
Terlihat Langkah Nico semakin Mendekat, wajah Tiara semakin Pucat saat suaminya itu sedang Menghampirinya dengan langkah kaki yang sangat lebar, dan Raut wajah yang Tak terbaca. membuatnya kelimpungan Dia meremas Erat ujung Kerudung pasminanya dengan perasaan Penuh dengan ketakutan dan kecemasan, jika nantinya akan ada pertikaian antara suami dan mantan suaminya itu. Melly Terus mengusap usap Bahu Tiara untuk memberi ketenangan Pada Wajah Sahabatnya yang Tegang itu. beda Halnya dengan Tiara dan Melly yang tampak tegang, Rival Malah Menatap mantan rekan bisnisnya itu dengan wajah Datar.
" Sayang, kamu masih disini sama melly.? " Tanya Nico saat Telah Berada Didepan tiara dan langsung menggeser Posisi melly yang tadi ada disebelah istrinya itu. namun ada yang Aneh terlihat wajah Nico sangat sulit Terbaca.
" Ma mas Nico. " Lirih Tiara dengan Wajah yang sangat pucat pasi, seperti Tidak darah sama sekali yang mengalir disana.
Nico pun mengulas senyum Tipisnya dan mengelus pipi sang Tiara dengan Lembut membuat tiara, tersentak kaget melihat ekspresi Suami yang ternyata Tidak Marah Sama sekali melihat dirinya Sedang bertemu Dengan mantan suaminya.
" Kenapa sayang, kok Bengong Gitu Hemm? kamu nggak apa apa kan Yank? kamu baik baik saja.? " Suara Nico terdengar Lembut yang justru membuat Tiara dan melly terbelalak akan Sikap Nico yang tidak menunjukan sisi Aroganntnya saat Melihat tiara sedang bertemu dengan pria lain apalagi pria itu rival, mantan suamu tiara, sungguh Diluar ekspetasi mereka berdua.
Tiara dan melly saling melempar pandangan, saling mempertanyakan sikap yang tak biasa dari Nico.
Nico Mengecup Sekilas Pipi Tiara membuat ketiga pasang Mata tersebut melongo.
" Udah ah, jangan ngelamun terus, aku jadi serem lhoh yang kalau kamunya bengong gitu terus. " Tutur Nico dengan lembut lalu beralih menatap pria didepannya dan juga depan istrinya, yang tak lain adalah Rival
" Mas, a aku bisa jelasin sama kam. -----?" Ujar Tiara dengan terbata bata namun, Nico lali memotong ucapannya dengan Cepat.
" sstt, aku percaya sama kamu sayang. " Ujarnya lembut lalu Beralih menatap Rival dan mengulurkan Tangan kanannya untuk Menyapa Rival. " Hallo Tuan Rival Bagaimana kabar anda sekarang.? "
dengan sedikit Ragu ragu Rival mengulurkan Tangannya untuk menyambut tangan Nico
" sa sa saya baik. " ujar Rival dengan Terbata bata lalu saling melepas uluran tangan mereka masing masing
" Tidak usah Tegang seperti Tuan Rival rileks saja saya orangnya gak doyan Makan manusia kok. " Ujar Nico sambil menarik Sudut Bibirnya keatas.
membuat Tiara dan Melly melongo hebat saat Nico bisa bersikap Lembut Pada Rival yang notabenya Pernah jadi saingan dalam segala hal itu
" Mas kamu.? " selak tiara
" Kenapa sayang, kamu Takut aku bakal Bertindak kasar sama Dia? " Tanya Nico menampilkan senyum khasnya. " Kamu tenang saja sayang aku sedang berdamai dengan massalalumu jadi kamu nggak usah khawatir ya sama aku.?" Ujar Nico dengan Tulus
" benarkan pria ini sudah Berubah, benarkah pria ini sudah mau menerima masalalu tiara, kalau memang iya, berarti aku salah menduganya yang tidak tidak. " batin Rival dalam hatinya tanpa sadar membuat Hatinya tersayat mengingat Perubahan Sikap Nico yang jauh lebih baik dari sebelumnya
" Terimakasih mas, kamu sudah mau percaya sama aku. " Tutur Tiara dengan tersenyum.
" sama sama sayang. " jawab Nico lalu beralih Menatap Rival kembali. " Tuan Rival? " Tanyanya ulang pada rival hingga mampu Membuyarkan lamunan Rival.
" Eh iya Tuan Nico bagaimana.? " jawab Rival sambil tersenyum Kikuk dan Salah tingkah
" Santai saja Tuan sama saya, anggap saja Saya Seperti teman Anda, anda tidak perlu kaku dan sungkan terhadap saya. " Tutur Nick disertai senyum hangatnya
" I i iya tuan Nico, maaf saya hanya sedikit kaget saja. " ujar Rival. " kalau Tuan sendiri bagaimana kabarnya.? " lanjut Rival lagi kali ini dia yang bertanya tentang keadaan suami mantan istrinya itu.
" Alhamdulilah kabar saya baik tuan Rival, kami malah sedang menanti kelahiran anak kedua kami, iya kan sayang.? " Ujar Nico sambil mengalihkan pandangannya pada tiara dan mengeratkan tangannya yang menempel dipundak istrinya itu
" I iya sayang. " cicit Tiara dengan sedikit gugup dan Menggigit bibir bawahnya takut dia salah berucap.
" Syukurlah ternyata Tiara sudah berhasil mendapatkan suami yang tepat untuknya, semoga ini benar benar tulus dan menjaga tiara dengan baik. " Batin Rival dalam hatinya
" selamat ya tuan Nico dan Kamu tiara, semoga Diberikan kelancaran Atas kelahiran bayi kedua kalian berdua, saya doakan semoga kalian Sehat selalu. " Ujar Rival dengan Senyum penuh ketulusan
" Terimakasih Atas doanya tuan Rival," Ujar Nico. " ngomong ngomong siapa gadis kecil ini apa dia putrimu.? " tanya Nico lagi
__ADS_1
" Iya tuan ini putri saya. " ujar Rival
" Sudah Geda ya. oiya Bisakah Kita memanggil nama saja, rasanya kurang Pas dan Enak didengar saja dan terlalu formal. "
" I iya Tuan Nico maksud saya Pak Nico. "
" Panggil Nico saja. " Selak Nico
" I iya Nico. " ucap Rival ragu ragu
" Nah kalau Panggil nama saja kan terdengar lebih santai dan Enak didengar, lagian usia anda lebih tua dari saya, jadi Anda tidak perlu sungkan terhadap saya ,anda cukup memanggil saya nama saja dan sebaliknya saya juga akan memanggil nama anda saja. " ujar Nico dengan santai, Tiara dan Melongo takjub akan perubahan Nico suaminya itu
" Baik Nico.? "
" Oiya Ini kartu Nama saya, jika Anda butuh sesuatu anda Bisa hubungi saya, dan satu lagi saya juga Minta maaf atas Tindakan dan sikap saya tempo dulu yang tanpa sengaja jika sudah Pernah menyakiti anda dan keluarga Anda." Ujar Nico dengan disertai senyum tulus yang mengembang Membuat Hati Rival terenyuh dan Tersentak hebat akan sikap Nico yang Berubah Total padanya
" Saya juga ingin meminta maaf Jika dulu saya dan keluarga saya Khususnya Alm papa saya sudah berbuat salah pada anda khususnya Kakek Anda, yang tanpa sadar membuat kakek anda meninggal karena ulah Papa saya. " Ujar Rival lalu Berlutut pada Nico membuat Nico dan Tiara kaget akan sikap Rival. " Saya mohon dengan kerendahan Hati saya tolong maafkan kesalahan Dan Kekhilafan Papa saya yang tanpa sengaja menjadi salah satu penyebab kakek anda meninggal, sungguh saya baru tahu kejadian yang terjadi pada kakek anda saat papa saya memberi tahu saya untuk memintakan maafnya yang Sebesar besarnya pada anda, tepat sebelum papa saya meninggal dunia. " tutur Rival dengan Wajah penuh penyesalan dan permohonan
Nico menghela nafas panjangnya, tentu Dia sudah tau kejadian yang sebenarnya jika Penyebab meninggalnya kakeknya adalah papanya Rival om arman, saat Om arman dulu dengan Licik dulu Mengambil alih perusahaan kakeknya yang kini sudah bisa rebut kembali. tapi Dia Tidak Ingin terlalu lama menyimpan dendam, dia memutuskan untuk mengubur hidup hidup perasaan dendamnya dan Hidup dengan damai dan tenang bersama anak dan istrinya, dia tidak ingin menambah Banyak daftar musuh lagi yang akan berimbas pada anak dan istrinya. bagi Nico sekarang tidak Harus membalas Kejahatan dengan kejahatan, baginya cukup Membalas perbuatan Mereka dengan kebaikan jauh lebih baik Dimata Tuhan, Biar Tuan Yang Menilai Perilaaku mereka mana yang bail dan buruknya. tugasnya hanya memaafkan toh diapun juga tak luput dari dosa Dan kesalahan, jadi Dia merasa Harus bisa Saling berlapang dada menerima dan saling memaafkan satu sama lain, bukankah manusia Itu tempatnya salah seperti ilmu apa yang dia dapat dari guru spiritualnya yaitu Pal kyai Hasyim yang selama ini sudah menjadi orang tua angkat Nico.
" Bangunlah Rival jangan seperti ini, saya sudah memaafkan anda dan keluarga Anda saya sudah belajar Ikhlas untuk memaafkan Kesalahan Papa anda pada kakek saya, bangunlah jangan seperti ini. " Tutur Nico sambil membantu Rival untuk berdiri lagi
" Terimakasih Nico terimakasih. " Ujar Rival dengan Wajah sendunya.
" Sama sama Rival. " ujar Nico sambil menepuk nepuk Punggung Rival. " Ingat kalau anda perlu bantuan jangan sungkan sungkan menghubungi saya, Kita bisa Jadi teman bukan.? " tanya Nico
" sekali lagi terimakasih atas kebaikanmu Nico, Ya kita bisa Jadi temAn. " Tutur Rival dengan Isak tangis penuh dengan Haru begitu juga Tiara dan Melly saling berpelukan satu sama lain melihat pemandangan yang mengharukan itu.
" Kalau begitu saya pamit Permisu dulu, Saya Harus Kembali Jualan dagangan saya Rival. "
" Jualan? Lalu dimana Dagangan Anda.? "
" Itu disana.? " Jawab Rival sambil menunjuk kearah Motor yang Ditumpu dengan Gerobak kecil. " Saya jualan Jajanan anak anak Ko, jualan Telur Gulung. " Cicit Rival sambil mengulas senyum tipisnya.
terlihat kedua netra Milik Nico membeliak Dan Tersentuh apa lagi melihat Keadaan putri Rival yang terlihat memprihatinkan, dia merasa bersalah karena Ini juga tidak luput dari ulahnya yang membuat perusahaan Rival bangkrut dan merebut kembali perusahaanya hingga Nasib Rival seperti ini, dia juga sudah tau Jika Freya istri rival meninggalkan Rival saat jatuh miskin.
" Kalau begitu besok Anda bisa datang kekantor Saya ,." Tutur Nico dengan tegas" saya akan memberikan pekerjaan yang Layak untuk anda dan saya tidak mau ada penolakan sama sekali. " Ujarnya lagi dengan sedikit memaksa
" Tapi Nico.? "Ujar Rival tidak enak Hati
" Ini demi putri Anda, anda Harus memberikan kehidupan yang layak pada putri Anda, saya Mohon.! " Ujar Nico dengan Tulus
Terlihat Raut wajah Rival Bingung antara Senang Atau Tidak Enak hati, Tiara yang Memahami akaj sikap Rival pun, lalu membuka suaranya
" Terimalah Niat Baik suami saya mas Rival, demi Putri kecilmu. insyallah kami ikhlas membantumu. " Ujar Tiara dan Nico pun tersenyum pada Istrinya itu
" Baiklah kalau kalian berdua memaksa saya akan menera dengan rasa terimakasih. " Ujar Rival dan pasrah menerima keputusan Nico
" Baiklah Rival Besok saya Tunggu kedatangan Anda Dikantor saya. " Ujar Nico
" Iya Nico, kalau begitu saya Pamit permisi dulu. "
" Iya silahkan. dan Hati hati. " Timpal Nico dan Diangguki Kepala oleh Rival lalu pergi melangkahkan kakinya kembali menuju motor gerobaknnya tadi.
__ADS_1
" Yuk sayang kita pulang. " Tutur Nico dengan Lembut
Cup.
" Makasih Suamiku sayang, aku bangga sama sikap dewasa kamu yang seperti ini. " Ujar Tiara yang tiba tiba mendaratkan ciuman sekilas di pipi Nico membuat pipi Nico merah. merona.
" Hmm. sudah mulai berani ya sekarang.? " goda Nico sambil menurun naikan alis tebalnya membuat satu Sosok pasang mata disana Ingin saja rasanya muntah melihat Kemesraan Sepasang suami istri itu. siapa lagi kalau bukan melly gadis yang masih setia melajang diusianya yang sudah menginjak kepala tiga itu
" Ehemm Lihat lihat Dong disini masih Ada Gadis dibawah Umur, bisa Sakit mata saya melihat kebucinan kalian. " Kelakar Melly membuat Suami istri terkekeh
" Makanya Mel, cepet cari pasangan, biar bisa ngrasain Kebucinan seperti aku. " Ledek tiara menggoda Melly
" Idih Ogah gue mau jadi budak cinta seperti kalian berdua. " Ketus melly sambil mendengkus kesal
" Iri bilang Buk. " Saut Nico dengan Nada menggoda
" Idih Ogah banget ya. " Ketus melly
" Sana tuh Pepet Adik ipar Ku, biar kamu Knggak Tegang gini kalau lihat kemesraanku sama sama istriku tercintah. " Goda nico dengan Tawa jahilnya membuat Melly semakin kesal
" Bocah setan itu maksud Lo.? " Tanya ulang melly dan membuat Nico mengeryitkan dahinya
" Bocah setan.? " Tanya balik Nico
" Elang, sahabat kamu mas, yang Dimaksud Melly, " timpal tiara
" Oh, elang.? "
" Iya mungkin mas, mungkin Itu panggilan sayang Khusus buat adik tirimu sayang. " sambung Nico dengan tawa Ledeknya
" NICOOO. " Geram Melly
" Yuk yang kita Balik Ke mobil kayaknya Temenmu Sudah mau berubah jadi emak emak Of powerrengers. " Ujar Nico sambil menarik tangan tiara untuk melangkah mendahuli melly yang sudah bersungut itu
" Emak emak of the power sayang. " Bisik Tiara lalu mengikuti langkah Nico yang berjalan. menuju mobilnya Diikuti oleh Langkah Arya dibelakang melly
Arya hanya menampilkan Wajah datarnya melihat Melly yang tengah kesal dan menghentak hentakan kakinya ketanah lalu menyusul Mereka masuk kedalam mobil
" Dasar Suami istri sama sama nyebelin. " Geruru Melly. .
.
.
.
_Bersambung. _
jangan Lupa kasih dukungannya ya biar Aku nanti semangat Up Lagi.
Semoga suka
Happy reading
__ADS_1