
Terlihat dengan Lihai dan Lincah Aliya begitu pandai memoleh Wajah Tiara dan menyulap sangat Cantik, Jari jari Lentik Aliya begitu Epik memberi sentuhan sentuhan diwajah Tiara, memadukan beberapa Riasan Yang sangat natural namun terlihat Begitu memukau. itu karena Aliya Kuliahnya mengambil jurusan Tata Rias dan juga busana,dia ingin Menjadi seorang perias yang Handal dan bisa GO-internasional, ya bisa terlihat dari sini bakatnya.
Nampak wajah Tiara sudah berubah sangat cantik, Dengan Dagu Lancip kulit putih halus Hidung yang Sedikit mancung namun tetap terlihat minimalis, Pipi yang Sedikit chubby kini menjadi agak sedikit tirus karena sentuhan Riasan dari tangan adik iparnya, serta bibir mungil namun bibir bawahnya sedikit menambah kesan Sexxy karena dipoles oleh sentuhan warna bibir berwarna merah merona itu, membuat Bagi siapa saja yang melihatnya ingin mengecap bibir sensual milik tiara, tak terkecuali Nico suaminya sendiri.
Saat ini tiara memakai gaun Long dress berwarna merah maroon. Rambut panjangnya dia biarkan tergerai indah dan sedikit menambahkan aksesoris ditelinganya, lalu memakai sepatu High Heels 5 centi yang dia padukan dengan gaunnya. memperlihatkan lekuk tubuh tiara yang mempunyi body proposional itu, dengan Tinggi badan 165 cm dan berat badan 60 kg.
membuat Tubuh Tiara terlihat sintal padat dan terlihat sexxy.
" Mbak benar benar Cantik malam ini.! " celetuk Aliya memuji hasil karya tanganya
" Terimaksih Aliya.!!! "
Terlihat garis senyum terpancar dibibir kakak dan adik ipar tersebut. lalu Aliya menyodorkan lenganya untuk digandeng oleh kakak iparnya itu dan mengajaknya keluar dari kamar.
" Yuk mbak. "
Lalu Tiara menggandeng lengan adik iparnya dan berjalan secara beriringan keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga satu persatu.
Suara Ketuka sepatu dua gadis cantik itu membuat beberapa pasang mata yang kini tengah menunggu diruang tamu itu mengalihkan pandangannya pada sosok dua gadis cantik tersebut.
Tak terkecuali Dua pria tampan dan satu pria paruh baya itu memandang dengan decak kagum.
Senyum kedua gadis itu terpancar begitu saja, Sehingga membuat bebarapa pasang mata itu terpana. Nico yang tadi akan menyesap Secangkir teh ditanganya itu tiba tiba dia hentikan, mungkin sudah sedikit terminum namun hanya seteguk saja lalu meletakan kembali cangkir itu diatas meja makan.
saat Tiara dan Aliya sudah Turun diatas dasar tangga mereka menghentikan langkahnya lalu menatap kedua pria tampan itu yang sedang menatapnya dengan tatapan takjub membuat Tiara dan Aliya saling beradu pandang lalu terkekeh pelan.
menyadari istri dan Adiknya sedang menertawakan dirinya juga dengan arya, Nico langsung melirik kearah asisten pribadinya dengan tatapan sinis karena terus menatap takjub pada istri dan adik bungsunya itu, entah siapa yang Arya fokuskan saat ini.
" Berhenti menatap mereka. " Ketus nico
" Istri anda sangat Cantik Tuan.! " cicit Arya
Seketika itu pula kedua bola mata Nico seakan mau keluar, dan menatap sinis pada pria yang kini menjadi asisten pribadinya itu.
" Jangan menatap istriku seperti itu atau aku akan mencongkel kedua matamu untuk kujadikan santapan ikan ikan kokiku."
Arya hanya terkekeh menanggapi ucapan majikannya yang terkesan sangat mengintimidasi itu.
" Hehe maaf tuan, tapi adik anda juga sangat terlihat cantik malam ini. "
Arya benar benar ingin cari mati dia tidak mengindahkan perkataan intimidasi dari tuan mudanya itu. sedangkan papa ardan hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah putranya dan anak sahabatnya itu.
Lain lagi dengan ketiga pria tampan yang memandang kagum pada dua gadis cantik itu. Terlihat mami Sinta dan Nora memandang mereka dengan tatapan Sinis dan tak suka.
" Hentikan bualanmu itu. " Tegas Nico dengan penuh penekanan.
Lalu Nico segera menghampiri Istri dan adiknya itu, lalu merengkuh pinggang ramping istrinya membuat Pipi tiara menahan malu akan tingkah Nico itu.
" Ayo Sayang kamu sudah siap.? " Ujar Nico sambil menatap wajah istrinya itu...
" Aku malu Nico, " cicit Tiara pelan
" Kau sangat Cantik malam ini Istriku. "
blusssssss pipi tiara seakan merah merona mendengar pujian yang keluar langsung dari mulut suaminya itu.
" Ciye Ciye. . .bau baunya bakalan ada yang Kena penyakit Bucin nih... ---" Celetuk Aliya menggoda kakak lelakinya itu.
" Apa 'an sih kamu Liya. -----" ujar Tiara dengan malu malu.
Nico tersenyum " Bisa aja kamu dek. "
Lalu mereka pun bersiap untuk Berangkat, Nico Tiara dan Aliya dan Arya berada satu mobil karena memang Nico meminta adik bungsunya itu untuk menemaninya ikut datang juga, supaya tidak ada kecanggungan disana, tentu itu sebuah kesempatan yang tidak disia siakan Oleh aliya karena bisa membuatnya dekat dengan pria yang kini tengah duduk disebelahnya karena mengemudikan mobilnya.
Namun Mami papa Nico tidak bisa ikut hadir karena mereka juga ada Urusan penting menjamu rekan bisnisnya dari Luar negri, Lalu bagaimana dengan saudara kembar Nico, Ya Nora lebih memilih ikut pergi kedua orang tuanya dari pada harus ikut dengan kedua saudara pergi bersama Ipar yang dia benci itu.
__ADS_1
-----------
Terlihat beberapa tamu sudah berlalu lalang hadir diacara pernikahan Rival dan freyya, Acara akad nikah pun sudah selesai dan kini diganti dengan Acara resepsi.
terlihat kini Rival dan Freyya telah berdiri diatas panggung dengan Dekorasi khas pengantin sambil menyalami beberapa tamu yang Hadir. .
Nico, Tiara dan juga Arya dan Aliya sudah turun dari dalam mobil dan mulai masuk kedalam gedung dimana tempat acara resepsi mantan suaminya itu.
Degub jantung Tiara seakan mau meloncat saat mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam gedung mewah itu.
Keringat Dingin mulai bercucuran ditelapak tangannya. menyadari Istrinya sedang gugup Nico menatap Tiara sekias dan tersenyum Lalu menggenggam erat tangan istrinya dan berjalan masuk Diaula acara tersebut.
Netra cokelat Tiara menangkap sosok pria dan wanita yang kini tengah berdiri menyalami para tamu undangannya.
Nico segera Mengajak Tiara menghampiri kedua mempelai pengantin dengan terus menggandeng tangan tiara, sedangkan Aliya dan Arya berjalan mengekorinya dari belakang.
Dan
Blass. Dua pasang mata yang penuh keangkuhan itu saling beradu tak kala Nico dan tiara kini tengah berdiri tepat didepan kedua mempelai pengantin.
Tiara menundukan pandanganya saat Rival beralih memandangnya.
Kau sangat cantik sekali Ra, apa kau sudah merasa bahagia bersamanya
Kamu kuat tiara kamu pasti kuat jangan perduli lagi denganya
Lalu lamunan mereka buyar tak kala Nico mulai membuka omongannya.
Lalu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan pria yang pernah menjadi suami istrinya itu.
" Selamat atas pernikahannya Tuan Rival yang terhormat, " Nico melirik kearah pengantin wanita yang kini memandang Nico dengat sedikit kaget. " Semoga Langgeng Untuk selamanya bersama istri cantik anda ini. "
Rahang Rival seakan mengeras mendengar ucapan selamat dari rekan bisnis sekaligus Rivalnya ini. Terlihat Freyya menggengam erst lengan Rival supaya tak terpancing Emosi.
Netra tiara tak sengaja menangkap pemandangan tersebut membuatnya sedikit melengos.
Terlihat garis senyum melingkar dibibir manis Nico. " Pasti aku sangat Bahagia bisa menikah dengan Istriku yang cantik ini, terimakasih atas ucapan dan Doanya untuk kami Tuan Rival yang Terhormat.!!! " Ujar Nico dengan menyeringai.
Lalu Nico segera menarik tangan Istrinya itu tak memberi celah Untuk tiara sekedar Mengucapkan ucapan selamat pada mempelai pengantin, Nico mengajak pergi dari hadapan Rival dan freyya dan diikuti oleh adik dan asisten pribadinya setelah mengucapkan selamat juga untuk Rival dan Freyya.
" Kak,Aku ke toilet dulu ya. " pamit aliya.
" Iya. " jawab Nico dan Tiara bersamaan.
tak lama setelah itu, Arya pun tiba tiba menerima telpon dan pergi beranjak pergi meninggalkan Nico dan juga tiara yang masih duduk dikursi menikmati jamuan acara tersebut.
" Sayang, apa kamu mengingikan sesuatu, aku akan mengambilkanya untukmu" Ujar Nico
" Em aku pengen sop buah itu Ko.?----" ujar Tiara menunjuk pada sebuah tempat makanan prasmanan yang letaknya tak jauh dari mereka.
Nico pun tersenyum lembut dan mengusap pipi tiara. " Sebentar Ya ra aku ambilkan dulu, kamu tunggu dulu disini jangan kemana mana. " Ujar Nico mulai berdiri dan beranjak meninggalkan tiara
" Iya iya. ----"
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang tengah mengawasi mereka dengan geram.
Lalu tiba tiba ada beberapa wanita paruh baya melihat Tiara sedang duduk sendirian sedang menikmati jamuan acara tersebut.
" Sarah Lihat deh itu bukannya perempuan Miskin, manta menantumu itu.? " ujar tante wanita paruh baya yang tak lain adalah Renita
Lalu mama sarah menoleh kearah dimana tante renita menunjuk keberadaan tiara yang tengah duduk sendirian.
" Benar benar keterlaluan mau apa dia kesini---" geram mama sarah lalu beranjak berdiri dan menghampiri Tiara bersama saudara sepupunya itu.
" Masih punya muka kamu datang diacara pernikahan anak saya.? "
__ADS_1
Tiba tiba tiara dikejutkan oleh suara berat penuh penekanan dari mantan Mama mertuanya itu ekor mata tiara juga melirik pada wanita yang tengah berdiri disamping mama mertua yang kini tengah berdiri dihadapanya itu
Tiara beranjak berdiri duduknya dan dengan tubuh gemetar dan gugup.
sumpah demi apapun Melihat wajah garang dari mantan mama mertuanya itu.
" Ma mama sarah. " ujar Tiara dengan bibir bergetar
" Cuih, Tutup mulutmu aku tidak sudi kau memanggilku sebutan mama, dasar perempuan tidak tau diri. " pangkas Mama Sarah lalu menampar pipi tiara.
Plakkk....
" Sekarang kamu lihat sendiri kan sarah, seperti apa sifat asli mantan menantumu yang murahan ini, lihatlah penampilannya pasti dia sekarang sudah berhasil menikahi laki laki kaya makanya dia membuang putramu begitu saja. " Celetuk tante renita membuat kuping Mama sarah menjadi panas emosinya semakin mendidih.
Rival yang melihat mamanya dari jauh menampar tiara langsung beralih menatapnya sedangkan seorang pria bertubuh tegap dan memakai setelan jas juga menghentikan langkahnya kala melihat mamanya sedang beramai rami menyerang seorang wanita yang tak asing baginya.
" Ngapain mama disitu, mama sama tante sara lagi marahin siapa sih. " ujar Pria itu dengan terus mendekat kearah mama dan tantenya
namun setelah semakin dekat dengan jarak mereka, Pria itu menghentikan langkahnya kedua bola matanya mengerjabkan beberapi kali guna memastikan apa yang dilihatnya tidak salah
" Tiara,?? Benarkah itu Tiara.? " ujarnya membuat garis bibirnya merekah kala melihat sosok wanita yang dilihatnya
" Dasar wanita ****** Murahan.!! " Maki mama Sarah.
Nico kini memutar langkahnya lagi untuk kembali ketempat tiara duduk tadi namun langkahnya terhenti juga saat melihat istrinya dimaki maki oleh dua orang ibu ibu yang juga tak asing baginya
Lalu..
Brukkkk.
" Akhhh.....!!!"
Tubuh Tiara tersungkur kala Mama sarah Mendorong Tiara kebelakang hingga tangan tiara tak sengaja tergores oleh pecahan gelas yang ikut jatuh saat tiara tersungkur
Lalu
Blass dengan Cepat Langkah Nico berlari kearah istrinya yang tengah memekik kesakitan itu. diiringi oleh kedua langkah dua pria lainnya yang berlari menuju tiara.
" Tiara....
" Tiara....
"Tiara....
Bunyi suara yang berbeda memanggil nama tiara itu terdengar dari mulut dari Pria yang berbeda.
Lalu
Sebuah Uluran beberapa tangan tepat dihadapan Tiara yang tengah merentih kesakitan
Disisi kiri ada Rival dengan uluran tangannya sedang disisi kanan ada Sammy dengan uluran tangan yang berbeda. sedang didapan tiara sudah ada sang suami yang tengah berjongkok memberi ancang ancang untuk mengangkat dan menggendong Tubuh istrinya.
Lalu dengan cepat Nico mengangkat tubuh tiara dalam gendongannya membuat kedua pria yang kini masih mengulurkan tangannya itu berubah pias dan sangat malu bercampur muram.
" Jangan Sentuh Istriku, Dan Kalian akan menyesal sudah memperlakukan istriku seperti ini CAMKAN itu. " Ancam nico dengan nada dingin melirik secara bergantian pada orang orang didepannya dengan tatapan tajam.
Lalu dengan Langkah cepat dan Lebar menbawa Tiara yang masih dalam gendongannya itu untuk pergi dari Tempat Laknat itu.
.
.
__Bersambung___
maaf ya nanti kalau updatenya agak lama karena lagi ada banyak urusan yang gk bisa ditinggal.
__ADS_1
Jangan Lupa kasih Like dan komen kalau suka. maaf kalau masih ada Typo bertebaran merajalela didalam tulisannya.
terimakasih.