nampak sangat Pucat.


" Sayang, Maafkan aku." Lirihnya sambil menggenggam telapak tangan Tiara yang masih tertempel Infus. " Tiara Bangunlah sayang, apa kamu tidak ingin melihat Wajah tampan Anak Kita, Jagoan kita sayang. "


Nico menarik nafas panjangnya Untuk membuang Rasa sesak yang melilit Rongga dadannya sungguh melihat Tubuh sang Istri terkulai lemah tak berdaya seperti ini membuat Hatinya sakit seperti Di cabik cabik.


" Sayang, Aku mohon bangunlah, Buka Kedua matamu sayang, Lihatlah ada aku disini sayang, Apa kau tidak merindukan Suami berondongmu yang tampan Ini hem. " Nico terus Merancau Sesuka hatinya Terkadang dia Menangis dan Acapkali dia Tertawa nampun tawa yang mengandung kepiluan yang mendalam mengingat betapa bodohnya dia selama ini karena sudah menyakit hati wanitanya yang sangat Dia cintai ini.


Nico mengusap pipi Tiara yang pucat sambil tersenyum getir. " Aku merindukan ini, " Lalu dia beralih mengusap Bibir Tiara yang nampak Pucat itu. " ini, Ini Dan ini. "


Nico Terus Menunjuk nunjuk bagian wajah tiara mulai Dari Mata Hidung Kening pipi dan terakhir Bibir, Bibir sang Istri yang selama ini sudah membuatnya Candu. Semenjak Kepergian sang istri Nico sama sekali tidak merasakan Bibir Tiara yang sangat Membuat nya Candu dan memabukan itu.


Dan Itu membuat Nico semakin Frustasi dan Gila karena ketika bertemu dengan Bibir itu, dia malah tidak bisa menikmatinya dan Melebur Kerinduannya pada sosok Sang Istri yang kini tengah terkulai lemah itu.


" Sayang, Ayo kumohon Bangunlah sayang, aku sangat merindukanmu sangat sangat merindukan saat Kita bersama, Lihatlah putra kita Ra, apa kau tidak kasian padanya."


Nico terus mengucupi Telapak tangan Tiara dan terus mengeratkan jari Jemari tiara berharap Ada keajaiban yang bisa membangunkan sang Istri.


Karena Waktu Untuk Menjenguk sudah Habis Nico Harus terpaksa menyudahi Rasa Rindunya pada sang istri, bagaimanapun juga Dia Harus memikirkan Putranya yang Masih berada di Ruang Rawat Bayi.


Cup


" Aku pulang Dulu ya sayang, setelah selesai merawat bayi kita, aku akan langsung datang kesini lagu. " Ucapnya dengan sendu. " Asslamualaikum istriku. aku sangat Merindukanmu. I love you sayangku "


Nico membisikan sesuatu tepat di daun telinga Tiara dengan Lirih.


setelah itu dia langsung melangkahkan kakinya keluar dari Ruangan tiara.

__ADS_1


.


.


.


.


.


****


Sudah Tepat Satu bulan Tiara Terbaring Koma, Nico pun sudah memberikan Sebuah Nama Untuk Putra pertamanya itu.


Javier Alvarendra Wijaya. .


bayi tampan nan Mungil itu Sampai saat ini belum merasakan Dekapan hangat dari sang mama.


Nico pun Sering sekali menitipkan Baby Vier pada Tante diana karena Dia juga Harus bolak balik kerumah sakit untuk memastikan keadaan tiara istrinya.


Seperti saat ini, Nico lagi mengelap Tubuh Sang Istri dengan Air Hangat dan mengganti Baju Tiara dengan baju Baru khas rumah sakit.


Dia sangat telaten Mengurus Istrinya meskipun ditengah tengah kesibukan Kerjanya dikantor, Demi menebus rasa bersalahnya pada sang istri sekaligus rasa terimakasih yang tiada tandingannya karena sudah memberinya seorang putra tampan yang sangat tampan dan rela mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan putranya itu.


Sungguh Bagi Nico itu adalah sebuah Anugrah yang sangat Luar biasa, Istrinya sangatlah bagaikan tombak penting dalam kehidupannya dan juga putra kecil semata wayangnya.


" Sayang Apa kamu tau, Bayi kita sangatlah tampan, dia Mirip sekali denganku, hehe kau Hanya kebagian Bulu mata lentik Indahnya saja yang mirip denganmu, maafkan aku ya sayang, terimakasih atas kasih dan cinta tulusmu selama ini buatku dan juga Buat Vier, baby kita. "


Cup

__ADS_1


Nico mengecup kening Tiaara denga Sangat Lama. Dia ingin Tiara merasakan Betapa merindunnya dia selama ini. berharap Tiara segera bangun dari tidur panjangnya


" Aku sangat mencintaimu mutiara Adzalika Ibu dari Anak anakku. " gumamnya sambil memperlama Kecupan hangat Di kening Tiara


Ada Rasa Damai dan Hangat menyelimuti hati dan batinya, Dia sangat Rindu sosok ini, sosok wanita yang sangat dia Rindukan kurang lebih Satu bulan ini.


Tes


Tiba tiba Nico merasakan Ada Sebuah Tetesan Air mata yang mengalir Di pipi kanan istrinya itu.


Lalu Dia segera Menarik Kecupannya di kening Sang istri dan beralih menatap wajah sang Tiara yang masih mengeluarkan Air mata.


" Sayang kau sudah sadar sayang. " Serunya sambil Nada Suara yang berbunga bunga. sambil terus mengecupi tangan sang istri


" Terimakasih Ya Allah engkau telah mengabulkan doaku. "


Lalu nico segera menekan Tombol yang berada Didekat Brankar milik istrinya itu untuk memanggil Dokter dan juga Perawat untuk memeriksa keadaan istrinya. .


.


.


.


Semoga Saja Tiara cepat sadar Dari masa komanya dan bisa memulai Lembaran baru bersama Keluarga Kecilnya.


.


.

__ADS_1


_ Bersambung. _


__ADS_2