
Setelah meminta ijin pada Kakek Sigit Gilang dan Juga Emira kini Bergegas Pergi Ke sebuah Pusat perbelanjaan Di Mall terdekat.
Untuk membeli Beberapa Keperluan, karena kata Emira Kedua orang tuanya memintanya untuk pulang kerumah Malam Ini, Dan memperkenalkan Calon Suami Emira.
" Gilang, Yuk kita berangkat. " kata emira sambil menggandeng tangan Gilang yang maasih saja Diam mematung, dan Rasanya dia malas sekali Untuk pergi Hari ini.
Emira Duduk Di kursi kemudi, sedang Gilang Duduk disebelahnya, karena memang Emira tidak Mengizinkan Gilang Untuk menyetir Mobil dulu, dikarenakan Kondisi Gilang Yang masih belum pulih sempurna.
" Hari ini Aku Mau Dandanin kamu yang Cakep sayang, kita beli baju setelah itu Kita pergi kesalon, aku mau bikin kamu Kesan Pertama yang Baik pada keluargaku, gimana kamu setuju kan sayang.?! " Cerocos Emira Sesekali Menoleh Kearah kekasihnya yang Hanya memandang Datar lurus kedepan dan Hanya menganggukan kepalanya saja.
" Kenapa perasaanku Tiba tiba Aneh seperti Ini, Kenapa Aku jadi berat Buat jalanin Ini semua, Aku tidak mungkin Mengecewakan Emira, dia sudah Terlalu baik denganku, bahkan Aku juga yang Sudah mengambil kesuciannya karena kebodohanku, tapi kenapa Hatiku merasa berat buat Ngejalanin ini semua. " Batin Gilang, dengan Wajah gusarnya
Emira yang Menangkap kegelisahan Kekasihnya itu mencoba membuyarkan lamunan Gilang.
" Gilang. "
" Ya sayang. " Ujar Gilang sambil menoleh Kearah Emira yang masih fokus menyetir
" Kenapa? kok kamu kayak gak semangat gitu, kamu senang Untuk ketemu kedua orang tuaku.? " tanya Emira dengan Selidik
Gilang Mengulas senyum tipisnya lalu Menggenggam tangan kiri Emira sedang Tangan kanan Emira masih fokus menyetir mobil. Gilang Lalu mengecup punggung tangan Milik Emira supaya wanita itu tidak merajuk.
" Aku senang kok sayang, Aku cuma sedikit Nervouse saja buat ketemu kedua orang tuamu, maklum lah Ini Hal yang yang Pertama bagi aku, jadi Maklum ya kalau Aku nanti Agak gugup ketemu kekuargamu. " Tutur Gilang
Emira Mengulas senyum balik." Iya sayang nggak Apa Apa kok aku ngerti, aku Akan tetap dampingi kamu buat ketemu papa sama mamaku, Aku juga Akan bantu kamu buat ngeyakinin mereka kalau Hubungan kita benar benar serius. "
" Iya sayang Makasih ya. " Gilang mengecup kembali Punggung tangan milik Emira.
Sungguh Dua sepasang Sejoli Ini Serasa Dimabuk Asmara.
Lalu tak lama Mobil mereka Sudah Ada Di Parkiran Mall, setelah itu mereka berdua masuk kedalam mall itu sambil berpegangan Tangan.
Tanpa mereka Dia sadari Ada seseorang Yang menangkap Basa keberadaan mereka saat masuk di sebuah Depstore pakaian.
" Mata gue gak salah lihat kan, itu tadi Bukanya suaminya Tiara."
" Liatin Apaan sih Lo Tesi. . " Melly mencoba melihat Apa yang Dilihat oleh temenya.
" Tesi tesi nama gue Tessa Ya, jangan Omes deh lu mel. " Gerutu Gadis yang seumuran dengan melly yang tak lain Adalah Tessa Teman Kerja kantornya melly.
" Lah lagian Lo bengong, Kesambet Demit baru tau rasa, Liatin Apaan sih.? " Cetus Melly dengan Rasa penasarannya
" Gue tadi Liat Suaminya tiara yang Dinyataain Ngilang Lagi gandengan sama cewek masuk ke Toko baju Melly. "
Pletakk
Melly Dengan Gemas menjitak Kepala teman kerjannya itu
" Ngaco Deh Lo, mana Ada Coba, jangan Ngada ngada deh. " Seru Melly matanya terus mengitari disekitarnya mencari tahu apa yang sedang Dilihat oleh Tessa temannya.
" Mel mel Coba deh Lo liat Itu. "
" Mana sih.?! "
" Itu tuh, mata loh Rabun kali yak, makanya Meleng Terus. "
" Sialan Lo kalau ngmong. mana sih. "
" ayo buruan. " tessa menarik tangan melly karena tidak sabaran Untuk mengikuti Seseorang Yang tadi menarik perhatiannya.
Sesampaianya mereka ditoko baju tersebut keduanya terkejut saat melihat seorang Pria yang Tidak asing bagi mereka sedang Bersama wanita yang tidak dikenal Sedang memilah milah Baju.
" Noh, Lihat Itu bener Suaminya Tiara yang kemarin Dinyatakan Hilang kan. " ujar Tessa sambil menunjuk kearah Pria dan wanita yang sedang Memilah baju sesekaki di iringi oleh canda tawa, bahkan terlihat wanita tersebut sangat Begitu dekat.
" Iya Tes, itu Pak Nico, sama siapa Dia. "
" Ya mana Gue Tau Oneng, Yaudah Yuk kita samperin mereka. " Seru Tessa
Lalu melly dan Tessa menghampiri Gilang Dan Jug Emira.
" Kamu cobain ini sayang, modelnya bagus pasti pas ditubuh kam. -----"
__ADS_1
" Pak Nico. -----" Seru Melly tepat Dihadapan Gilang dan Emira.
" Pak Nico sedang apa disini dan Siapa Wanita ini.?! " Melly Terus memberondong Pertanyaan pada Pria yang bernama Gilang itu, Mira yang Melihat kekasihnya diberondong Pertanyaan nampaknya tidak suka dan menatap Balik Melly yang tengah menatap mereka dengan Tatapan sengit.
" Maaf Anda bicara dengan siapa ya.?! " Ucap mira, sedangkan Gilang Nampak bingung mendengar Celotehan Ketiga gadis itu
" Eh ELo diem ya, Gue tanya sama Dia bukan sama Lo.! " Sentak Melly dengan nada membentak.
" Eh Biasa Aja dong Gak usah Ngegas, Lagian Disini Gak ada yang Namanya Nico, jadi jangan Sembarangan ya kalau Ngomong.! " Ketus mira tak kalah sengitnya
" Eh biasa Aja dong Lo, gak usah Nyolot, lagian Lo itu Siapa, gak tau Diri banget Sih gandeng gandeng suami Orang dasar pelakor. " Melly semakin Mengeraskan Suaranya sehingga membuat gadis yang bernama Mira itu geram
" Jaga Ya tuh Mulut, jangan sembarangan kalau ngomong. "
" Terus Apa namanya kalau bukan pelakor, wanita murahan P*kCun, Kimc*L, j*lang Atau Lo mau gimana gue nyebut nama Lo. " Ujar Melly dengan Nada berapi api
" Kurang ajar ya kamu. " Mira mengangkat Tangannya untuk menampar pipi Melly namun dengan Cepat Melly Menehan Tangan Mira dan Mencengkramnya erat membuat mira merasa kesakitan
" ayo mell hajar Terus tuh Pelakor. " Tessa yang berada Disamping melly pun terus mengompori melly supaya tetap melawan Mira. sedangkan Gilang Nampak kewalahan menghadapi Dua gadis tersebut.
" Apa Lo, Lo berani mau gampar Gue, sebelum Lo gampar Gue, gue duluan yang bakal gampar Lo. "
Plakkkkkk
Dengan Cepat Tangan Kanan Melly Menampar Pipi Mira hingga merah sedang tangan Satunya langsung menghempas tangan mira.
Melly langsung menarik tangan Gilang yang nampak Terkejut dan syok, Dia merasakan kepalanya sedikit sakit, saat mendengar keributan
" Pak Nico ayo kita pergi Dari sini, Dirumah Anak dan Istri pak Nico, Tiara sedang menunggu ayo pak.
dengan Cepat Mira Menarik tangan Gilang hingga terlepas dari cengkraman Melly.
" kamu jangan Kurang Ajar ya, dia itu Calon suamiku,jadi jangan seenaknya membawa dia pergi dan mengaku ngaku kenal sama calon suamiku. " ujar Mira berapi api
" Apa Lo Bilang Calon suami, heh Cewek Sinting Lo mimpi, jelas jelas dia itu Pak Nico suami sahabat Gue seenak jidad Lo ngaku ngaku calon suami, Nggak punya Kaca Lo. "
" Dengar Ya Namanya itu Gilang G-I-L-A-N-G. Puas Lo.! "
" nggak Akan, Dia bukan Nico dia gilang. "
" Dia Nico.! "
"Dia Gilang.! "
" Nico "
" Gilang. "
Kedua Gadis tersebut Saling beradu Mulut dan membuat Kepala pria yang Mereka peributkan Serasa ingin pecah Lalu dengan Langtang Dia Menyentak kedua gadis itu terdiam seketika.
" DIAM.!!!!! " Bentak Gilang Dengan Suara yang menggelegar sehingga membuat Beberapa pengunjung menoleh kearah Mereka.
" Kalian Bisa Diam tidak.?! " Sentak Nico kedua matanya menatap tajam pada melly dan Juga Mira secara bergantian
" Dan Kamu, saya Tidak kenal siapa kamu, satu Hal lagi nama saya Gilang Bukan Nico. "
Sontak Kedua bola mata Melly dan Juga Tessa membulat sempurna, mereka berdua terkejut dan saling melempar pandangan.
" Mira ayo kita pergi dari sini. " Ujar Gilang lalu menarik tangan Mira untuk pergi dari toko tersebut berjalan keluar melewati Melly dan Juga tessa yang masih melongo tak percaya.
" Mell, kita tadi nggak salah dengar kan. Dia bilang Tadi namanya Gilang bukan Nico. " ujar Tessa
" Ini pasti Ada yang Tidak beres. " jawab melly
" Apa mungkin itu saudara kembar pak nico ya. " Ujar tessa
" Bukan Dodol mana Ada coba, Setahu saya Saudara kembar Pak Nico itu ya Nora si wanita Galak itu.! "
" Lo kenal.?! "
" Yaeyalah Gue malah enek banget kalau Lihat muka judesnya si nenek lampir itu, bisanya cuma Ngehina tiara doang. "
__ADS_1
" Terus Gimana, Apa kita harus kasih tau tiara.?"
" Jangan, kita Selidiki dulu siapa pria tadi, apa benar Dia pak nico atau bukan, gue gak mau Bikin Tiara sedih tes, Lo tau sendiri kan Tiara sekarang Sedang Hamil, gue gak mau terjadi apa apa sama tiara. "
" Iya bener juga, mel. terus sekarang kita mau kemana lagi.?" tanya Tessa dengan polosnya
" pulanglah masa iya elo mau nginep. " Cetus Melly lalu meninggalkan Tessa Duluan
" Yach yach kok ditinggal sih tungguin Mel. " Teriak tessa sambil berusaha menyusul Melly yang jalannya sudah kaya Jin Cepet banget.
---------
Selama perjalanan Gilang Hanya terdiam Entah Apa yang sedang Dia pikirkan saat ini.
Kepalanya rasanya sakit, jika memaksakan untuk berusaha mengingat semuanya
Hingga tanpa terasa Mobil Emira Sudah sampai Dirumah kakek Sigit.
Gilang Langsung Saja turun dari mobil dan masuk kedalam Kamarnya.
" Mira, kenapa gilang Kenapa wajahnya tadi murung sekali?! " tanya kakek sigit saat berpapasan dengan Gilang yang langsung masuk kedalam kamarnya tanpa menyapanya.
Emira Mengajak kakek Sigit untuk bicara diluar Rumah
" Tadi Kami bertemu dengan Dua gadis yang mengaku bahwa Nama gilang itu Nico dan dua gadis itu mengatakan Kalau Gilang Sudah Beristri dan sudah punya Anak kek. " ujar Mira setengah Berbisik
" Apa.?! " Kakek sigit nampak terkejut. " Lalu Apa Gilang percaya sama gadis itu. ?!" lanjutnya lagi
" Entahlah kek, yang Jelas Mira takut, Gilang Bakal ingat semua masalalunya dan meninggalkan Mira, mira nggak mau itu terjadi kek. " Ujar Mira dengan Rasa cemasnya
" Tenanglah Mira Kakek akan lakukan sesuatu, kamu Harus cepat cepat memaksa pemuda itu untuk segera menikahimu, dengan begitu Dia tidak Akan Bisa meninggalkanmu. " Ucap sang kakek.
" itu pasti kek, rencana mira Malam Ini akan membawa Gilang bertemu sama papa dan akan Meminta papa untuk menikahkanku dengan Gilang secepatnya. " Ucap Mira dengan Senyum liciknya.
" Bagus itu, kamu Harus gerak cepat mira sebelum terlambat.! "
" Pasti kek, tapi Mira minta untuk sementara waktu kakek tetap Memberi Gilang Obat Yang Bisa memperlambat Ingatan Gilang pulih kek, setidaknya selama Gilang Hilang ingatan mira tidak Akan pernah Khawatir kehilangan dia kek, dan Mira akan membuat Gilang Cinta mati sama mira kek.! "
" Kamu memang Cucu kakek yang paling Cerdik, oke Apapun Akan kakek lakukan demi kebahagian kamu Mira. "
" Terimakasih ya kek sudah mau menuruti keinginan Mira. " sambil Memeluk sang kakek.
" sama sama Cucuku "
.
.
*****
Sedang Disisi lain Pria yang Tengah merenung Diatas Balkon kamar Itu masih saja merenung Tentang kejadian tadi saat bertemu dengan Gadis yang mengaku ngaku Kalau Dia suami dari sahabatnya.
" Argghhhhhhhh Kepalaku rasanya mau pecah. " Teriak Gilang dengan Wajah Frustasinya Dia berulang kali mengusao wajahnya kasar. mata kuyunya terlihat Sendu.
Lalu Dia beralih mendekat kearah Cermin besar yang Berada disebelah Ranjang tempat tidur dan menatap pantulan Dirinya dari Cermin tersebut
Siapa aku sebenarnya kenapa Aku tidak bisa Mengingat masa laluku, Lalu siapa Tiara kenapa Gadis tadi Bilang kalau aku ini suaminya tiara, argghh siapa aku sebenarnya.
.
.
.
_ Bersambung. _
Tuh Kan Author update lagi ayo siapa yang masih greget.
semoga suka ya.
Happy Reading.
__ADS_1