
Terlihat Tiara sedang berdiri mondar mandir karena dokter tengah melakukan penanganan pada Suaminya yang kini masih berada Di UGD. Arya juga sudah menghubungi keluarga Nico dan memberitahukan kalau Nico masuk ke rumah sakit mungkin sebentar Lagi mereka akan tiba.
Melly sahabat Tiara juga kini datang untuk memberi semangat dan terlihat menenangkan Tiara yang kini perasaanya sedang diselimuti rasa kalut. Melly takut Depresi Tiara kembali lagi, mengingat keadaan tiara saat ini benar kacau.
" Ra. --" Melly menyentuh bahu Tiara dari arah belakangnya yang baru saja datang dan tiara pun langsung berhambur dipelukan sahabatnya dan terisak.
" Hik hiks hiks mel, suamiku mel aku takut terjadi apa apa sama Nico. ---".
" Tenang ra tenang kamu harus tenang, pak Nico pasti akan baik baik saja didalam. " Ujar sambil menepuk nepuk punggung tiara
" Ini semua salahku mel, Aku yang teledor aku yang bodoh aku nggak akan pernah memafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu sama Nico. hiks hiks. " Tiara terisak dengan suara paraunya.
" Sudah ra sudah kamu jangan terus menyalahkan dirimu sendiri ini semua musibah ra kau harus tenang, kau harus yakin kalau pak nico akan baik baik saja. "
Melly terus dengan Sabar menenangkan Tiara yang terlihat begitu kacau. Sedari tadi Arya mencuri curi pandang Pada Melly yang tengah menenangkan tiara dalam pelukannya. Namun seketika pandangan mereka bertemu, lalu Arya dan melly langsung mengalihkan pandangannya pada arah Lain
Bersamaan dari itu Keluarga Nici sudah datang dan berjalan kearah Tiara dan juga melly dan Arya yang kini tengah berada didepan Ruang UGD dimana Nico masih dalam penanganan dan pemeriksaan dokter
Tanpa basa basi Mami Sinta langsung menarik tangan Tiara untuk berdiri dan Lepas dari pelukan melly.
Plakkkkkkk
Tangan Mami sinta langsung mendarat di pipi kanan Tiara hingga memerah. mami sinta menatap tajap Tiara dengan emosi yang dibuat seakan meletup letup.
" Mami. -----" Pekik Papa ardan dan kedua putrinya bersamaan.
" Kurang Ajar kamu, kau apakan anak saya, berani beraninya kamu mencelakai Nico anak saya......!!!!?" Sentak Mami sinta
" Ma maaf Mih, Tiara tidak punyak maksud dan niatan buruk yang mami tuduhkan. ----" Elak tiara dengan memegangi pipi kanannya yang terasa panas dan panas karena tamparan dari Mami Sinta
"Omong kosong, Kamu sengaja kan Hah, sengaja kan dasar wanita Tak diri. ----" Geram mami Sinta dan langsung menarik kasar rambut panjang tiara.
" Mih Hentikan Mih, jangan seperti ini, Malu mih ini tempat umum.!! " sergah Papa ardan yang mencoba mencekal dan menahan tubuh istrinya untuk tak menjambak rambut tiara lagi. sedang tiara tubuhnya sudah ditarik Aliya dam juga Melly untuk terhindar Dari amukan mami sinta
" Minggir Pah, mami mau kasih pelajaran pada wanita tak tau diri itu, dasae wanita kampungan. " Teriak mami sinta
" DIAM..!! " Bentak papa ardan dan menatap tajam pada mami sinta. " Kalau kau tidak diam aku akan suruh menyeret security untuk
ceklek.
Dokter pun keluar dari ruang UGD.
" Keluarga pasien.? " seru dokter
" kami kedua orang tuanya dok. " Ujar mami sinta dan papa ardan bersamaan.
" Bagaimana keadaan Putra saya dok.? " tanya papa ardan
" Alhamdulilah pasien sudah melewati kritisnya dan sebentar lagi akan sadar, kami akan memindahkan ke ruang inap terlebuh dahulu.!" serru dokter
" Apa yang terjadi sama anak saya dok.? " tanya mami sinta
" Anak ibu sepertinya Alergi sama makanan, mengingat riwayat punya alergi dengan Makanan berbau pedas dan sepertinya anak ibu baru saja memakan makan pedas sehingga lambungnya tidak bisa mencerna dengan baik, dan ruam ruam di wajahnya itu karena efek alergi itu. " penjelasan dokter membuat mami sinta melengos kearah tiara yang tengah ketakutan itu
" Kamu mau meracuni anak saya ya, benar benar kamu ya keterlaluan. " mami sinta pun menarik rambut tiara dan menjambaknya dengan keras sehingga menimbulkan keributan kembali.
" Stop mam hentikan, ayo kita pergi dari sini. papa Muak liat mami bertingkah seperti ini. " Hardik papa ardan
" Belain terus, belain terus mantu kesayanganmu yang gak tau diri itu. "
" Cukup Mami ayo kita pulang sekarang, " sentak papi ardan lengan istrinya dengan kasar lalu menoleh kearah Arya dan tiara " Arya tolong jaga anak saya dan juga kamu tiara maafkan mami kamu. "
" Baik Tuan.! "
" Iya pah nggak apa.! "
Jawab tiara dan Arya bersamaan.
__ADS_1
" Aliya Nora, ayo ikut pulang sama mami papah. " seru papa ardan menatap kedua putrinya bergantian.
" Aliya disini dulu ya pah mau nemenin mbak tiara dulu buat jagain kak nico. "
" Ya sudah papa sama mami pulang dulu, ayo nora kamu ikut papa pulang. "
tanpa pikir panjang lagi papa ardan langsung mengajak istri dan salah satu anaknya untuk pulang.
" Baiklah saya permisi tinggal dulu. " ujar dokter lalu pergi.
-------------------
Setelah itu Tiara, melly, aliya, arya dan juga sella sudah masuk kedalam ruang inap nico..
mata tiara tampak berkaca kaca saat tengah melihat suaminya tengah melempar senyum kearahnya dengan posisi diatas ranjang rumah sakit itu. Ya Nico sudah sadar dari pingsanya.
" sayang kemarilah. " Ujar Nico
Lalu tiara mendekat ke sisi tepi ranjang dan duduk dikursi yang berada tepat didepan brankar nico.
" Nico aku minta maaf, aku belun bisa jadi istri yang baik, aku salah aku minta maaf. ----"Cicitnya
Nico pun tersenyum lalu mengelus pipi tiara dengan lembut. " Nggak apa apa sayang kamu nggak salah aku tau kamu pasti tidak sengaja melakukan itu "
melihat Pria yang dicintainya begitu lembur terhadap istrinya membuat Sella mengumpat kesal, rencananya gagal total untuk membuat nico benci pada wanita yang dibencinya itu.
nyatanya Nico malah bersikap lembut dan mengabaikan kesalahan istrinya yang jelas jelas dia ikut andal dalam perkara ini.
Sial, Nico benar benar keterlaluan tega teganya dia pamer kemesraan didepanku, awas kamu perempuan sial aku akan tempat merebut nicoku kembali
" Tapi aku lalai ko, aku hampir saja membuatmu celaka maafkan aku nico maaf. " cicit Tiara dengan Air mata yang sudah berlianang.
Nico menarik tangan tiara untuk dikecupnya.
" kamu tetap istri yang terbaik untukku. " ujar nico sambil mengecup Buku buku jari Tiara membuat tubuh tiara berdesir hebat dan menghangat.
" iya sayang, -----"
Lalu mereka pun tersenyum dan tak lama setelah itu seorang perawat membawakan sebuah makanan untuk Nico
" Silahkan bu, sudah waktunya Pasien untuk makan ." ujar perawat sambil meletakan nampan yang berisi makanan diatas nakas.
" Terimakasih Suster. ".
Lalu setelah itu perawatpun pergi, saat tiara akan menyentuh piring tersebut tangannya berhenti saat ada seseorang yang menahannya.
" Biar aku saja yang suapin Makan Nico kamu pergilah dari sini. " Ketus Sella sambil meraih piring tersebut.
Dada tiara sakit sekali melihat seorang wanita ingin menyuapi suaminya istri mana yang tidak cemburu, Nico tampak memijit pelipisnya yang tak pusing melihat tindakan Sella yang membuat istrinya sakit hati itu..
" Aku suapin kamu ya, aaaakk. ?" Ujar Sella dengan lembut dan menyendokan bubur untuk nico, namun nico menahanya.
" Biarkan tiara yang melakukannya, kamu jangan lancang sella.!! " sentak nico dengan nada penekanan.
" Tidak Nico aku takut wanita itu akan mencelakaimu kembali. " bantah Sella cepat
" Tidak ada yang mencelakaiku, sekarang berian mangkok itu pada tiara aku mau dia yang menyuapiku. " Sentak Nico dengan tatapan dingin
" Enggak nico aku gak mau, aku ingin menyuapimu sayang. ------" selak Sella
" Cukup Sella sekarang kamu pergi dari sini. "
Suara baritton dan menggelegar itu akhirnya keluar dari mulut Nico dengan menatap tajam sella dan menunjuk tangannya kearah pintu keluar
" Tapi Nico. ----" potong Sella dia masih tetap keukeh pada pendirianya.
" Aku Hanya istriku Bukan kamu....!!! "
__ADS_1
semua mata terbelalak mendengar suara nico yang terdengar berang dan keras membentak Sella yang juga kaget mendapat perlakuan kasar padanya.
" KELUAR KATAKU...!! " teriak nico.
Lalu sella segera keluar dari ruangan inap itu dengan terisak dan sangaja menabrak tubuh tiara yang berada disampingnya karena akan kekesalannya itu.
Maafkan aku sella, aku harus terus menyakitimu.
Nico pun tersenyun hangat dan menepuk nepuk ranjang nya untuk Tiara duduk disebelahnya.
" Ayo saayang cepat Suapin aku " Rengek nico seperti anak kecil yang sedang manja pada ibunya.
seketika langsung membuat Tiara tersenyum dan meraih mangkok bubur tadi lalu menyuapi nico dengan sangat manja.
Namun tiga pasang mata yang kini tengah melihat adegan kemesraan mereka berdua membuat tiga orang tersenyun kecil dan melengos.
" Yuk kak, kita keluar aja dari pads kita disini jadi obat nyamuk sama orang yang lagi kasmaran. " Ajak Aliya dan menggandeng tangan Arya keluar dari ruang yang membuat mereka gerah.
Nico dan tiara hanya bisa tersenyum kecil.
" Ya pergilah kalian, sebelum mata kalian ternodai sama keintiman kami.tidak baik untuk para jomblo seperti kalian" Ujar Nico dengan menggoda tiga orang jomblo disana
lalu tiara memberikan cubitan kecil pada suaminya yang tengil itu
" astaga kak nico, " Gerutu Aliya " Yuk kak pergi. "
Kali ini Aliya langsung menarik tangan arya untuk pergi dari sana, bisa bisa jiwa kejombloanya meronta ronta melihat kemesraan kakaknya yang tengil itu.
Namun tiara bisa menangkap mata melly yang terlihat sendu dan sedih menatap Arya yang keluar dari ruangan digandeng tanganya oleh Aliya. Tiara bisa merasakan kalau sahabatnya tersebut benar benar menyukai asisten pribadi suaminya tersebut.
"Aku juga pergi keluar dulu ya Ra, pak nico. " Pamit Melly. " Oiya aku sekalian pulang ya Ra, buat pak nico semoga cepat sembuh ya pak. "
" iya terimaksih Melly sudah mau menjenguk saya. " ujar Nico dan melly pun menggangguk
" Aku pamit ya Ra, pak. permisi. *asslamulaikum"
" walaikumsalam* " ucap nico dan Tiara bersamaan...
" Hati hati ya mell. "
Lalu melly pun segera pergi dari ruangan tersebut dan menyisakan Nico dan tiara hanya berdua, tanpa berpikir panjang lagi nico langsung menarik tubuh tiara hingga jatuh diatas dadanya dan menyeringai.
" Apa apaan sih kamu Nico, kamu lagi sakit Loh. ------"
" Meskipun aku sudah memaafkanmu tapi tidak ada penolakan kalau kamu harus mendapatkan hukuman dariku ----"
" Hah, Hukuman.? "
Tiara mencebikan bibirnya tatkala melihat senyuman licik terpancar Di sudut bibir suami tampannya itu..
" Ya Hukuman, dan Aku mau hukumannya Nanti malam saat kita sudah pulang ke rumah, dan aku akan menghukummu diatas ranjang,---------"
" Huh Dasar bocah mesum.! "
" Hahahahahaha. "
Nico hanya membalas cibiran Tiara dengan gelak tawanya.
Bersiap siaplah Tiara karena Suamimu nanti malam akan segera memberi Hukuman untukmu.
. _ bersambug. _
Tadi malam sebenarnya aku sudah Up, tapi aku hapus lagi karena tidak sesuai dengan inti bacaan, maaf ya kalau telat upnya.
Jangan Lupa kasih Like komen dan vote nya kalau suka.
Terimakasih.
__ADS_1