
Didalam Mobil Nico terus memutar mutar stir mobilnya dia menjalankan mobilnya tak tentu Arah. sepanjang perjalanan pikiranya berkecamuk ada rasa sesal karena sudah membentak istrinya dengan kasar, sungguh Dia sebenarnya tidak ingin melakukan seperti itu, dia hanya merasa kesal saja atas sikap istrinya yang tak bisa mengerti perasaanya itu.
" Ahh SiaL... " Nico berdecak kala mobilnya berhenti mendadak ditengah jalan. lalu dia segera keluar dari mobilnya untuk memeriksa mobilnya. "Ckk.. ban nya kempes Lagi. "
Nico segera mengambil ban serep dari dalam bagasi mobilnya, untuk dia selalu prepare menyediakan ban serep untuk mengantisipasi jika terjadi seperti saat ini.
Lalu dia segera mengambil peralatan yang memang dia selalu sediakan dimobil Nico memang cukup bisa melakukan segala sesuatunya dengan tanganya sendiri, baginya seorang Pria sejati harus bisa Melakukan segala apapun meskipun dengan hal kecilpun. Dia sosok yang mandiri dan juga cerdas, pantas saja papa Ardan langsung memberikan kepercayaannya untuk memegang jabatan sebagai Direktur Utama.
Tak sia sia Akhirnya ban mobil nico terpasang dengan sempurna, meskipun pakaian sedikit kotor dan Lusuh, tapi yang penting dia bisa mengendarai mobilnya lagi tanpa harus membawanya kebengkel.
merasa Haus dan tenggorokannya kering Nico segera bergegas untuk mengambil botol minuman didalam mobil. namun belum sempat Nico membuka pintu mobilnya tiba tida sebuah uluran tangan menyodorkan Botol minuman dingin kepadanya.
membuatnya mengerutkan dahinya lalu menoleh samping siapa yang sudah memberinya botol minuman tersebut.
" Nih. ----?"
Nico menatap tajam seseorang yang tengah menyodorkan botol minuman itu, dan terlihat seorang wanita yang tak asing baginya bahkan wanita yang mungkin tidak ingin dia Lihat.
" Untuk apa kamu datang kemari.? "
" Aku tadi nggak sengaja Lewat dan melihat mobilmu mogok.! "
Ya wanita itu Adalah Sella wanita yang beberapa lalu ingin menjebaknya.dan hampir saja membuat kesadaranya hilang.
" Enyahkan tanganmu aku tidak butuh.! "
Ujarnya dengan nada dingin
" Ayolah Nico aku tau kamu pasti haus kan, tenang saja aku tidak akan berbuat macam macam lagi kok. ------" Sella mengulas senyum seakan merasa tak bersalah, bahkan dia kini terlihat lebih manis dan sedap dipandang....
Nico menghela nafasnya panjang Lalu menatap tajam Sella sambil meletakan kedua tangannya diatas dada dan bersidekap
" STOP mencoba menipuku, aku tidak akan pernah termakan lagi sama tipuanmu yang murahan itu.! " ketus Nico dan tetap menatap Sella dengan tatapan menusuk membuat Sella meringis dan menampikan wajah memelasnya.
" Sebegitu bencikah kamu sama aku ko, aku tau aku salah aku juga ingin minta maaf tapi aku nggak nyangka sama kamu, kamu bisa punya pikiran sepicik ini sama aku. -----"
Kini nada bicara Sella mulai merendah bahkan sudah menampilkan wajah sedihnya dan Kedua matanya sudah mengeluarkan buliran bening yang membasahi kedua pipinya. membuat Nico menjadi tak enak hati karena dia sebenarnya tidak menyukai melihat wanita menangis didepannya.
Dengan mengusap wajahnya kasar Nico mencoba meraih pundak Sella untuk menenangkannya, namun sella malah kembali terisak.
" Udah jangan Nangis.! "
" Wanita mana yang nggak sedih karena sudah dituduh yang bukan bukan, apalagi aku juga berniat meminta maaf padamu tapi kamu malah membantaku dan menuduhku yang tidak tidak, Hiks hiks hiks. --"
Beberapa kali Sella Menyerka kedua Air matanya, dan berusaha mengambil lagi simpatik dari pria yang dicintainya itu.
" Maaf, kalau aku tadi sudah bicara kasar. -----"
Namun Sella hanya menangis dan terus mengiba membuat nico semakin bersalah. Lalu dia segera mengambil botol minuman yang tadi sella berikan padanya.
" Aku minum ya.? " ujarnya sambil mengulas senyum yang terkesan dipaksakan.
"Yes, akhirnya dia masuk kedalam perangkapku. " batin sella sambil tersenyum Licik.
namu tidak juga menghentikan tangisannya.
__ADS_1
" Thanks ya. ----" Nico Menenggak habis minuman itu dan mengangkat botol itu menunjukan pada sella, sella pun tersenyum dan mengangguk.
" Nah, sekarang udah aku minum, aku cabur Duluan ya. -------?"
Tanpa menunggu balasan dari Sella Nico pun seegera masuk kedalam mobilnya dan langsung menancap gas mobilnya meninggalkan Sella yang tengah menggerutu kesal karena Usahanya kinu gagal lagi untuk mendapatkan Nico.
"sial...." umpat sella dia segera masuk kedalam mobilnya Lalu pergi.
Sementara Nico merasa ada yang tidak beres didalam tubuhnya. berulang kali dia menggelengkan kepalanya menguap serasa kepalanya pusing, namun dia masih berusaha untuk menahanya, Tubuhnya terasa Gerah dan panas beruang kali dia mengibaskan kaosnya menggunakan tangan kiri sedangkan tangan kanannya fokus menyetir.
" Kok Jadi gerah gini sih, Panas.. " Desahnya merancau
Lalu dia segera merogoh ponselnya dan sedang menghubungi seseorang.
" hallo. ------?"
" Hallo, Lo dimana Lang.? "
ternyata nico menghubungi Elang sahabatnya
" Gue dirumah, ada apa.? "
" Gue kesana..! "
Tut tut tut.
Nico langsung menutup telponnya dan bergegas menuju Rumah Elang sahabatnya.
Tidak butuh waktu Lama Akhirnya mobil Nico sudah mendarat dirumah mewah ber cat Kuning itu. satpam langsug membuka pintu gerbangnya, dan Nico langsung memarkirkan mobilnya di basment.
Tanpa mengetuk pintu atau memencet bell pun dia langsung nyelonong masuk tanpa permisi pada yang empunya rumah.
" Etss etsss etsss. maen nyelonong masukaja nih bocah. " Suara itu dari pemilik rumah.
Tanpa pikir panjang Nico langsung kedalam dapur dan langsung membuka kulkas mengambil minuman segar disana.
"Ck, benar benar ni anak gak ada sopan sopannya. -----" Elang berdecak kesal
" Diem Lo, bawel amat sih.! "
Glek
Glek
Glek
Nico langsung menenggak botol minuman yang dia ambil dari Kulkas tersebut.
" Ets ets, buset dah Lo mau ngerampok dirumah gue Lo ya. ------?" Ujar Elang saat melihat Nico mengambill kembali beberapa botol minuman dari dalam kulkas.
" Berisik Lo Gue haus banget tau.--------!"
Elang Merasa ada yang aneh pada diri nico yang tidak seperti biasanya dia bahkansudah menenggak habis 3 botol minumannya sekaligus.
" Lo kerasukan Jin dari sih Ko, -----?" gerutu Elang
__ADS_1
" Badan gue panas banget Lang, Tenggorokan gue kering banget hah, Gue rasanya udah gak tahan Lang. ------!"
" Gila maksud Lo gak tahan gimana sih Lo.? "
"Kayaknya Gue butuh pelepasan Lang..------"
" Hah.? "
Kedua bola mata Elang membulat sempurna Tenggorokannya merasa tercekat, dengan susah payah dia menelan Salivanya dia benar benar berfikir Otak sahabatnya itu sudah tidak waras. Lalu segera dia menjitak kepala sahabatnya dengan keras membuat Nico menggaduh kesal menatapnya.
Pletakkk..
" Sialan Lo, Kenapa Lo jitak kepala gue sialan.?" umpat Nico
" Lagian otak Lo udah gak waras kali ko, Lo butuh pelepasan larinya ke rumah Gue, Lo pikir gue doyan batangan macam burik kayak Lo, idihhhh Geli gue, gue masih Doyan Cewek Kale,--------!"
Jeduggg...
" Aduhh.! " pekik Elang saat tulang keringnya ditendang oleh nico
" Dasar kadal mesum, Gue juga masih waras juga kali, Ogah gue maen pedang pedangan sama Lo, masuk kelobang Istri gue aja lebih nikmat ngapai adu pedang sama Lo bangs*t."
Kini Giliran Nico yang berdecak kesal pada sahabatnya.
" Lah terus eLo ngapain ke rumah Gue bambang, ngapain Lo gak pulang ke rumah Lo sendiri dan perang sama bini Lo, ck dasar ni anak.!!!! "
" Udah ah, aku mau kekamar Lo mau mandi Gerah Gue. -------"
Nico berlalu menuju kamar Elang, sedang elang masih terperangah melihat sikap aneh sahabatnya.
" kayaknya ada yang gak beres nih sama ni anak. " batin Elang dan langsung mengikuti Nico masul ke kamarnya.
Cukup Lama Nico berdiam diri di bawah guyuran Shower dia masih ingin meredamkan gejolak yang tiba tiba muncul dibenaknya, Sungguh dalam keadaan marahan sama istrinya kenapa hasratnya tiba tiba muncul bahkan semakin menggebu gebu.
Nico benar benar Frustasi, karena tidak bisa melepaskan hasratnya, Terpaksa dia harus menyalurkan hasratnya dengan membayangkan kemolekan tubuh istrinya dibawah guyuran shower dan air dingin yang membasahi tubuhnya.
dia tak habis fikir bisa bisanya dalam keadaan marah pun masih saja membayangkan wajah tiara sungguh dia merasa rindu akan tubuh istrinya yang sudah menjadi candu baginya.
"sial, dalam keadaan marah pun kenapa gue ingin sekali ya sama tiara, Ra aku rindu kamu ra, Aku butuh kamu ra, Ahhhhhhh. " batin nico
Seketika langsug dia terkapar lemas setelah merasakan pelepasan yang benar benar menyiksa dirinya.
Akhirnya dia memutuskan membersihkan badanya dan langsung bergegas keluar dari kamar mandi dan menggunakan kembali pakaiannya
Dia harus cepat cepat pulang sebelum hasratnya kembali memuncak. dan tiara harus membayar ini semua dengan sangat mahal mungkin Nico akan menghajar Tiara hingga terkulai diatas ranjang.
Dia sudah tidak perduli akan kemarahannya Lagi, karena dia benar benar tidak bisa jauh jauh dari istrinya tersebut.
.
.
_ bersambung. _
semoga tiara Nanti akan baik baik saja dan bersiaplah tiara sebentar Jantan singa ini akan segera menerkammu.
__ADS_1