
" Dimana Aku.?!" Tiara mengedarkan Pandangannya Yang Seperti berada disebuah Tempat yang Tidak Dia Kenali.
Terlihat seorang Pria Tampan yang Tak Aaing Baginya pun Kini Sudah Duduk Disampingnya sambil tersenyum kepadanya
" Sudah bangun sayang. " Seru pria tersebut sambil membelai Rambut Tiara yang terbungkus Oleh Jilbab Instannya.
" Mas Nico.? " Tiara Tersentak saat Melihat Pria yang kini tersenyum hangat Adalah Nico. pria yang sampai Saat Ini masih Menjadi Pemilik Hatinya.
" Jangan Menangis Lagi Ya sayang, Aku sangat membenci Air mata ini. " Serunya sambil Menghapus buliran Airmata Milik tiara yang Sudah mengering. " Maafin Aku sayang Tidak bisa menjagamu, menjaga Cinta kita. " Terlihat Raut Wajah Nico Sangat Sendu membuat Tiara tersenyum hangat dan memberanikan diri untuk menyentuh Wajah Nico.
" Aku sudah memaafkanmu mas. "
" Aku mencintaimu Tiara. " Ujar Nico sambil menggengam Erat Tangan Tiara
" Aku juga sangat Mencintaimu mas. "
Perlahan Nico merenggangkan tangannya dan Berdiri, membuat Tiara Terkejut Melihat Bayangan Nico mulai menjauh dan perlahan mulai menghilang.
" Mas kamu mau kemana mas.?! " Ujar Tiara dengan sedikit merancau Namun Bayangan Nico terlihat lebih samar Lagi dan Akhirnya pun Lenyap dari bayangan Kedua mata Tiara.
" Mas, jangan Tinggalin Aku mas. "
" Mas. "
" MAS NICO. . . " Teriak Tiara
" Ma Mama Kenapa, mama mimpi buruk ya.? "
Tiba Tiba Suara Cylla Begitu Menggema Didaun Telinganya sontak membuat kedua mata Tiara terbuka Lebar. --------- ternyata semua itu Hanya Mimpi baginya.
" Cylla. "
" Mama Mimpi Papa ya.?!" Cicit Cylla Anak Sulungnya itu yang kini juga ikut memanggil Nico dengan sebutan Papa bukan Daddy Lagi.
" Em, Iya sayang. " Hati Tiara sangat mencelos sambil menggigit Bibir bawahnya, dia sedikit malu saat Anak sulungnya itu mengetahui Bahwa dirinya sedang memimpikan mantan Suaminya yang tak lain Adalah Papa dari Anak Anaknya.
" Mama kangen ya sama Papa.?! " Cetus Cylla membuat Tiara Terkesiap Atas Ucapan Cylla dia pun Mengulas senyumnya.
" Tidak sayang, mama Hanya saja tidak sengaja memimpikan Papanya Cylla dan Vier."
Bohongnya Tiara Hanya tidak ingin membuat Harapan kepada Anaknya kalau Jau Didalam lubuk hatinya masih memikirkan. Papanya Anak anak, dan Membuat Anak Anak berharap lebih mama papanya bisa bersatu Kembali seperti keinginan Anak Anaknya. mengingat yang Tiara tahu bahwa Mantan suaminya itu sudah Menikah dengan Wanita lain, Dia Hanya tidak ingin Mengusik kembali kehidupan Rumah tangga mantan suaminya itu.
" Mama pasti bohong, tuh Lihat Di mata Mama Terlihat Ada Wajah papa disana. " Ujar Cylla setengah meledek membuat pipi Tiara bersemu merah dan merona karena malu ketika Anak sulungnya itu meledeknya.
" Apa sih kamu Nak, masih kecil udah pinter ngeledek mamanya sendiri. " Ujar Tiara sambil merangkul Cylla dan menciumi wajah Cylla karena Gemas akan tingkah Anak Dari mantan istri Mantan suaminya tersebut.
memang keakraban Antara Ibu dan Anak sambung Tersebut sangat Kental tidak Ada jarak sedikitpun jika diperhatikan sekilas mereka Seperti Anak dan Ibu kandung sendiri, karena Tiara tidak pernah membeda bedakan diantara kedua Anaknya, tiara sama sama Memberi kasih sayang yang sama.
" Ciye Ciye tapi mama suka kan.?! "
Gadis kecil yang Mulau beranjak Remaja itu Semakin meledek Mamanya membuat mamanya jadi semakin salah tingkah.
" Apa sih kak, nggak Usah Jahil deh sama mama. " Seru Tiara sambil menahan malunya karena sang Anak terus saja Usil padanya.
" Hahaha mama Keliatan banget gugup, pasti tebakan Cylla bener kalau mama memang lagi Kangen sama papa kan Hayo ngaku. "
Tiara yang sudah mulai salah tingkah pun Akhirnya memilih untuk menggelitikin Perut Cylla untul memecah kecanggungan mereka hingga tertawa satu sama lain
" Ampun mama, geli mah. "
" Hm rasakan ini, siapa suruh Terus ledekin mama. " Seru Tiara sambil terus menggelitiki Cylla yang Matanya sudah sedikit berarir karena menahan Geli.
" Iya mah, iya Ampun mah, Cylla geli. "
Lalu sayup sayup Tiara mendengar Suara seseorang yang Tengah Berbicara Diluar Pintu kamarnya, dan Sepertinya suara tersebut Sedang Berbicara dengan putranya.terdengar Langkah kakinya pun mendekata kearah Kamarnya. membuat Tiara berhenti sejenak menggelitiki Perut Putrinya tersebut.
*Ayo pah, temuin mama, mama tadi pingsan.
Iya sayang, tapi tidak sekarang ya papa harus pergi, papa masih Ada Urusan sayang.
Nggak mau pah pokoknya papa harus temuin mama sekarang, papa sudah nggak sayang lagi sama javier.
bukan begitu sayang tapi papa*. -----
Terdengar jelas Disana bahwa sang Anak sedang Terlibat perdebatan kecil oleh suara seorang Pria yang Tengah Dipanggilnya papa
Lalu.
Ceklek. .
__ADS_1
pintu kamarpun Terbuka Terlihat Diambang pintu sana Sudah Ada Pria tampan sedang Digandeng Oleh putranya tersebut. ya Pria yang barusan saja hadir dalam mimpinya, Seakan Seperti Dejavu. -------- baginya karena Memang kenyataannya saat ini pria yang Selamat Empat tahun terakhir Ini Menghilang dari Hidupnya dan Juga Anak Anaknya
padahal Tiara salah menduga, tanpa sepengetahuan Tiara Mantan suaminya itu Diam diam terus menemui kedua Anaknya, Kedua Anaknya pun bisa Diajak Kompromi Tentang Pertemuannya untuk menjaga Rahasia Dari sang mama.
Kedua netra Hitam Nico Menatap Kedua netra cokelat milik Tiara hingga membuat kedua mata mereka Terkunci seketika. Terlihat Ada semburat Tatapan mata penuh kerinduan Antara keduanya.
Hening
Hening
Untuk beberapa saat Mereka berdua Hanya Terdiam dan Menatap dengan penuh Kerinduan. Kerinduan selama Empat tahun terakhir tidak bertatap muka seperti saat ini. Memang Sih Selama Ini Nico hanya bisa menatap sang mantan Istri dari jauh tanpa harus menghampirinya, itu sebabnya Membuatnya jadi sangat Canggung dan salah tingkah sendiri.
Ya tadi Sehabis Menjemput Kedua Anaknya pulang dari sekolah, Nico berniat Untuk melihat mantan istrinya dari Jauh seperti Yang biasa Dia lakukan.
Namun saat Tiba Di rumah mantan istrinya sepi Akhirnya Kedua Anaknya merengek untuk minta diantarkannya ke toko milik mantan istrinya. dan sesampai disana Nico mendapati pemandangan.Terlihat Keempat karyawan Istrinya itu panik saat melihat tiars sudah tergeletak pingsan Didalam tokonya.
Keempat Karyawan tiara yang Semuanya perempuan itu panik dan bingung, Hingga membuat Nico turun tangan dan lalu dengan sangat Terpaksa menggendong Tubuh Tiara masuk kedalam mobilnya lalu mengantarkan tiara bersama kedua Anaknya pulang kerumah Sederhana Milik Sang mantan Istri tersebut.
Nico pun Menyuruh Dokter Yohan dokter Pribadi keluarganya untuk memeriksa keadaan Tiara, dan kata dokter Tiara hanya kelelahan dan Sedikit stress karna banyak fikiran, Dokter yohan pun Sudah memberi resep obat untuk ditebusnya lalu kemudian pergi hanya meninggalkan dirinya dan Juga anak anak, karena memang Saat ini Arya sedang menemani Istrinya dan tidak ikut dengannya.
" Ayo pah kita masuk kedalam. "
Suara Javier mampu membuyarkan lamunan mereka berdua. tanpa pikir panjang lagi sang Anak sudah menariknya masuk kedalam. hingga mau tidak mau Nico harus menuruti kemauan sang Anak
" Papa. " Cylla langsung berhamburan Ke dalam pelukan Sang papa.
" cylla kangen sama papa. " Ujarnya dengan senyum merekah.
" Iya sayang papa juga kangen sama Cylla dan juga Vier. " ujar Nico dengan sedikit Canggung, sedang Tiara mengalihkan pandangannya supaya tidak melihat antara Anak dan ayah itu.
" Yuk pah kita temuin mama. " Cylla dan javier menarik lengan sang papa untuk lebih mendekat kearah Tiara.
" *Assalamualaikum Tiara. "
" Walaikumsalam mas*. "
Keduanya saling Canggung Saat menyapa.
" Ehm, bagaimana Keadaanmu saat ini apa sudah Agak Enakan.?! " Tanya Nico sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal itu, dia semakin Tidak percaya Diri saat melihat sang mantan istri yang Semakin terlihat cantik saat Tengah menggunakan Hijabnya.
" Alhamdulilah baik mas. "
" Opps Sorry Ra, Aku nggak tau kalau sedang Ada tamu disini.? " ujar melly yang kini sudah melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar milik tiara yang tadi masih terbuka lebar itu.
" Eh melly silahkan masuk mel. " Tutur Nico memecah suasana.
" Ah iya maaf pak Nico.sudah mengganggu. " Ujar Melly sambil menampilkan Senyum jahilnya pada tiara.
" Nggak Apa Apa, Em Aku juga tidak Akan lama lama kok disini. " Ujar Nico
" Jangan pak, Pasti Anak Anak masih ingin menikmati momen Langka ini." Ujar melly menatap Tiara. " Kamu nggak Apa Apa kan Ra, tadi katanya kamu pingsan.?! "
" Aku nggak Apa Apa kok mel, kamu tidak perlu khawatir. " Ujar Tiara
" Syukurlah kalau begitu ra, tadi Aku sempat kaget Saat mendapat kabar kalau kamu pingsan makanya Aku cepat cepat datang kesini dan ijin pulang cepat. " Ucap melly
" Makaasih ya mell, udah mau jenguk aku, dan maaf juga sudah membuat cemas dan repot repot Kesini " Ucap Tiara merasa Tidak enak.
" Iya nggak Apa Apa ra, apa gunannya Sahabat, kita sahabatan udah LamA Lhoh Ra udah Dari orok. " Kelakar Melly memecah keheningan
" Bisa Aja kamu mell. " Timpal tiara.
Stimulus otak Melly Berjalan begitu saja dia ingin membuat Sahabatnya itu sedikit bisa mengobrol Kembali dengan pria yang sudah menjadi Mantan suami sahabatnya Itu, pria yang sering sekali menjadi topik pembicaraan mereka berdua di waktu luang mereka. melly tahu betul keduanya masih saling mencintai. hanya keduanya masih mempertahankan kedua ego masing masing. bahkan melly juga tahu kalau Nico selama ini diam diam memantau sahabatnya itu, Cuman dia memilih diam ingin melihat seberapa besar usaha Nico untuk bisa mendapatkan Hati milik tiara kembali
" Cylla javier, yuk ikut Tante beli makanan Untuk makan siang Kalian. " seru Melly mengajak Kedua keponakannya itu sambil mengedipkan kedua matanya kearah Cylla dan Javier.
Cylla dan Javier pun mengerti maksud dari tantenya itu lalu Menyetujui untuk keluar Bersama tantenya.
"Aku keluar Dulu ya Ra, mau cari makanan untuk makan siang. " pamit melly dan tiara pun mengangguk pasrah
" Kami ikut tante ya ma, dadah mama dadah papa. " seru Cylla dan Javier
" Titip anak Anak ya Mell. "
" Iya ra." Ujar Melly lalu beralih menatap Nico.
" Kami keluar sebentar ya pak nico, Nitip Tiara. "lanjutnya lagi
Nico menganggukan kepalanya dan sedikit canggung. " Iya. kalian Hati hati. "
__ADS_1
Lalu Akhirnya Ketiganya pun sudah pergi dari kamar Tersebut Dan lenyap dari pandangan mereka berdua. disaat itu keduanya menjadi Canggung kembali berada Dalam satu Ruangan Hanya berdua saat ini.
" Tiara. "
" Mas. "
Tiba tiba mulut mereka tak sengaja bersamaan Memecah keheningan
" Kamu duluan saja mas. " Ujar Tiara dengsn Suara Dinginnya.
" Emm maaf Ra, kalau Aku sudah Lancang Untuk datang kesini. tadi aku. -----?"
" Sejak kapan mas, sering bertemu anak Anak tanpa sepengetahuanku.? " Tutur Tiara dengan suara sedikit tidak ramah Dan kini beralih menatap Nico dengan tatapan Dingin yang mampu membuat Nico tergelak melihat Mantan istrinya yang kini sudah tidak hangat seperti tadi
" A aku ta tadi tidak sengaja bertemu Anak anak Ra. " Ujarnya sambil gugup
" Bohong. Selama ini kamu sudah menemui Anak Anak secara diam diam kan.?! " tatapan mata tajam dari mantan istrinya itu mampu melumpuhkan Saraf saraf otak Nico yang masih tidak bergeming saat ini.
" Bukan Itu maksudku Ra. -----"
" Bukankah Sudah pernah ku bilang, kalau mau bertemu Anak anak, kamu minta ijin dulu sama Aku, aku pasti tidak Akan melarangnya mas,------" Sentak Tiara dengan suara lirih entah kenapa suasana tiara menjadi mellow Saat ini.
" Ra, Aku. -------?"
" Bahkan Kamu seperti Ditelan Bumi, tanpa kabar dan Hanya mengirimkan Sejumlah Uang, apa kamu pikir Semua bisa Diselesaikan dengan Uang, mikir gak sih kamu mas.? "
Nico terkejut saat mendengar ucapan dari mantan istrinya itu. "Jadi kamu selama ini mengharapkan Kabar dariku ra. apa kamu?! " Batin Nico dengan menahan senyum melihat wajah sang Mantan istri yang sekarang Ngedumel tidak jelas.
" Mentang Mentang Kamu sudah Menikah dengan Wanita lain dan juga sudah memilik Anak dari wanita itu, kamu melupakan Cylla dan Javier begitu saja mas. " Nico hanya terdiam sambil menikmati Wajah sang mantan Istri yang sudah kesal dengan bibir mencebik.
" Kamu bisa Mas tidak peduli dengan Aku, tapi kamu tidak bisa mengabaikan Anak Anak, bagaimana pun juga mereka itu anak anak kamu, Darah daging kamu juga. "
Nico Hanya berpikir mencermati segala ocehan dari sang Mantan istri yang terus saja keukeh dalam Fikirannya dan menyimpulkan asal tentang Dirinya.
" Dimana mana itu tidak ada Mantan Anak mas, kalau mantan suami istri baru Ada. "
Tiara merasa kesal karena Nico masih saja tidak bergeming dan terus menatapnya dengan tatapan sulit diartikan
Sedang Nico masih tidak percaya Kalau mantan Istrinya itu tetap saja Bawel dan sangat Cerewet sekali seperti dulu. dalam hatinya sangat Sorak Gembira melihat Sikap Mantan istrinya yang Tak berubah seperti dulu.
" Kamu dengar nggak sih mas, aku ngomong Apa jangan Diam saja.! " Ketus tiara sambil menatap Kearah lain supaya tidak Melihat wajah Mantan suaminya yang terasa menyebalkan baginya itu.
" Ya Aku dengar. " Lirih Nico sambil terus menatap Tiara
" Terus.?! kenapa diam saja. " kesal tiara.
" Kalau Kamu Terus Melihat Kearah lain, bagaimana kamu tahu kalau Aku Mau jawab Pertanyaanmu Ra. " ujar Nico dengan suara seraknya.
Hening Tiara tidak bergeming bibirnys terkatup seketika dan Diam seribu bahasa.
" Yang kamu Ajak bicara disini Ra, tatap mata Aku.?! "
Seketika langsung Tiara Menoleh cepat kearah Nico yang Sudah Duduk Disampingnya.
Deg
Detak jantung mereka kembali Berdegub kencang seratus kali lipat dari sebelumnya. bahkan sangat Keras Dan mungkin keduanya bisa saling mendengar satu sama Lain. kedua tatapan mereka saling mengunci satu sama Lain. benar benar seperti Dejavu untuk tiara.
" Mas. -----?"
" Aku Ingin kita kembali seperti duli lagi Ra. " Lirihnya sambil menatap tiara dalam dalam.
" Ma maksudnya.?! "
" AKU INGIN KITA RUJUK KEMBALI RA. ---"
Hening
Hening
Hening
_ Bersambung. _
Aku udah Up ya, Aku sempetin malam malam gini upnya. Dan Sudah Aku panjangin Episodenya Supaya readers puas bacanya.
Semoga syuka.
Happy reading.
__ADS_1