Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Ekstra part 4


__ADS_3

" Mama mama, Vier mau denger Dedek bayinya didalam Perut mama Dong. " Celoteh si anak kecil tampan Siapa lagi kalau Bukan Javier anak kandung dari Tiara dan Juga Nico.


Ya saat ini Usia Kehamilan Tiara sudah menginjak Dua puluh empat minggu atau Kurang lebih Sekitar Enam bulan.


" Iya sayang pelan pelan ya, nanti dedeknya bangun terus nendang nendang deh Diperut mama. " Tutur Tiara sambil duduk Rebahan di sofa Ruang Tengah miliknya Javier pun menempelkan Telingannya tepat di perut buncit sang mama


" Hmm, perut mama kayak ada yang gerak gerak ya mah, Lucu. " Cetus javier dan diiringi tawa kecilnya membuat sang Mama tersenyum dan Mengelus rambut lebat milik sang Anak lelakinya itu


" Iya sayang Itu gerakan dede bayinya, emm vier pengennya Dede bayinya Cewek apa cowok.? " Tanya Tiara pada anak laki lakinya itu


" Cowok mah. "


" alasannya kenapa sayang.?! "


" Biar nanti bisa Vier ajak main Sepak bola terus Vier Juga bisa Ajak main peraang perangan Mah, seperti Di film Superhero. " Ujar Vier dengan penuh semangat membuat tiara Tersenyum penuh haru lalu tak lama kemudian sang kakak cylla dan Adik keponakannya muncul si mutia menghampiri perbincangan antara ibu dan anak itu.


" Kalau Cylla sama Mutia pengennya dede bayinya Cewek mah, biar seru aja dan rame saat kita main bareng. Iya kan Mutia.?! " Tutur Cylla. dan Mutia pun mengiyakan. " Betul tante. " sambung mutia


" Enak aja ini kan adiknya Vier, kakak sama mut nggak boleh dong ngatur ngatur Dedenya vier. " Sungut Javiier tak terima Dengan ocehan sang kakak dia semakin Erat memeluk perut buncit sang mama.


" Udah udah kalian nggak boleh berantem dong, dede bayinya semua adeknya kalian semua, jadi nggak boleh ribut lagi ya kesayangan kesayangan mama, doain mama semoga sehat sehat sama dede bayinya dan lancar nanti persalinannya. " Tutur Tiara dengan lembut Supaya Ketiga anaknya tidak berdebat lebih Lagi


" Iya mah. " Jawab ketiga anaknya dengan kompak membuat tiara terseyum Bahagia.


" Ya sudah Sini peluk mama. " Ujarnya sambil merentangkan kedua tangannya lalu disambut oleh ketiga Anaknya dan mereka Berempat pun saling berpelukan satu sama lain.


.


.


.


Saat Ini Nico masih berkutat dengan beberapa berkas dimeja kerjanya dia nampak sibuk dalam pekerjaannya karena Akan Ada proyek penting yang Sedang Ditanganinya saat ini.


" Arya Lo keruangan gue sekarang Juga. "


Tuuuuuuuuuttttt


Setelah menelpon Arya asisten pribadi sekaligus Adik iparnya Nico langsung menutup panggilannya, dan tak lama setelah itu arya pun Muncul kedalam ruangannya


" Permisi tuan ada yang bisa saya bantu.?! "


" Em saya mau tanya setelah ini ada jadwal apa untukku.?"


" Untuk Dua jam kedepan Jadwal anda masih kosong Karena untuk pertemuan penting klien kita dengan perusahaan Edgar Copporotion group akan Di adakan Tiga jam kedepan tuan. " Seru Arya


" Oke baiklah kamu atur waktunya dengan baik. sekarang kamu bisa Keluar dari ruanganku. "


" Baik tuan, kalau begitu saya pamit dulu.! "


" Hmm. "


lalu Arya pun keluar dari Ruangan Nico,namun saat akan melangkah balik keruangannya tiba tiba dia bertemu sama istrinya siapa lagi kalau bukan Nora saudara kembar bosnya itu.


" Kenapa Lo lihat lihat.? " Ketus Nora yang tak lain istrinya sendiri, karena sampai sekarang Istrinya itu masih bersikap dingin dan Acuh Tidak menganggapnya dirinya sebagai suami bahkan Nico sendiru sudah berulang kali memperingati adiknya supaya lebih sopan terhadap arya suami sahnya, namun tetap saja Adiknya itu selalu membangkan dan tidak mau menghiraukan peringatan kakaknya itu.


" Anda Untuk apa kemari.? " Bukan menjawab pertanyaan istrinya, arya malah Ganti bertanya pada sang istri membuat Nora semakin jengkel kepadanya


" Suka suka aku dong, Kantor kantor siapa kenapa kamu Jadi yang Ribet sih. " Ketus Nora dengan nada sengaknya.

__ADS_1


Namun Arya Hanya menanggapinya dengan Senyum peliknya dan Menarik tipis sudut Bibirnya hingga nyaris tak terlihat.


lalu tak lama kemudian Tiba tiba Melly pun datang menghampiri mereka berdua karena memang saat ini melly juga bekerja di perusahaan Nico dan menjabat sebagai manager Pemasaran


" Maaf, saya mengganggu sebentar saya mau mengantarkan Berkas berkas yang harus di Tanda tangani oleh Presdir Nico. " Ujar melly Ditengah tengah perdebatan sengit Antara suami istri itu, sejujurnya melly sangat canggung sekali jika bertemu dengan Arya pria yang diam diam masih dia sukai dari dulu hingga sekarang, namun cintanya tak kesampaian karena memang dari dulu sikap Arya itu kaku dan dingin pads setiap wanita apalagi terhadapnya membuat Melly Langsung mundur Dari langkahnya dan menyimpan perasaannya sendiri


" Enak Aja, gue duluan yang masuk, gue ada urusan Penting sama nico. " cetus Nora dengan wajah tak ramah, mungkin Nora sekarang sudah bisa bersikap baik pada Tiara namun tidak dengan melly sampai kapanpun dia tidak akan bersikap ramah Sama melly mengingat nora juga Tau persis jika Melly Dan Arya dulu sempat Dekat meski tidak sampai menjadi sepasang kekasih.


" ta tapi ini berkas penting yang ha harus ditanda tangani Oleh Presdir Nico. " Cicit melly dengan wajah sedikit takut saat mendapati saudara kembar bosnya yang sudah berdiri berkacak pinggang kearahnya.


" Eh ELo denger gak sih gue barusan bilang apa, gue duluan yang masuk, karena gue ada Urusan penting sama Saudara gue. " sungutnya


" anda bisa Masuk duluan nona melly, tuan Nico sudah menunggu berkas yang anda bawa. " Selak Arya mempersilahkan Melly masuk duluan ke ruangan Nico, membuat Nora mendengkus kesal terhadapnya


" Arya apa apaan sih kamu. " Sentak Nora dengan wajah tak suka


" Saya permisi masuk dulu tuan, nyonya. " pamit Melly dan langsung masuk kedalam ruangan Nico terlebih dulu meninggalkan Sepasang Suami istri yang tengah bertatap sengit itu


" Kurang Ajar kamu ya, berani beraninya kamu belain wanita itu didepanku. " Omel Nora sambil mengekori langkah Arya yang kini berjalan menuju ke ruangannya


" Saya tidak membelanya, saya hanya mendahulukan. mana urusan penting untuk pekerjaan dan mana Urusan yang hanya untuk main main saja. " ujar Arya dengan Dingin dan Nada menyindir membuat Nora semakin Naik darah dan menggeram kesal pada suaminya itu


" apa Elo bilang? jadi Elo meremehkan Urusanku.! " sentak Nora


"saya tidak bilang begitu, saya hanya berkata yang Sebenarnya. " Jawab Arya sambil menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap kearah istrinya


" Benar benar Pria nggak tau diri Lo ya, jangan mentang mentang sekarang Lo Jadi suami gue Lo bisa seenaknya sama gue, dan Ingat Sampai kapanpun gue nggak akan pernah nganggap Lo sebagai suami gue. ingat itu.! " Sentak Nora dengan wajah ketusnya


" Terserah Anda, yang jelas saya pun tidak pernah meminta anda untuk menganggap saya seperti yang semestinya anda lakukan terhadap saya, dan disini saya hanya bertindak profesional terhadap pekerjaan saya, jadi Terserah anda menganggap saya apa, saya kira saya tidak akan peduli dengan Statmen yang anda buat. " Ujar Arya dengan senyum sarkastik nya


" Huh dasar menyebalkan. " Nora pun geram dan menghentak hentakan kakinya lalu pergi dari ruangan suaminya itu.


" Hah, aku harus lebih sabar lagi menghadapi si wanita keras kepala itu, andai waktu itu aku Bisa menolak tuan ardan untuk menikahi putinya yang keras kepala itu mungkin tidak seperti ini, aku terlalu pengecut untuk mengutarakan perasaanku kalau aku lebih menyukai adik wanita keras kepala itu dari pada wanita itu huh benar benar Sial hidupku." Batin Arya sambil merutuki kebodohannya


.


.


.


.


Drrt Drrtt Drrrt


" Hallo assalamualaikum sayang. " Ujar Nico sambil mengangkat Telponya dari sang istri


" walaikumsalam sayang, aku cuma mau bilang Lima belas menit aku sampai dikantormu ya. "


" Hah untuk apa sayang, kamu nggak boleh capel capek Ra, ingat usia kandungmu sekarang sudah semakin membesar. " Desah Nico yang tidak Habis pikir dengan Kelakuan Istrinya yang sangat keras kepala itu


" ih kok gitu sih, kamu nggak suka aku datang ke kantormu. " Ujar Tiara dengan suara yang terdengar kesal


" Bukan seperti itu sayang, aku cuma tidak ingin Kamu kecapekan karena harus datang kekantor, aku kan udah bilang kalau perlu apa apa tinggal bilang aja sama aku,nanti biar aku suruh arya untuk mencarikan keinginanmu sayang soalnya hari ini aku ada urusan penting sama pekerjaan. "


" Tenang saja, aku lagi gak nyidam kok, lagian kamu itu menyebalkan sekali, selalu saja arya yang kamu andelin, sebenarnya kamu apa arya sih Yang jadi papanya anak yang aku kandung sampai sampai kalau aku nyidam mesti arya terus yang kamu suruh buat mencarikan Sesuatu yang lagi aku inginkan waktu nyidam."


" Ya Allah sayang bukan seperti itu maksudku, lagian kalau nggak ada urusan Penting aku juga sendiri kan yang nurutin semua nyidam kamu.? "


" Oh jadi kamu nyesel dan perhitungan buat nurutin nyidam aku, ini anak kamu sendiri Lhoh ko yang minta diturutin, bukan aku, nanti anakmu ileran baru tau rasa kamu. "

__ADS_1


Kalau sudah keluar Kata kata peringatan dari Sang istri tercintanya Nico hanya bisa menghela nafas panjangnya, Dia benar benar Tidak habis pikir Sejak Hamil Istrinya itu benar benar keras kepala dia juga menyadari Kalau itu Efek hormon kehamilan, namun dia terkadang Kesal. menghadapi sikap Otoriter sang istri tercintanya, seperti biasanya jika tidak dituruti kemauan istrinya itu pasti akan merajuk ngambek Bahkan bisa nangis nangis tidak jelas supays dirinya menuruti Kemauan sang istri. maka dengan sangat terpaksa dia harus lagi lagi mengalah demi Istri dan kedua calon bayinya.


" Oke oke please kamu jangan marah gitu yang, ingat kamu kata dokter kamu nggak boleh gampang stres sayang. "


" Ya sudah kalau gak mau aku gampang stres turutin kemauanku. eh lebih tepatnya kemauan anak kamu ini. "


Hah Apa apaan ini kemauan Bayiku yang benar saja, bukannya ini kemauan Mamanya, ah benar benar dah Istrinya itu pandai memutar Fakta pikir Nico


" Iya iya sayangku cintaku istriku, kamu mau apa hem.?! "


" Aku ingin ditemenin kamu makan kedai Somay yang ada didekat kantor mu itu sayang, boleh ya.? "


Apa datang kesini cuma mau ditemenin makan somay doang, istrinya sadar nggak sih kalau Ini masih waktu jam kerja dan Beberapa menit lagi dia akan ada rapat penting dengan kliennya.


" Ap apa tidak bisa di tunda dulu yang makan Somaynya, be berapa Menit lagi aku ada metting pe penting sama klien. "


tiba tiba Nico mendadak tergagap dan gugup menjawab pertanyaan istrinya itu, tenggorokannya seakan tercekat dan dia menelan ludahnya dengan kasar mengingat permintaan sang istri yang terbilang aneh itu karena menyidam selalu tidak tepat waktu, kalau nggak Nyidam ditengah malam hari menganggu waktu tidurnya ya disiang hari menganggu pekerjaannya. ah sungguh apes sekali pikir Nico karena kehamilan istrinya kali ini benar benar ingin membuat kepalanya hampir mau pecah saja.


" Selalu saja begitu, nggak bisa Mas, nyidam itu nggak boleh ditunda tunda Nanti pamali Lo, aku maunya sekarang ya sekarang dosa lhoh kamu Nggak nurutin istrimu menyidam. "


Lhah sejak kapan ada Aturan Pamali dan dosa jika suami tidak menuruti keinginan nyidam sang istri, wah wah istrinya ini memang jago ngeles semenjak hamil.


membuat hati Nico mencelos dan meringis mendengar Celotehan sang istri


" Em iya deh iya, atau gini aja Biar aku suruh melly saja ya buat nemenin kamu makan somaynya yank, beneran kali ini aku bener bener sibuk dan gak bisa Temenin Kamu makan, soalnya sebentar lagi ada meeting klien pentingku Sayang. "


Nico mencoba memberi penawaran dan Negoisasi supaya istrinya itu bisa dibujuk dan mau ditemenin makan oleh melly sahabat istrinya itu. namun lagi lagi Nico harus. menghela nafas panjangnya lagi saat mendengar suara isakan tangis istrinya diseberang sana membuatnya tidak punya pilihan lain untuk menuruti keinginan sang istri. dan terpaksa menyuruh arya untuk Menghandle sebentar Meeting Bersama klien pentingnya saat ini.


" hallo sayang hallo kamu Nangis, kamu masih disitu kan.? " Tanyanya lagi saat tidak ada Respon dari sang istri dan hanya terdengar suara tangisan dari istrinya.


memang beginilah sikap istrinya jika tidak dituruti keinginnanya gampang merajuk nangis dan sangat sensitive ya maklum saja namanya Bumil pasti Hormon nya juga mempengaruhi Moode nya yang terkadang naik turun


" Habisnya kamu Jahat sama aku hiks hiks hu hu hu. Aku mintanya ditemenin makan sama kamu, tapi kamu malah nyuruh orang lain suruh nemenin aku makan, sebenernya kamu sayang nggak sih mas sama aku. hu hu hu hiks hiks. " ujar tiara dengan suara Isak tangisnya membuat Nico menghela nafas kasar karena frustasi


" Oh ya jelas dong sayang, suami mu ini sayaaaang dan Cintaaaaa banget sama kamu, hemm cinta mati deh beneran. " kelakar Nico sambil menahan Kesal tidak habis pikir dengan Ucapan sang istri. " Ya sudah kalau gitu aku tunggu Di Ruanganku ya sayang, nanti biar Arya yang jemput kamu. "


" Nggak usah aku bisa jalan sendiri keruanganmu, kalau hanya Akan Dijemput sama adik iparmu itu, kecuali kalau kamu sendiri yang jemput aku. "


" Oke deh oke suamimu sendiri yang akan jemput ksmu di lobby yang sayang aku tunggu sekarang "


" Iya, assalamualaikum. Muacchhh "


" walaikum salam istriku cintaku muachhh juga. " ujar Nico sambil meringis karena menahan Kesal kecerewetan sang istri


Lalu setelah itu sambungab telpon pun putus. dia langsung bergegas keluar dari ruangannya dan menyuruh Arya untuk menangani Meetingnya kali ini sampai dia selesai menemani sang istri tercinta makan somay sesuai hasil nyidam nya hari ini.


.


.


.


Hahaha yang sabar ya Bang Nico, nurutin Keinginan nyidam sang istri, ingat lo kata istri nanti bisa pamali jika tidak menuruti keinginan sang istri. wkwkwkekek


ingat semua demi baby Twinns ya bang Nico.


_bersambung. _


Semoga syuka.

__ADS_1


Happy reading


__ADS_2