Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Bersaing Secara Sehat


__ADS_3

Kini Tiara sudah sadar Dan Siuman beruntung kali ini tiara Tidak sempat mengalami Trauma kembali dan berakhir Depresi Seperti Yang sebelum sebelumnya. Mungkin Kini Dia sudah menjadi Sosok yang Teguh dan Tegar, Semenjak berhijrah Dia lebih bisa menguasi Dirinya sendiri Untuk Tidak larut Larut Dalam kesedihan apalagi membiarkan Rasa Traumatic menggerogoti Jiwa Dan pikirannya kembali.Dia sekarang lebih mendekatkan Diri pada sang Khaliq, untuk membentengi Dirinya dari hal hal yang tidak diinginkan, Baginya semua cobaan yang Menimpa dirinya Akan dijadikan pengalaman Untuk lebih mawas Diri dan tahap pendewasaannya yang sudah tidak Muda Lagi pikirnya.


" Tante. " Lirihnya saat kedua matanya mulai terbuka dan menyesuaikan pencahayaan Lampu Ruang tersebut masuk kedalam kornea matanya.


" Tiara kamu sudah nak.?! " Jawab Tante Diana dan mendekati Ke tepi Ranjang Tiara


" Iya tante, aku Lagi Ada dimana,? dan apa yang Sudah terjadi padaku tante.?! " Tanyanya Lirih


" Tenangkan Dirimu dulu Ra, kamu barusan Pulih. saat ini kamu dirawat Dirumah sakit. kamu Sempat pingsan Ra. " Tutur Tante Diana yang mencoba bungkam Atas peritiwa yang Barusan Dialami oleh Tiara


" Pingsan Tante.?!" Tanya Ulang Tiara


" Iya sayang, lebih baik kamu istirahat dulu ya, Supaya cepet Sembuh bisa segera pulang. " Tutur tante Diana


" Anak Anak Mana Tante.?! " tanya Tiara mencari keberadaan Anak Anaknya, nampak nya Tiara Sedikit Lupa Tentang Kejadian yang barusan saja Dia Alami, setidaknya membuat Tante Diana Lega karena Tidak Terjadi Dampak yang menghawatirkan Dari Tiara


" Anak Tadi Pergi bersama Nak Elang Dan Nak Nico,Ra katanya mau Membeli sesuatu. " Jawab Sang Tante sontak membuat Tiara memicingkan Matanya menatap penuh curiga


" Elang Dan Mas Nico, Untuk Apa mereka datang kemari Tante, Sejak kapan.?! " tanya Tiara


" Em itu Anu Ra, tadi kebetulan Nak Nico yang mengantarkan Kamu ke rumah sakit sewaktu Kamu pingsan Dan Nak elang Menyusul kamu di rumah sakit ini. " Jawab Tanta diana dengan jujur Karena memang Itu kenyataanya. namun Nampaknya Tante diana tidak mau memberi tahu Tiara tentang percobaan Pemerkosaan yang Dilakukan Sammy Pada Tiara, karena takut tiara akan terkejut dan Sedih berkepanjangan lagi seperti sebelum sebelumnya.


" Mas Nico yang Bawa Aku kesini Tante,?! " Tanya Tiara dengan Kedua matanya yang sudah membulat. membuat Tante Diana menjadi kikuk dan Takut Akan salah dalam ucapannya.


" Iya Ra memangnya kenapa.?! " Tanya Tante Diana Dengan Raut wajah Bingungnya.


" Astagfirullahaldzim, itu berarti sama saja dia tadi. --------?" Tiara tak melanjutkan ucapannya dan Membiarkan Dirinya menerka nerka sendiri dengan Cara Apa Nico membawanya kesini. entahlah terlihat Raut wajah Tiara mulai cemas.


Terdengar suara pintu terbuka, disana sudah Ada Elang dan Nico beserta kedua Anaknya yang barusan saja masuk kedalam Ruangannya sedangkan melly kembali ke kantornya kembali karena Ada urusan Yang sangat mendadak.


" Mama. " Teriak Cylla dan Juga Javier sambil berlari kecil mendekat Kearah Tepi Ranjang milik Tiara.tiara langsung menghujani ciuman kecil dipucuk kepala milik kedua anaknya itu.


" sayang kalian dari mana Aja?! " Tanya tiara


" Kami tadi Habis diajakin Om Elang Jalan Jalan Terus di susulin deh sama papa." Celetuk Javier


" Benar mah, Tadi Papa juga bawain Makanan kesukaan mama, bubur sumsum dan Martabak special yang Ada didekat komplek peRumahan Kita yang Dulu sama papa itu Lo mah. " Ujar Cylla dengan penuh semangat.


membuat Tiara terdiam sejenak Dan tertegun ternyata Mantan suaminya itu masih Mengingat Betul makanan favoritnya Setelah Empat tahun lamanya berpisah


" Mama, mama kenapa.?!! " Tanya Cylla saat mendapati Tiara sedang melamun dan tidak menanggapi Ucapannya.


" Oh nggak Apa Apa kok sayang. " Ujar Tiara dengan sedikit gugup


" Kok mama Bengong, mikirin. Apa sih mah.?!" Tanya Cylla dengan penuh selidik


" Mungkin Mama lagi mikirin papa kali kak. " Kelakar Javier Dan diiringi tawa kecilnya sedangkan Nico berusaha Menyembunyikan senyumnya.


" Oh Ya apa betul itu mah.?! " Kedua mata Cylla melonglong menyelediki Wajah gugup sang mama.


" Kamu Itu kak, Bisa Aja. jangan Suka kepo deh sama mama. " Cetus Tiara sambil melengos kearah Lain supaya tatapannya Tidak bertemu dengan tatapan mata milik Nico yang kini masih berdiri Diambang pintu bersama Elang. sedangkan Elang menatap Dengan Rasa Tidak suka saat melihat Tiara tengah Gugup dan salah tingkah Di hadapan pria lain.


"Anak Anak bukannya Kepo Ra, Anak Anak hanya menyuarakan Isi hati mereka saja sesuai Apa yang mereka tangkap dalam diri mamanya. " Kelakar Nico yang terdengar setengah mengejek karena senang Menggodai Manta istrinys yang Wajahnya sudah memerah padam seperti tomat karena menahan malunya.

__ADS_1


" Diam kamu mas, aku tidak sedang mengajak mu bicara.! " Hardik Tiara Dan menatap Nico dengan nada penuh peringatan sedang yang Ditatap seperti itu malah santai dan tak menanggapi Ucapan tiara barusan


" Iya Iya. maaf.!" Cicit Nico dengan Tampak yang Dibuat buat Seakan Sedih mendengar Ucapan Tiara yang begitu dingin itu.


Mungkin Karena kita pernah Hidup bersama sehingga kamu bisa mewarisi Sikapku.


Tiara beranjang Turun dari Brankar Rumah sakit tersebut, Nampak dia sedikit Kesulitan saat Akan turun, Dengan Sigap Nico langsung mendekat kearah Tiara dan memegang kedua sisi bahu kanan kiri milik Tiara.


hingga membuat Tiara tersentak karna tidak Suka.


" Pelan Pelan Ra. "


" Lepas mas, Aku bisa jalan sendiri.!"


" Sudah Ayo aku bantu, kamu mau kemana.?! " Tanya Nico dengan santainya hingga membuat Tiara tersungut kesal karena Nico masihh tidak mau Mendengar Ucapannya


" Aku mau ke Toilet.!" Ketus tiara


" Ya sudah Yuk aku bantu, apa perlu Aku Gendong.?! " Goda Nico hingga membuat Tiara semakin kesal dan langsung mencubit perut Nico.


" Aduh Sakit Yank. -----" Pekik Nico yang Tanpa sadar membuat Kedua mata Tiara melotot tajam padanya.


sedangkan Tante Diana yang Melihat pertengkaran Kecil Antara Kedua koponakan dan mantan Keponakannya itu Hanya menggelengkan kepalanya dan menahan Tawanya.


Javier Dan Cylla malu Tersenyum senyum jahil pada Kedua orang tuannya.


" Ciye Ciye ehem ehem, mama sama papa Romantis Ya dek, ribut ribut Manja. " Goda Cylla diiringi Tawa jahilnya


" Cylla Javier, kalian Bisa Diam nggak. " Ujar Tiara Sambil menahan kesal


lalu Kedua kakak beradik Itu langsung bungkam.


" Aku Bantui ya Ra.? "


" Nggak usah Aku bisa jalan sendiri, minggir kamu mas. " Ketus Tiara lalu Segera melepaskan Tangan Nico yang tadi bertengger Di kedua bahunya.


Namun baru satu Langkah Dia beranjak Dari Ranjangnya, tiba tiba keseimbangan Tubuhnya Hilang, dan hampir saja terjatuh Jika Nico yang Masih berdiri di belakangnya itu Tidak Sigap menarik tubuhnya. hingga kini Tubuh mungilnya itu jatuh kepelukan sang mantan Suaminya.


1 Detik


2 Detik


3 Detik


Deg.


Kedua jantung mereka berdegub Kencang Seirama, Kini Tiara bisa merasakan lagi Bau parfum Di tubuh maskulin sang mantan Suami, setelah sekian Lama tidak mencium Bau Aroma milik parfum Mantan suami, sama seperti Dulu Tubuh Itu masih Saja membuatnya merasa Tenang dan Nyaman.


Lama mereka Terdiam Merasakan Getaran Detak jantung mereka yang Seakan Tidak mau Berhenti begitu saja. Hingga akhirnya Sebuah Deheman Keras Yang keluar Dari Mulut Elang mampu membuyarkan lamunan mereka berdua.


" Ehemmm, , , . . !"


Tiara langsung Serta merta mendorong Pelam Tubuh Nico dan Menjauhkan dari Tubuhnya. Dengan Perasaan Gugup dan Salah tingkah Tiara beralih menatap Tante Diana Untuk membantunta berjalan ke dalam kamar mandi yang Berada Di kamar Inapnya karena Memang Nico Menyuruh Perawat Untuk memindahkan Tiara Di Kamar ViP yang Dilengkapi beberapa Fasilitas mewah lainya.

__ADS_1


" Tante, bisa Bantu Tiara nggak.?! " Tanyanya


" Iya Sayang, ayo Tante bantu. " Ujar Tante Diana dan kini langsung beralih menggandeng tangan Tiara untuk masuk kedalam toilet. sedangkan Nico dan Elang kini saling menatap dengan Sengit satu sama lain.


" Ikut Gue. " Seru Elang, yang mendahului Nico keluar dari Ruangan tersebut.


Lalu mereka pun Akhirnya keluar dari Ruangan Tiara.


" Sayang Papa keluar dulu sebentar ya. " Ujar Nico pamit pada kedua Anaknya.


" Iya Pah " Jawab Cylla dan Javier bersamaan


Sesampai Diluar Elang Langsung menarik kerah baju Nico dengan Kasar. tatapan matanya penuh Dengan Sengit.


" Ngapain Lo Deketin Tiaara Lagi Hah. Belum puas Lo Udah ngancurin Adek Gue, sekarang Lo mau Nyakitin Tiara seperti Dulu lagi Hah.! " Sungut Elang, Lalu Nico langsung Menghempas Tangan Elang dengan kasar yang Tadi Mencengkram Kerah baju Miliknya.


" Jaga Ya mulut Lo, Aku tidak pernah berniat Menghancurkan Adikmu, Justru Adikmu sendiri yang menawarkan Dengan Sukarela padaku, padahal Dia tau waktu itu aku sedang Hilang ingatan, dan lebih Parahnya lagi Adikmu Bukan cuma Berhubungan denganku saja melainkan Ommu sendiri. ." Tukas Nico dengan Tersenyum miring juga tidak kalah Sengitnya menatap Elang yang kini juga sama sama tersulut emosi


" Kurang Ajar, berani sekali kau berkata seperti itu tentang Adikku, Lo Lupa kalau Lo yang Sudah merenggut Kesucian Adikku.! " Sungut Elang karena tidak terima dengan ucapan Nico yang membuatnya semakin geram


" Aku Nggak Lupa, aku Disini Juga salah Tapi setidaknya Aku masih mau bertanggung jawab Merawat nya dan Juga Anaknya Meskipun Tidak menikahinya, setidaknya Aku masih menanggung beban hidup adikmu ketika Kedua orang tuamu membuang adikmu dari Keluargamu, ingat Itu.!" Tutur Nico dengan Nads sarkasme


" Sialan Lo, gue minta Lo jauhin Tiara, Karena sebentar Lagi akan melamarnya dan menjadikan istriku.! " Ucap Elang Dengan. lantang dan membuat Nico tersenyum kecut dan. menatap Elang dengan Remeh.


" Baru Akan kan? Belum melamarnya kan? itu Berarti Status tiara masih bebas, dan berhak Dideketin Pria lain Termasuk Aku. " Ujar Nico.


lalu Dia menepuk bahu Elang yang masih Tengah tersulut emosi itu.


" Ingat Brow sebelum Janur kuning melengkung, Tiara Belum Jadi milik Orang Lain jadi sah sah saja jika Aku Mendekatinya, Apalagi Ada Kedua anakku, Jadi Kamu tidak Perlu melarangku untuk mendekatinya. " Lanjutnya nico lagi dengan kedua Sudut bibirnya terangkat keatas


" Kau menantangku.?! " Sentak Elang sambil menepis kasar tangan Nico


" Bukan, Tapi Aku sedang Mengajakmu untuk bersaing Secara sehat untuk Mendapatkan Tiara, Gimana apa kamu bersedia.?! " Tanya Nico


" Oke siapa Takut, Aku tidak Akan membiarkan Tiara jatuh kepelukanmu Lagi, Aku akan Buktikan bahwa akulah laki laki yang pantas Mendapatkan Tiara daripada kamu Pecundang Sejati.! " Ujar Elang Dengan menantang dan Mengejek


" Oke Kita Lihat Saja Nanti, , . . ! " Balas Nico lalu Segera Meninggalkan Elang pergi Dari koridor Rumah sakit Tersebut.


.


.


.


_ Bersambung. _


Maaf Ya Hari ini Aku Agak telat Up nya. Terimakasih yang Masih bersedia membaca Ceritaku yang Receh ini.


Nanti kalau Sempet bakal Up lagi tapi malam. soalnya Aku mau cepat cepat kelarin Novelku yang Ini dan nglanjutin Novelku yang Lain yang Hiatus beberapa waktu Lalu.


Semoga Syuka, ,


Happy Reading.

__ADS_1


__ADS_2